Panggilan Hidup : Marah yang Benar, Mewakili Allah

Di bagian terdahulu kita belajar arti penting dari pertanyaan:
Apa yang membuat remuk hatimu?

Kali ini kita akan membahas pertanyaan kedua
Yang mungkin akan memberikan clue bagimu menemukan panggilan hidupmu
“Apa yang membuatmu marah?”

Aku tidak berbicara tentang marah saat kawanmu melanggar janjinya
Atau marah ketika adikmu mengambil makananmu
Atau karena seseorang menyerobotmu di jalan

Marah yang kumaksud adalah marah yang ketika Anda melakukannya, Anda yakin bahwa
Anda sedang mewakili Allah

Salah satu contoh yang bisa kita pelajari adalah Musa
Musa adalah seorang Ibrani yang dibesarkan di lingkungan keluarga Firaun
Walaupun dijadikan anak kerajaan, Musa tahu asal usulnya sebagai orang Israel

Suatu hari, ketika Musa sudah dewasa,
ia pergi keluar untuk menengok saudara sebangsanya yang sedang bekerja dalam perbudakan.
Saat itu, ia melihat seorang Mesir memukul seorang Ibrani
Hal itu membuat Musa menjadi sangat marah

Ia kemudian mencari-cari kesempatan
Dan ketika dilihatnya tidak ada orang yang akan melihat,
Musa membunuh orang Mesir itu dan menyembunyikan mayatnya di pasir

Saat akan melakukan itu, Musa tidak sedang mempersiapakan suatu tindakan yang heroik
Ketika membunuh orang itu, Musa tidak pula mengumumkan itu pada saudara sebangsanya
Dia tidak berkata:
Lihat, aku sudah membunuh orang itu, berani-beraninya dia memukul kita.
Musa hanya digerakkan oleh kemarahannya
Suatu kemarahan yang membuatnya bertindak melakukan sesuatu

Respon Musa memang bukan sesuatu yang bisa kita benarkan walau bagaimanapun kita memandangnya
Tetapi apa yang terjadi dalam sejarah Musa ini, menunjukkan kepada kita:
Betapa besarnya kekuatan yang timbul oleh suatu kepedulian

Bagi beberapa orang yang Tuhan ciptakan secara spesifik,
Kepedulian akan memicu “remuk hati”, seperti pelajaran kita kemarin
Tetapi bagi beberapa orang lain, yang juga Tuhan ciptakan indah sebagaimana adanya,
“Kepedulian akan memicu kemarahan”
Dan kemarahan akan membangkitkan kekuatan luar biasa bagi seseorang untuk beranjak dari tidurnya
Dan melakukan sesuatu karena dia sudah merasa “aku tidak tahan lagi”

Kini yang terpenting adalah bagaimana orang-orang seperti itu bisa menguasai dirinya
Dan dalam pengendalian diri itu dia mampu menjaga kemarahan yang benar
Kemarahan yang benar sesungguhnya adalah kekuatan yang Allah siapkan bagi manusia
untuk memampukan dia membenci dan melawan iblis

Tidak mungkin ada pengampunan bagi iblis
Tidak mungkin ada keselamatan bagi iblis
Dan jika demikian kasusnya, justru adalah benar kalau kita membenci mereka
Lalu bagaimana kita bisa membenci iblis sementara kita penuh dengan kasih?
Nah
, di sinilah mengapa Allah memperlengkapi manusia dengan kemarahan yang benar

Supaya dengan kemarahan itu,
Kita bisa membenci iblis,
Kita bisa membenci sesuatu yang salah
Dan oleh kekuatan amarah itu,
Kita mampu melakukan sesuatu
Kita mampu berdiri teguh dengan kesadaran dari-Nya, bahwa kita sedang marah mewakili Allah

Jadi, apa yang membuatmu marah?
Apa yang membuat hatimu tidak tenang?
Apa yang membuatmu gelisah dan mendesakmu berkata “Aku tidak tahan lagi”?

Apakah Anda marah melihat pemerintahan yang korup?
Apakah Anda marah melihat pornografi merajalela menghancurkan masa depan jutaan manusia?
Apakah Anda benci melihat firman Tuhan diselewengkan oleh gereja-gereja sesat?
Apakah Anda marah melihat domba yang tidak dimuridkan oleh seseorang yang seharusnya membinanya?

Selidiki hatimu, kuasai kendalikan dirimu
Apakah kau yakin bahwa kau sedang marah yang benar?
Apakah kau yakin bahwa kau sedang merasakan kemarahan dan sakit yang hati Allah rasakan?
JIKA DAN HANYA JIKA KAU SUNGGUH-SUNGGUH YAKIN,
Maka pergilah…

Masuklah ke dalam pemerintahan dan adakan perubahan
Perangi penyesatan dengan selalu memberitakan dan mengobrolkan ajaran yang sehat
Muridkan dia ketika kau melihat tak ada yang peduli membina dia
Perbuatlah sesuatu…
Jangan takut kepada orang-orang yang akan melawanmu…
Jangan mau menjadi normal… Jadilah berbeda
Jangan lupa, kau sedang bekerja mewakili Allah

Banyak kali kita mendengar pengajaran, “jangan marah”
Itu terdengar indah, tapi tidak tepat sasaran
Karena yang harus kita lakukan bukanlah tidak marah
Melainkan “jangan berbuat dosa ketika kau marah” (Efesus 4 : 26)
Ingat, apabila kau kehilangan kemarahanmu,
bisa jadi kau kehilangan kekuatan luar biasa yang sudah Tuhan siapkan bagimu untuk bertindak

Nehemia marah besar melihat orang Israel berkawin campur (Nehemia 13 : 25):
Dan apa yang dia lakukan?
Aku menyesali mereka, kukutuki mereka, dan beberapa orang di antara mereka kupukuli
dan kucabut rambutnya dan kusuruh mereka bersumpah demi Allah, demikian:
“Jangan sekali-kali kamu serahkan anak-anak perempuanmu kepada anak-anak lelaki mereka,
atau mengambil anak-anak perempuan mereka sebagai isteri untuk anak-anak lelakimu atau untuk dirimu sendiri!

Musa marah besar melihat bangsanya menjadikan Anak Lembu Emas sebagai berhala
Dan apa yang dia lakukan? (Keluaran 32 : 27)
Berkatalah ia kepada mereka:
“Beginilah firman TUHAN (Musa mewakili lidah Allah), Allah Israel:
Baiklah kamu masing-masing mengikatkan pedangnya pada pinggangnya
dan berjalanlah kian ke mari melalui perkemahan itu dari pintu gerbang ke pintu gerbang,
dan biarlah masing-masing membunuh saudaranya dan temannya dan tetangganya.”
Bani Lewi melakukan seperti yang dikatakan Musa
dan pada hari itu tewaslah kira-kira tiga ribu orang dari bangsa itu.

Paulus pernah berkata mewakili Allah: (2 Korintus 10 : 5 – 6)
Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia
untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus,
dan kami siap sedia juga untuk menghukum setiap kedurhakaan, bila ketaatan kamu telah menjadi sempurna

Terakhir, Bunda Teresa pernah mengatakan:
Ketika saya melihat pemborosan, saya merasa marah di dalam.
Saya tidak suka diri saya menjadi marah,

tapi ketika Anda sudah melihat Etiopia, Anda tidak mungkin tidak marah saat melihat pemborosan.

Jadi, apa yang membuatmu marah?

~ Bersambung ke Bayam ke 3

Advertisements

One thought on “Panggilan Hidup : Marah yang Benar, Mewakili Allah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s