Daud dan Mazmur Terindah

Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!
Dia yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu,
Dia yang menebus hidupmu dari lobang kubur,
yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat,
Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan,
sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali.

TUHAN adalah penyayang dan pengasih, panjang sabar dan berlimpah kasih setia.
Tidak selalu Ia menuntut, dan tidak untuk selama-lamanya Ia mendendam.
Tidak dilakukan-Nya kepada kita setimpal dengan dosa kita,
dan tidak dibalas-Nya kepada kita setimpal dengan kesalahan kita,

tetapi setinggi langit di atas bumi,
demikian besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia;
sejauh timur dari barat,
demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.
Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya,
demikian TUHAN sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia.

Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu.
Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput,
seperti bunga di padang demikianlah ia berbunga;
apabila angin melintasinya, maka tidak ada lagi ia,
dan tempatnya tidak mengenalnya lagi.

Tetapi kasih SETIA TUHAN dari selama-lamanya sampai selama-lamanya
atas orang-orang yang takut akan Dia, dan keadilan-Nya bagi anak cucu,
bagi orang-orang yang berpegang pada perjanjian-Nya
dan yang ingat untuk melakukan titah-Nya.
#Mazmur 103

Bagiku, ini adalah Mazmur yang paling indah
Ada juga yang menyebut Mazmur 103 sebagai “Gunung Everest“-nya Mazmur

Walaupun tidak tercatat secara rinci
Mazmur ini diyakini ditulis oleh Daud pada masa-masa akhir hidupnya
Yang artinya, dia sudah melewati masa-masa pergumulan dosanya dengan Batsyeba

Daud juga mengatakan
sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita.”
Mungkin itu diilhami oleh pesan Nabi Natan saat dia berkata pada Daud:
TUHAN telah menjauhkan dosamu itu: engkau tidak akan mati.

Mazmur ini penuh dengan sanjungan kepada Allah sebagai Maha Pengampun
Cobalah membacanya dengan khidmat, oh alangkah indahnya Mazmur ini
Dan biarlah roh-mu dikuatkan setiap kali kau merenungkannya

Aku punya dua cerita indah dengan Mazmur ini
Yang pertama adalah ketika aku aktif melayani
Aku benar-benar melayani dengan tulus saat itu
Tetapi aku merasa banyak orang yang curiga bahwa aku hanya mencari muka
Rekan-rekan di himpunan mulai mencap aku sebagai “anti sosial
Tidak hanya itu, aku harus mengorbankan banyak sekali jam belajarku

Aku merasa sedih sekali
Tuhan, harus sesakit ini kah melayani Engkau?
Aku benar-benar tak berdaya di hadapannya
Aku merasa Allah seperti mengurungku
Tetapi anehnya, aku tidak mau keluar dari kurungan itu
Aku mengasihi Allah yang kulayani

Dan di pagi itu saat aku bersaat teduh
Aku berdoa: “Tuhan aku sudah setia padamu,
mengapa Kau izinkan pelayanan ini menjadi seperih ini?

Setelah selesai berdoa, aku membuka Alktab secara acak
Dan tidak aku sengaja, Mazmur 103-lah yang aku buka
Dan dari semua ayat di sana, ayat ini menamparku:
tetapi setinggi langit di atas bumi,
demikian besarnya kasih SETIA-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia;

Ayat ini begitu mengguncangku
Oh… seberapapun besarnya setiaku kepada-Nya, sesungguhnya pada saat itu,
Dialah yang sedang setia kepadaku

Kesetiaanku tidak akan pernah bisa membayar setia-Nya padaku

Dan sungguh itu semua terbukti
Jauh setelah hari itu, ternyata aku mendapati diriku jatuh ke dalam dosa
Dan hari ini aku mengenangnya kembali
Bahwa sungguh:
tetapi setinggi langit di atas bumi,
demikian besarnya kasih SETIA-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia;

#Bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s