Daud dan Pemulihan (7) – Tak Dia Pandang Hina

Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan;
sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya.
Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur;
hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.
#Mazmur 51 : 16-17

Ini adalah pernyataan yang luar biasa
Mungkin saat ini apa yang Daud katakan, terdengar biasa saja bagi kita
Akan tetapi, pada masa itu, di mana Taurat masih diagung-agungkan,
pernyataan Daud bisa jadi sangat kontroversial
Tetapi Daud berani meyakini hal itu
Mungkin Daudlah orang pertama yang menyatakan hal ini

Orang setelahnya adalah Nabi Yesaya ketika dia menyampaikan firman Allah:
“Untuk apa itu korbanmu yang banyak-banyak?” firman TUHAN;
Aku sudah jemu akan korban-korban bakaran berupa domba jantan
dan akan lemak dari anak lembu gemukan;
darah lembu jantan dan domba-domba dan kambing jantan tidak Kusukai.

dan Nabi Hosea saat dia menyampaikan pesan Allah:
Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan,
dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran

Tuhan Yesus memperjelas keyakinan Daud ketika Dia memberikan perumpamaan
Suatu kali, ada dua orang pergi ke bait Allah untuk berdoa
Yang satu adalah orang Farisi sementara yang lain adalah pemungut cukai

Sang Farisi berdoa:
“Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu,
karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim,
bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini.
aku berpuasadua kali seminggu,
aku memberikan sepersepuluhdari segala penghasilanku.”

Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diridan berkata:
“Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini”

Yesus memberikan perbandingan kepada dua orang ini
Dan Dia mengatakan bahwa pemungut cukai-lah yang akan dibenarkan oleh Allah
Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan
dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan

Itulah arti dari jiwa yang hancur dan hati yang patah remuk
Itulah saat di mana kita benar-benar mengakui:
Ya Allah, sungguh aku adalah seorang yang hina dan tidak layak

Pernahkah kau merasakan hal seperti itu?
Pernahkah kau benar-benar mengakui bahwa kau benar-benar hina
Aku pernah
Dan aku mengalami hal itu justru jauh setelah aku menerima Kristus

Aku menerima Kristus, aku mengenal-Nya
Aku tahu aku berdosa dan aku memohon pengampunan-Nya
Aku berubah menjadi orang yang baik
Aku giat melayani dan benar-benar tulus melayani
Aku tidak ingin sombong, tapi saat itu aku rasa aku benar-benar jauh dari dosa

Akan tetapi sampailah aku kepada saat di mana aku harus meninggalkan dunia pelayanan
Aku bekerja dan masuk ke dalam rutinitas
Bukannya hubunganku dengan Allah rusak, tapi hanya terasa stagnan
Lama-lama aku mulai bosan, aku membiarkan pertahananku gugur
Dan aku jatuh

Aku gagal, aku benar-benar gagal, aku malu
Aku melihat ke belakang, aku ingat masa-masa di mana aku pernah “jauh sekali dari dosa
Dan dengan berat hati aku berkata:
semua itu menjadi batal karena dosaku yang satu ini

Aku ingat semua firman yang pernah kusampaikan
Aku ingat semua notes rohani yang pernah aku tulis
Aku kenang semua nasehat rohani yang pernah kuberikan kepada teman-teman
Itu semua menjadi batal hanya karena aku jatuh dalam dosa ini

Berakhir dengan ingatan di belakang
Aku kembali ke masa kini dan aku berhadapan dengan diriku sendiri
Astaga, bahkan aku sendiri memandang diriku jijik sama sekali
Lihatlah dirimu Richard, pada akhirnya kau tak lebih dari seorang munafik
Lihatlah Richard, semua yang kau pupuk di masa lalu sudah sirna sekarang,
kau tak punya apa-apa.

Apakah kau pernah merasa hal yang sama?
Ketika kau benar-benar merasa bahwa dirimu benar-benar sudah rusak dan hina
Itulah yang kurasakan, jiwaku hancur, hatiku patah remuk redam
Aku malu sekali kepada Allah

Dan yang membuatku semakin malu adalah: aku masih menginginkan pengampunan
Kau kira siapa dirimu, kau telah menerima banyak karunia rohani,
kau sudah melakukan pelayanan, tapi kau jatuh dalam dosa,
masih berani-beraninya kau datang ke sini minta pengampunan?
Tidak tahu malu

Itulah dakwaan dari diriku terhadap diriku sendiri
Benar juga, aku sangat tidak tahu malu
Sudah aku mengecap nikmat surgawi, kemudian mengecap nikmat dunia,
masih berani-beraninya aku mengharapkan nikmat pengampunan surgawi
Dasar orang egois se-dunia

Tetapi aku sungguh mengharapkan pengampunan
Aku ingin dipulihkan
Aku ingin kembali bersahabat dengan Allah
Dan dalam kondisi jiwa yang hancur
Dalam dakwaan diri sendiri, “dasar tidak tahu malu

Aku memberanikan diri
Aku menebalkan muka
Dan berkata:
Tuhan… aku ini orang berdosa… kasihani aku Tuhan

Sungguh, yang bisa keluar dari hatiku hanyalah 8 kata itu
Aku tidak bisa menghasilkan kalimat yang lebih panjang
Delapan kata itu benar-benar bisa memuat seluruh maksud hatiku
Dan saat mengatakan itu, aku benar-benar hancur
Hatiku sebagai seorang pribadi benar-benar dihancurkan
Richard Arnold sudah hancur, Richard Arnold sudah mati

Biarlah Allah yang membangunnya ulang

Walau aku percaya kepada Yesus sejak lama
Aku baru pertama kali merasa dihancurkan sedemikian rupa pada saat itu
Mungkin itu juga yang terjadi pada Daud

Aku tidak tahu bagaimana dengan pengalamanmu
Apakah kau sudah mengenal-Nya sejak lama?
Apakah kau benar-benar pernah merasa setidaklayak itu
Sampai-sampai apa yang bisa keluar dari mulutmu hanya:
Tuhan… aku ini orang berdosa… maaf Tuhan

Tentu saja kau tidak harus berada di lubang itu dulu sebelum kau benar-benar sadar
Akan tetapi jikalau kau saat ini sedang merasa berada di titik terbawah dalam hidupmu
Percayalah:
Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur;
hati yang patah dan remuk tidak akan Dia pandang hina.

Dan seperti nubuatan Yesaya tentang Kristus:
Buluhyang patah terkulai tidak akan diputuskannya,
dan sumbu yang pudar nyalanya tidak akan dipadamkannya
,
~ Ia tidak akan membiarkan padam orang-orang putus asa,
yang lemah, yang merasa tidak berguna, yang lelah, yang merasa hina

Datanglah kepada-Nya
Mohonkanlah pengampunan-Nya
Dan terimalah kasih-Nya
Sebagaimana Daud yang sedemikian berdosanya,
diberi kesempatan kedua untuk menikmati kasih karunia surgawi
Itupun akan menjadi bagian kita jika kita datang kepada-Nya

Tuhan Yesus memberkati

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s