Panggilan Hidup : Orang Lain bukan Orang Lain Lagi

Sebelum kita mengetahui dan menghidupi panggilan hidup
Ada cara pandang yang harus kita tinggalkan untuk selamanya, yakni:
Aku hidup untuk diriku sendiri

Tidak
Kita ditebus oleh darah Yesus bukan untuk sekadar menikmati hidup ini
Hidup bahagia, tak ada yang mengusik, mati masuk surga
Kedengaran indah sekali bukan
Mungkin memang indah, tetapi itu adalah pemikiran yang sangat jahat

Kita tidak ditebus supaya kita bisa hidup untuk diri kita sendiri
Kita ditebus supaya kita bisa menjadi alat kemuliaan Tuhan
Apa artinya alat kemuliaan Tuhan? Artinya adalah:
Kita hidup supaya dunia bisa melihat dan mengenal siapa Tuhan yang benar

Kita ditebus supaya kita kudus dan menjadi layak untuk “mewakili Allah di dunia ini
Bayangkan, apakah kau merasa layak mewakili Presiden Indonesia pada konferensi PBB?
Aku tidak tahu apa tanggapanmu
Tetapi apabila kau telah menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat,
Maka kau layak menjadi wakil Allah di dunia ini

Kita ditebus untuk menjadi kaki, tangan, tubuh, dan hati Allah di muka bumi ini
Kita ditebus bukan untuk diri kita sendiri
Melainkan supaya kita hidup untuk orang lain

Dan mulailah kita menyadari bahwa
Orang lain kini bukan sekadar orang “lain” lagi di dalam hidup kita
Mereka yang dulu kita kenal sebagai “orang lain”
Kini menjadi komponen utama dalam panggilan hidup kita

Jangan lengah, jangan anggap remeh, ini tidak sesederhana kedengarannya
Kalau kau benar-benar ingin mengetahui panggilan di dalam hidupmu
Maka mulailah merombak semua fondasi cara berpikirmu yang lama
Dan mulailah untuk berpikir dan merasa bahwa:
Aku hidup untuk orang lain.
Aku masih bisa bernafas supaya aku bisa hidup menolong orang lain.

Mungkin kau akan berpikir,
Jika aku hidup bagi orang lain, bagaimana aku bisa bertahan hidup
Kita hidup untuk orang lain dan orang lain hidup bagi orang yang lain lagi
Dan di dalam kumpulan “orang yang lain lagi”, ada kita di dalamnya
Secara sederhana, percayalah bahwa:
Ketika kau hidup untuk orang lain, akan ada orang lain yang hidup untukmu

Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.
~ Galatia 6 : 2

Semua orang bisa menikmati berkat-berkat tradisional
Gaji yang besar, ketenaran, berjalan keliling dunia, mobil, rumah mewah
Berbelanja perhiasan indah, menonton klub favorit
Meraih rangking 1, sukses dalam bisnis, banyak hal…

Semua hal itu mungkin bisa membuat kita senang
Akan tetapi, ayolah, marilah kita jujur-jujuran
Perlu seberapa banyak berkat semacam itu hingga akhirnya kita sadar, bahwa:
Kesenangan yang timbul dari semua itu tidak bertahan lama

Dulu, tidak ada hal yang lebih kuinginkan selain indeks prestasi yang tinggi
Tetapi saat ini, ketika aku mencoba mengingat IP yang pernah kuraih
Aku butuh beberapa detik untuk mengingat angka kedua di belakang koma dari IP-ku
Yap, aku bahkan sudah lupa berapa IP-ku
Aku sudah melupakan semua kesenangan itu

Akan tetapi, ketika aku mengingat,
Saat-saat di mana aku melakukan sesuatu bagi orang lain
Ada perasaan bahagia yang luar biasa, kepuasan yang penuh dan jauh lebih dalam
Aku merasa hidupku betul-betul bermakna
Aku merasa hidupku tidak sia-sia
Itulah ketika kita hidup untuk orang lain

Ketika melakukan sesuatu bagi orang lain
Ketika berkorban dan mengalahkan ego bagi kepentingan orang lain
Ketika mengangkat kawan yang lemah
Ketika menjadi berkat bagi sesama
Ketika membuat dunia menjadi lebih baik
Ketika kita diangkat oleh Allah keluar dari diri kita sendiri
Dan bertindak bagi orang lain

Kita mencerminkan karakter Allah paling banyak
Ketika kita memberikan diri kita secara cuma-cuma
Tanpa maksud apapun
Tidak ada motivasi rahasia
Tidak ada agenda tersembunyi
#Craig Groeschel

Sekali lagi, ini benar-benar serius
Aku tidak mengatakan ini seolah-olah aku sudah sukses mempraktekannya
Akupun merinding saat merenungkan ini
Yakni bahwasanya:
Kita ditebus bukan untuk menikmati kesenangan hidup
Melainkan untuk dipakai Allah supaya dunia tahu siapa Dia, Allah yang hidup dalammu
Kita ditebus bukan untuk hidup bagi diri sendiri
Melainkan untuk hidup bagi orang lain

Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar:
Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!
~ 1 Korintus 6 : 2

Dan ketika kita sudah dibeli
Itu artinya hak dan kendali sepenuhnya menjadi milik Sang Pembeli, yang adalah Allah
Kita sudah tidak punya lagi hak atas diri dan tubuh kita ini

Sebelum engkau benar-benar serius ingin mengetahui dan menghidupi panggilanmu
Pastikan kau sudah memperbarui cara berpikir tentang hakmu atas dirimu
Sebelum kau hendak melangkah lebih jauh dengan calon pendamping hidupmu
Pastikan kalian mengerti bahwa ada misi besar Allah bagi kalian,
dibanding sekadar membangun rumah tangga yang bahagia dan sejahtera

Dan entahkah kita semua sudah memiliki cara berpikir yang benar itu
Izinkan aku membagikan apa yang sudah aku terima dari buku yang aku baca
Tentang tiga area dalam hidup yang bisa menyediakan bayam bagi momen Popeye kita
Tiga area hidup yang mungkin salah satunya menjadi panggilan hidupmu

#Bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s