1. Panggilan Hidup : Selamat Tinggal Visi

Mungkin kau dapati judul ini cukup mengganggu
Jujur saja, itu pendapatku pribadi
Dan pendapat ini kubuat berdasarkan apa yang kualami dan apa yang kuperhatikan dari orang lain

Apa hal yang paling penting di dalam hidup ini?
Tentu saja itu adalah: mengerti maksud dari keberadaan kita hidup di dunia ini
Memahami maksud Allah menciptakan kita, itulah yang terpenting
Sebagian besar orang menyebutnya panggilan Allah

Ya, panggilan Allah
Dan bagaimana dengan satu kata ini, visi?
Bukankah itu yang lebih populer kita dengar di telinga kita
Apa visiku, apa visimu, apa visi Tuhan di dalam hidup kita?

Pertanyaan itu pula yang selalu kugumulkan di dalam hidupku
Tetapi aku menemukan kesulitan
karena sering aku mendapati diriku menggunakan kata “visi
hanya untuk memperhalus suatu kata yang sebenarnya adalah “cita-cita

Dan aku yakin sindrom ini tidak hanya diderita oleh pribadiku
Aku yakin ada banyak orang di luar sana dan mungkin saja kau juga
Yang mengubah term “cita-cita”, memolesnya menjadi lebih rohani,
dan menyebutnya sebagai “visi”

Kita mengatakan:
Cita-cita itu berasal dari keinginan kita, visi itu dari keinginan Allah
Padahal pada prakteknya, kita menutup mata dan bersikeras menganggap cita-cita sebagai visi

Aku menyadari ini sepertinya sudah cukup lama
Hanya saja, aku terlalu takut untuk jujur pada Tuhan dan pada diriku
Aku bersikeras meyakinkan diriku bahwa cita-citaku adalah visiku
Lagipula, aku pikir cita-citaku ini cukup mulia, mengapa itu tidak bisa menjadi sebuah visi?

Padahal bukanlah demikian cara kerja visi yang Allah maksudkan
Dan untuk itulah, aku mengajak mari kita belajar bersama-sama
Untuk benar-benar mencari tahu dan menggumulkan apa sih panggilan Tuhan dalam hidup ini
Mulai saat ini, dalam pembelajaran kita, kita akan sedikit demi sedikit meninggalkan kata visi
Dan kita akan menggunakan suatu term yang lain, yang semoga bisa membuatnya menjadi lebih tajam
Kita akan sampai ke sana di akhir dari halaman ini

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kita mengenal Allah kita sebagai Allah pemberi berkat
Ada banyak sekali berkat yang dia limpahkan dalam hidup kita, kalau saja kau menyadarinya
Dan normal bagi kita untuk mensyukuri berkat-berkat yang kita rasa baik
“Terima kasih Tuhan, aku bisa lulus”
“Terima kasih Tuhan, aku bisa sehat selalu”
“Terima kasih Tuhan, saya bisa naik pangkat”
Yap, orang-orang normal juga memanjatkan syukur seperti itu

Tapi kita ditebus oleh darah Kristus bukan untuk menjadi normal
Melainkan menjadi berbeda, menjadi “aneh”

Dan “sayang sekali”, berkat Tuhan tidak selalu lebih besar dan lebih baik, setidaknya menurut kita
Bahkan aku yakin, berkat luar biasa yang Tuhan siapkan bagi kita bukanlah jenis berkat yang dapat dengan mudah kita nilai sebagai berkat yang indah dan menyenangkan

Berkat “yang satu itu“, aku yakin bukanlah berkat yang biasa
Berkat itu adalah berkat yang istimewa
Berkat yang aneh
Berkat yang, dalam beberapa kesempatan akan menyesakkan dada
Berkat yang, mungkin kerap kali, akan seperti mengguncang hati
Berkat yang, jangan kaget kalau dia membuat kita tidak tenang dan tidak nyaman
Berkat yang, bisa jadi membuat kita marah melihat sesuatu

Berkat itulah yang untuk seterusnya kuterima sebagai panggilan Allah dalam hidupku
Berkat itulah yang terus kugumulkan dan kucari
Berkat itulah yang akan kugunakan untuk mengganti kata visi dalam kamusku
Aku tidak akan memakai kata visi lagi, kata visi sudah cukup beberapa kali membuatku bias
Dan berkat yang kumaksud itu adalah:

~~~~~~~~~~~~~ SEBUAH BEBAN~~~~~~~~~~~~

#Bersambung

Advertisements

2 thoughts on “1. Panggilan Hidup : Selamat Tinggal Visi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s