Daud dan Pemulihan (2)

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu,
hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!
Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku,
dan tahirkanlah aku dari dosaku!

Daud paham benar betapa besar dan hina kesalahan yang telah dia lakukan
Meniduri istri seorang yang lemah padahal kalau Daud mau,
Daud bisa memperbanyak lagi gundiknya
Dan tidak sampai di sana, Daud “membunuh” orang yang lemah itu

Daud dipenuhi perasaan bersalah dan malu yang luar biasa
Dia mengerti bahwa selain karena pengampunan Allah, dia pasti binasa
Itulah sebabnya Daud menulis:
Berbahagialah orang yang diampuni pelanggarannya, yang dosanya ditutupi!
Berbahagialah manusia, yang kesalahannya tidak diperhitungkan TUHAN,

Daud tahu bahwa dia penuh dengan dosa
Dan dia mengingat masa-masa di mana dia hidup dekat dengan Allah
Ingatan itu menimbulkan sedikit rasa “iri” yang rohani di hatinya, dan dia berpikir:
“Ah, betapa enaknya yah mereka-mereka yang dosanya diampuni.
Seandainya saja aku tidak melakukan dosa ini, aku pasti berbahagia seperti mereka.”

Ya, renungkanlah baik-baik, betapa nikmatnya mereka yang diampuni Tuhan
Jangan sampai kita jatuh ke dalam dosa seperti Daud dulu baru kita bisa paham betapa indahnya hidup yang diampuni oleh Allah
Jangan pernah lupakan kasih dan pengampunan-Nya
Dan biarlah ingat-ingatan itu terus membakar kasih mula-mula dalam hati kita

~Bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s