Daud dan Pertobatan (2)

Dalam masa-masa pergumulannya, Daud masih berdiam diri
Dan dalam dia berdiam diri, dia merasa begitu menderita
Hingga akhirnya, setelah lewat satu tahun dan Batsyeba melahirkan,
Datanglah Nabi Natan yang diutus oleh Allah

Nabi Natanpun menceritakan suatu perumpaan kepada Daud
Adalah seorang kaya dan seorang miskin
Seorang kaya memiliki banyak kambing domba dan lembu sapi
Sedangkan si miskin hanya memiliki seekor anak domba betina yang kecil
Pada suatu hari, si kaya menerima tamu dan hendak menjamu mereka
Akan tetapi, si kaya enggan memotong ternaknya sendiri
Dan sebagai gantinya, ia menyembelih anak domba milik si miskin

Mendengar hal itu, Daud menjadi sangat marah, dan dia berkata:
Demi TUHAN yang hidup: orang yang melakukan itu harus dihukum mati.”

Cukup menarik
Daud berani membuka kalimatnya dengan “Demi TUHAN yang hidup”
Padahal di dalam hatinya, Daud seakan-akan bermusuhan dengan TUHAN yang hidup itu
Daud juga tanpa segan-segan memerintahkan hukuman mati orang itu
Simpelnya, Daud sendiri setuju bahwa seharusnya Daud dihukum mati
karena telah mengambil Batsyeba dari tangan Uria, si miskin dalam kasus mereka

Aku ingin tahu, bagaimana perubahan raut wajah Daud saat itu setelah Nabi Natan berkata:
“Engkaulah orang itu!”

Nabi Natan melanjutkan firman Allah:

Beginilah firman TUHAN, Allah Israel:
Akulah yang mengurapi engkau menjadi raja atas Israel
dan Akulah yang melepaskan engkau dari tangan Saul.

Telah Kuberikan isi rumah tuanmu kepadamu,
dan isteri-isteri tuanmu ke dalam pangkuanmu.
Aku telah memberikan kepadamu kaum Israel dan Yehuda;
dan seandainya itu belum cukup, tentu Kutambah lagi ini dan itu kepadamu.

Mengapa engkau menghina TUHAN dengan melakukan apa yang jahat di mata-Nya?
Uria, orang Het itu, kaubiarkan ditewaskan dengan pedang;
isterinya kauambil menjadi isterimu,
dan dia sendiri telah kaubiarkan dibunuh oleh pedang bani Amon.

Aku ingin memfokuskan diri ke satu pernyataan Allah:
dan seandainya itu belum cukup, tentu Kutambah lagi ini dan itu kepadamu.

Terkadang kita jatuh ke dalam dosa, bukan karena niatan pada awalnya
Tetapi karena ada kesempatan
Ketika kita melihat kesempatan itu, otak kita langsung merespon dengan membuat seolah-olah masih ada kekosongan di dalam hidup kita yang belum Allah penuhkan

Tetapi firman Tuhan menegaskan kepada kita
Bahwa hanya Dialah yang sanggup mengisi kekosongan di dalam relung hati kita
Dia akan menyediakan damai sejahtera bagi kita
Dia akan selalu menyertai dan memberkati kita
dan seandainya itu belum cukup, tentu Dia tambah lagi ini dan itu kepada kita.

Percayalah, ketika Kristus ada di dalam kita, itu sudah cukup
Memiliki-Nya berarti memiliki segalanya yang perlu
Minoritas bersama-Nya adalah mayoritas
Kita tidak akan berkekurangan

Janganlah memberikan celah bagi dosa untuk mengisi hidup kita

~Bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s