Panggilan Hidup : Kok Hanya Aku yang Peduli?

Banyak orang yang remuk hati, tetapi tidak cukup berani untuk bertindak
Banyak orang yang marah, tetapi tidak cukup radikal untuk membuat perbedaan
Dan lebih banyak lagi orang yang tidak peduli sama sekali

Inilah petunjuk ketiga bagi kita menemukan clue untuk panggilan hidup kita
“Apakah kau pernah merasakan momen ini, yakni ketika kau melihat sesuatu, kemudian timbul kepedulian di dalam hatimu. Dan kau tahu bahwa kebanyakan orang juga memiliki kepedulian terhadap hal itu, sama sepertimu. Tetapi kenyataannya, mereka tidak mengambil tindakan apapun sebagai suatu solusi. Hal itu membuatmu bingung. Kau bertanya-tanya dalam hati kenapa orang-orang ini diam saja. Kau menjadi merasa bahwa kau lah satu-satunya orang yang peduli.”

Pernahkau kau mengalaminya?
Kau mungkin tidak sedemikian remuk hati melihat kejadian itu
Kau mungkin tidak sedemikian marah melihatnya
Tetapi kau peduli terhadap hal itu
Dan kau merasa hanya kau satu-satunya orang yang peduli di sana

Allah menciptakan beberapa orang dengan kepekaan untuk menjadi remuk hati
Allah menciptakan beberapa orang dengan kekuatan untuk menjadi marah-dengan-benar
Dan kepada sebagian orang
Allah memperlengkapi mereka dengan pengalaman khusus atau sesuatu yang tidak bisa dijelaskan
Yang membuat mereka menjadi satu-satunya orang yang peduli di tempat itu

Jangan salah
Merasa bahwa dirimu adalah satu-satunya orang yang peduli terhadap hal spesifik itu, bukanlah dosa
#Aku memberi penekanan di sini, hal spesifik itu

Yang merupakan dosa adalah ketika kau merendahkan orang lain karena kau pikir mereka berhati dingin
Yang juga dosa adalah bilamana kau merasa dirimu hebat karena memiliki kepedulian yang besar
Yang menjadi dosa adalah ketika kau malah berkoar-koar merendahkan orang yang kau pikir tidak peduli sedemikian hingga kau kehabisan waktu untuk bertindak atas kepedulianmu itu

Seseorang tidak cukup peduli atas apa yang kau pedulikan tidak berarti mereka orang yang tidak benar
Bisa jadi mereka sudah punya panggilan khusus dalam hidup mereka
Bisa jadi mereka sudah punya kepedulian spesifik terhadap sesuatu yang justru tidak menjadi kepedulianmu
Bisa jadi kepedulian yang tidak merata ini terjadi karena:
Memang Allah mengarahkannya langsung kepadamu

Dan ketika kau merasa bahwa hal ini terjadi dalam hidupmu
Lakukanlah bagianmu!
Jangan habiskan waktumu untuk mengomel karena orang lain tidak peduli terhadap hal itu!
Jangan habiskan waktumu untuk berkoar-koar merendahkan orang-orang yang panggilannya berbeda denganmu!

Lakukanlah bagianmu!
Ajaklah teman-teman untuk ikut serta denganmu!
Tetapi jika mereka menolak, janganlah tawar hati atau bahkan menjadi menghakimi mereka!

Lakukanlah bagianmu!
Dan ketika kau sedang dalam usahamu untuk bertindak
atau kau sudah bertindak dan kau mulai melihat hasil yang memuaskan dari jerih payahmu,
maka ajaklah lagi beberapa orang untuk ikut padamu melakukan perbuatan yang lebih besar lagi

Tetapi jangan justru menyombongkan keberhasilanmu itu kepada orang-orang
Jangan justru kau berkata kepada orang-orang yang pernah menolak ajakanmu:
“Lihat aku, aku melakukan sesuatu yang benar, aku memiliki kepedulian, tidak seperti kalian para pemalas,
lihat aku bisa melakukannya tanpa kalian, seharusnya dari awal kalian ikut caraku.”

Ketika bangsa Israel berperang melawan bangsa Filistin
Semua prajurit, bahkan rajapun ketakutan saat ditantang oleh Goliat
Semua orang Israel bukannya tidak peduli, mereka peduli
Hanya saja mereka tidak memiliki kepedulian yang cukup besar untuk mempertaruhkan nyawanya

Tiba-tiba datanglah Daud
Daud melihat peperangan itu dan timbul kepedulian di dalam hatinya
Kepedulian itu berbeda
Kepedulian itu membuatnya mau memberikan yang terbaik, nyawanya
Kepedulian itu membuatnya menjadi satu-satunya orang yang benar-benar peduli

Dan dia maju
Tanpa sama sekali merendahkan mereka yang diam ketakutan melihat Goliat
Dia maju tanpa merendahkan “besarnya” kepedulian yang dimiliki oleh orang lain
Dan dia menang

Bagaimana dengan kita?
Apakah kita sangat peduli akan sesuatu sementara orang lain tidak?

Jangan berlama-lama
Jangan menyusahkan diri dengan sikap orang lain
Bertindaklah untuk kepedulian yang ada di hatimu

Kau peduli
Kau sangat peduli
Kau peduli karena Allah memberimu suatu berkat yang istimewa:
Sebuah beban untuk membuat perbedaan

~Bersambung

Advertisements

One thought on “Panggilan Hidup : Kok Hanya Aku yang Peduli?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s