Daud dan Pemulihan (3) – Arti Setia

Daud berdoa:
Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu

Di mazmur yang lain, Daud bersorak:
“sebab kasih-Mu besar mengatasi langit, dan setia-Mu sampai ke awan-awan”

Marilah kita mengenal Allah kita, sedikit lebih jauh lagi
Aku yakin kita sudah sangat sering mendengar “kasih dan setia” Allah
Tetapi terkadang kita memaknainya hanya sejauh “kasih” Allah

Kasih dan setia adalah dua hal yang berbeda
Kasih seseorang diuji berdasarkan perbuatan yang dia lakukan
Tetapi kesetiaan seseorang diuji oleh waktu

Setia
Kata ini sering digunakan, misal
“Dia isteri yang setia”  atau “Dia adalah pembantu yang setia”

Dia adalah istri yang setia
… biasanya digunakan dalam kasus istri yang setia mengasihi suaminya
walaupun suaminya berselingkuh atau suaminya sakit keras
Dia adalah pembantu yang setia
… biasanya digunakan dalam kasus pembantu yang mengabdikan sisa umurnya demi tuannya
contohnya Tuan Alfred, asisten Bruce Wayne

Kita biasa mendengar, “orang tua mengasihi anaknya
Tetapi jarang mendengar, “orang tua setia pada anaknya
Kecuali pada kasus Malin Kundang, rasanya pas menyebut “ibunya setia kepada Malin
Ibunya setia walau Malin adalah anak durhaka

Coba kita bayangkan pemimpin kita saat ini
Rasanya normal jika kita mengatakan, “pemimpinku mengasihi para anggotanya
Dan akan sedikit janggal jika dikatakan, “pemimpinku setia kepada para anggotanya
Tentu saja tidak janggal jika dibalik, “kami setia kepada pemimpin kami

Jarang disebut “anjing itu mengasihi tuannya
Tapi akan istimewa jika disebut “anjing itu setia pada tuannya

Dapatkah kau menangkap sesuatu yang istimewa di sini?
Oke akan kujelaskan maksudku
Setia sangat erat kaitannya dengan kedudukan yang lebih rendah
Dan Allah rela mengambil posisi itu karena kasih-Nya kepada kita semua

Istri setia kepada suaminya
Anjing piaraan setia kepada majikannya
Anggota setia kepada pemimpinnya
Hamba setia kepada tuannya
Dan satu hal yang istimewa:
Allah setia kepada Anda

Sementara kasih “biasanya” berasal dari atas, setia “datangnya” dari bawah
Demikian Allah menghampiri kita dari segala arah

Demikian Allah kita menempatkan diri-Nya sebagai Allah Maha Kuasa yang mengasihi kita
Dan sebagai Pribadi yang setia kepada kita
Yang tanpa lelah memanggil kita, “pulanglah Nak, Aku akan mengampunimu
Yang terus “memohon” kepada kita agar kita bertobat
seakan-akan kita sebegitu pentingnya

Jika engkau mau kembali, hai Israel, demikianlah firman TUHAN,
kembalilah engkau kepada-Ku
;

dan jika engkau mau menjauhkan dewa-dewamu yang menjijikkan,
tidak usahlah engkau melarikan diri dari hadapan-Ku.
~ Yeremia 4 : 1

Biarlah perenungan ini membuat kita semakin mengenal Allah kita
Bahwasanya Dia tidak hanya mengasihi kita
Tetapi juga setia kepada kita

Sementara kasih-Nya dapat kita lihat melalui semua perbuatan-Nya,
Setia-Nya, dapat kita lihat dari waktu, dari sejarah hidup kita masing-masing

Pernahkah kau dapati Allah tidak setia?
Pernahkah kau dapati Allah berselingkuh darimu?

Tuhan Yesus memberkati

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s