Panggilan Hidup : Bayam 1 – Peremuk Hati

Panggilan hidup mungkin masih sangat samar-samar kita ketahui
Tetapi aku rasa banyak di antara kita yang sudah tahu dan pernah mengalami Momen Popeye-nya

Itu bagus
Karena Momen Popeye adalah kunci untuk membuka peti Panggilan Hidup yang masih tertutup itu
Itulah momen di mana kita mengatakan “That’s it, aku tidak tahan lagi, aku harus berbuat sesuatu
Hanya saja, mungkin tidak banyak yang mewujudkan Momen Popeye-nya menjadi tindakan

Oleh sebab itu, yang terpenting sekarang adalah mengetahui apa yang memicu Momen Popeye kita
Dan di halaman ini, kita akan membuka satu hal yang mungkin menjadi bayam bagi kita

Hal pertama adalah
Apakah hal, yang saat kita melihatnya, hati kita remuk?

Satu contoh dari Alkitab tentang remuk hati adalah Nehemia
Nehemia adalah seorang yang sangat mengasihi bangsanya
Suatu hari, ketika dia sedang ada dalam pembuangan, suatu kabar datang padanya
Tembok-tembok Yerusalem telah dihancurkan oleh musuh
Ketika mengetahui hal itu, hati Nehemia hancur

Kata mereka kepadaku: “Orang-orang yang masih tinggal di daerah sana,
yang terhindar dari penawanan, ada dalam kesukaran besar dan dalam keadaan tercela.
Tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakar.
Ketika kudengar berita ini, duduklah aku menangis dan berkabung selama beberapa hari.

Aku berpuasa dan berdoa ke hadirat Allah semesta langit,
~ Nehemia 1 : 3-4

Nehemia tidak hanya bersedih karena tembok Yerusalem yang runtuh itu
Tetapi juga karena saudara sebangsanya di sana yang kini hidup dalam kesukaran besar dan tercela
Lebih dari itu, martabat Allah yang bertahta atas Israel juga seakan runtuh bersama dengan tembok-temboknya
Ini meremukkan hati Nehemia
Ia menangis, ia berduka, ia berpuasa, ia berdoa
Dan Tuhan membuat ini menjadi bayam bagi Nehemia
Dan dia BERTINDAK

Atau tentang Yeremia
Seorang yang sejak muda sudah dipanggil Allah keluar dari dirinya sendiri untuk menjadi lidah-Nya
Dia bernubuat kepada bangsa Yehuda selama berpuluh-puluh tahun
Pelayanannya penuh dengan penolakan, penganiayaan, dan kesedihan
Tetapi satu hal yang menjadi bayam bagi Yeremia, hati yang hancur untuk bangsanya

“Tidak tersembuhkan kedukaan yang menimpa diriku, hatiku sakit pedih.”
Karena luka puteri bangsaku hatiku luka…
~ (Yeremia 8 : 18,21)

Kini giliran kita
Adakah sesuatu yang membuat kita iba, resah, sedih, dan remuk hati?
Dan seperti pelajaran kita sebelumnya, kita sedang berbicara tentang orang lain

Kapan terakhir kali kita merasa iba melihat pengemis di jalan?
Kapan terakhir kali kita remuk hati melihat anak-anak yang putus sekolah saat sekolah dasar?
Apakah kita sangat ingin menjangkau orang-orang tua di panti wreda?
Apakah kita terdorong untuk melakukan sesuatu bagi anak-anak busung lapar di luar sana?
Apakah kita rindu melayani anak-anak di panti asuhan atau bahkan ingin mengadopsinya?
Apakah kita hancur hati melihat anak-anak muda bangsa dan mahasiswa yang menghancurkan dirinya sendiri?

Gumulkanlah itu, take your time untuk merenungkannya
Apakah yang membuatmu merasa tidak tenang saat melihat orang lain sedang hidup dalam kesukaran?
Kau mengenal hatimu, selami dan selidikilah apa beban yang Tuhan tanamkan di dalammu
Dan jika kau tidak cukup mengenal dirimu sendiri, tenanglah… selalu ada Tuhan

Datanglah pada-Nya dan mintalah hikmat-Nya sehingga kita bisa mengenal dan menyelami hati kita
Lebih dari itu, mintalah agar hati-Nya menjadi hati kita
Supaya kita tidak lagi terusik oleh sakit hati pribadi
Melainkan hanya sakit hatinya Allah saja yang menggores dan menggelisahkan kita untuk bertindak

Jadi, apa yang meremukkan hatimu?

#Bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s