Daud dan Pemulihan (6) – Suam Suam Kuku

Janganlah membuang aku dari hadapan-Mu,
dan janganlah mengambil roh-Mu yang kudus dari padaku!
~Mazmur 51:11

Inilah dua hal yang paling Daud takutkan
Yakni jika Allah membuang Daud dari hadapan-Nya
Dan apabila Allah mengambil roh-Nya dari Daud

Allah pernah mengurapi Saul,
tetapi ketika Saul berdosa, Roh Allah mundur dari Saul
Dan seterusnya Saul menjadi bulan-bulanan roh jahat (1 Samuel 16:14)
Daud sangat takut apabila itu terjadi kepada dirinya karena dosanya

Daud mengerti benar bahwa semua hal yang dia terima adalah pemberian Allah,
termasuk roh Daud yang penuh dengan hikmat dan kewibawaan
Oleh sebab itu, apabila Allah murka dan mengambil roh-Nya dari Daud
maka Daud tidak akan bisa berbuat apa-apa
Seperti firman Tuhan Yesus:
“Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia,
ia berbuah banyak,sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.

Memang benar Daud pernah sangat akrab dengan Allah
Daud sangat mengasihi Allah dan Daud tahu bahwa Allah sangat mengasihinya
Tetapi itu tidak membuat Daud memandang remeh kedaulatan Allah

Daud pernah menyaksikan dengan matanya sendiri
Ketika lembu yang mengangkat Tabut Allah tergelincir,
dan Uza hendak mengulurkan tangannya memegang Tabut Allah itu
Maka Allah murka dan langsung membunuh Uza saat itu juga
Pada waktu itu Daud menjadi takut kepada Allah, lalu katanya:
Bagaimanakah aku dapat membawa tabut Allah itu ke tempatku.”

Akhirnya, Daud tidak jadi memindahkan Tabut itu ke kediamannya
Melainkan menempatkannya di rumah Obed-Edom selama tiga bulan
Mungkin sebelumnya Daud tidak pernah menyangka bahwa Allah akan bereaksi seperti itu
Pada saat itu, Daud mengenal Allah lebih dalam lagi dari apa yang sudah ia tahu

Kita mengenal Allah kita sebagai Tuhan yang tidak pernah berubah
Janganlah hal yang sama terjadi pada kita untuk membuat kita sadar akan dosa kita
Melainkan biarlah kita berjaga-jaga dan tetap menjaga jarak sejauh mungkin dari dosa

Daud juga memohon, “jangan membuang aku dari hadapan-Mu
Tuhan pernah berkata kepada jemaat di Laodikia
Aku tahu segala pekerjaanmu: engkau tidak dingin dan tidak panas.
Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas!
Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas,
Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.

Demikian juga peringatan Allah kepada kita
Apakah kita hendak menjadi egois
Yang mana kita berpikir bahwa kita bisa mendapatkan karunia surgawi
sambil memastikan kita tetap tidak harus melepaskan kenikmatan duniawi?

Tetapi kali ini Allah memerintahkan kepada kita
Jangan suam-suam kuku
Jangan melayani setengah-setengah
Jangan bertobat setengah-setengah
Kalau tidak, Aku akan memuntahkan kamu

Mungkin kau akan berkata kepadaku, “Richard, ini terlalu ekstreme
Kau tahu, responku juga sama denganmu
Mengikut Allah memang bukanlah hal yang mudah
Itu memerlukan penyerahan diri seutuhnya
Oleh sebab itu janganlah kita mengandalkan kekuatan kita sendiri

Hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah melakukan bagian kita
Ketika ada godaan datang, larilah jauh-jauh!!!
Pagari diri kita dengan tembok super tebal dan tinggi
Sehingga ada jarak yang tak terlewati antara kita dengan dosa

Apa yang akan kau lakukan jika di depanmu ada seekor singa kelaparan?
I mean, cobalah benar-benar membayangkan kondisinya
Apakah kau akan mengatakan:
aku akan berdiri 30m dari singa itu,
dengan begitu aku bisa aman sekaligus tetap bisa melihatnya

Aku yakin kau tidak akan melakukan hal itu
Tentu saja, dalam hitungan detik singa itu akan mengejar dan menangkapmu
Tentu saja kau akan memilih lari sejauh-jauhnya

Demikian juga seharusnya sikap kita terhadap dosa
Ketika kita melihat ada dosa di sana
Larilah sejauh mungkin
Karena apabila kita lemah dan mencoba mencicipi nikmat dosa itu
Maka tanpa kita sadari, kita sudah berada dalam cengkramannya

Lakukanlah sekuat tenaga apa yang kita bisa
Membuang semua barang yang ada hubungannya dengan dosa lama kita
Memperlambat atau memutus koneksi internet kalau kita tahu kita terlalu lemah
dan pasti akan membuka situs-situs porno
Mendepositokan atau menabur sebagian besar uang kita
kalau kita sadar kita terlalu hedonis dan kecanduan berbelanja

Ada banyak cara untuk menarik diri sejauh mungkin dari dosa
Mulailah untuk menggumulkan dan memikirkan itu, maka Allah akan memberikan solusinya
Dan Allah akan menjawabmu apa-apa saja yang perlu kau lepaskan
Percayalah, ketika kita melepas semua sumber dosa itu
Sesungguhnya kita sedang melepaskan diri dari mulut dosa yang sudah menganga di depan

Itu semua bukanlah “mengandalkan kekuatan sendiri
Itu adalah “merelakan segala sesuatu yang bisa memalingkan kita dari Allah
Itu adalah “melakukan bagian kita
Itu adalah “bukan suam-suam kuku

Tidak mudah?
Aku akui, itu tidak mudah
Tetapi satu hal:
Jika kita menginginkan hasil yang berbeda, kita harus melakukan sesuatu yang berbeda

Dan percayalah:
Ketika kita melakukan bagian kita
Maka Allah sedang melakukan bagian-Nya untuk bersegera menolong kita

~Bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s