Daud dan Pemulihan (4)

Sebab aku sendiri sadar akan pelanggaranku,
aku senantiasa bergumul dengan dosaku
Sesungguhnya, dalam kesalahan aku diperanakkan,
dalam dosa aku dikandung ibuku.
~Mazmur 51 : 3 & 5

Daud mengakui bahwa dia memiliki kecenderungan untuk melakukan dosa
Daud mengerti bahwa manusia adalah tempatnya salah bahkan sejak dari kandungan
Dia sadar akan setiap dosa yang dia lakukan dan dia menderita tiap kali melakukannya
Roh di dalam hati Daud menghendaki kebaikan
Tetapi kedagingan dan hawa nafsunya menginginkan sebaliknya

Ketika kita menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat,
memang benar bahwa kita dikuduskan
Tetapi itu tidak berarti bahwa kita kebal akan dosa

Pengudusan yang kita alami sebagai orang percaya adalah Pengudusan Status
Kita diangkat dari status terkutuk dan diberikan status sebagai anak-anak Allah
Dosa kita tidak diperhitungkan dan kebenaran Yesus dihitung menjadi bagian kita
Akan tetapi, kita belum kudus seutuhnya
Walau status kita dikuduskan, tubuh jasmani kita tidak kudus
Dan selama kita masih ada di dalam tubuh yang fana ini,
kita masih rentan terhadap dosa

Itulah sebabnya, kita perlu berjaga-jaga dan tidak bermain apa dengan dosa

Paulus memperingatkan kita semua:
Sebab itu siapa yang menyangka, bahwa ia teguh berdiri,
hati-hatilah supaya ia jangan jatuh!”

Tuhan Yesus pernah berkata:
Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan;
roh memang penurut, tetapi daging lemah (Markus 14 : 38)

Yakobus berkata:
Tetapi tiap-tiap orang dicobai oleh keinginannya sendiri,
karena ia diseret dan dipikat olehnya (Yakobus 1 : 14)

Sebagai manusia yang lemah, kita dicobai oleh hawa nafsu kita sendiri
Dan seperti kata Yesus,
Dengan berdoa dan terus berjaga-jaga, kita bisa menang atas hawa nafsu kita
Apa yang harus kita jaga?
Amsal 4 ayat 23 berkata:
Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.”

Jagalah hati kita sekuat tenaga
Dan menjaga hati dimulai dari menjaga mata kita
Itulah sebabnya mengapa Yesus berkata:
“Jika matamu menyesatkan engkau, cunggkillah dan buanglah itu”

Melepaskan ikatan-ikatan dunia memang tidak segampang mengucapkannya
Tetapi sebagaimana kita percaya bahwa Tuhan itu ada
Demikian pula kita seharusnya percaya bahwa pemulihan itu masih ada
Terlepas dari ikatan-ikatan dunia bukanlah sesuatu yang mustahil
Asalkan kita sungguh-sungguh bersedia melepaskan dan menyerahkan itu kepada Yesus

Paulus berkata:
Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa,
yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia
dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu.
Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar,
sehingga kamu dapat menanggungnya

Dengan kekuatan kita sendiri, mustahil kita menang atas dosa
Itulah sebabnya kita membutuhkan Dia detik demi detik
Oh, betapa rentannya hidup kita ini
Terlepas sedikit saja dari perlindungan Allah, kita bisa lenyap
Betapa mudahnya kita jatuh ke dalam dosa
Betapa mudahnya maut mencelakakan kita
Betapa mudahnya orang membenci dan tidak memperhitungkan kita

Bagaimana mungkin kita masih berani menjauh dari Allah, Bapa kita?

~Bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s