Panggilan Hidup : Tetapi yang Terutama…

Tetapi camkan satu hal terpenting untuk menutup semua ini
Kita tidak diutus hanya untuk menolong seseorang atau beberapa orang kemudian setelah menolong mereka, kita membiarkan mereka hidup normal begitu saja sementara di dalam kenormalan itu, mereka sedang berjalan menuju ke neraka karena tidak adanya pengenalan yang benar akan Allah.
Tidak, kita tidak diutus hanya untuk sekedar menolong dan berbagi berkat kepada orang lain.
Lebih besar dari semua itu, kita diutus untuk
 MEMBAWA MEREKA KEPADA ALLAH

Apakah kita bisa membawa seseorang kepada Allah:
hanya dengan membantu membiayai sekolah seorang anak dari jauh tanpa ada relasi yang lebih akrab dengan anak yang kita biayai itu?
hanya dengan berkomitmen memberi sedekah setiap hari tertentu kemudian begitu saja?

hanya dengan menyembuhkan penyakitnya kemudian dia pergi dan kita menanti pasien berikutnya?
hanya dengan menjadi dosen teladan tanpa ada usaha yang lebih jauh?
hanya dengan rajin menjadi voluntir yang merawat anak-anak busung lapar dan korban gizi buruk di pedalaman sana kemudian kembali ke rutinitas seperti biasa?
hanya dengan mengadopsi anak-anak tanpa mengajar mereka lebih sungguh mengenai Allah mereka?

Tentu saja tidak.
Dibutuhkan komitmen dan usaha yang lebih sungguh untuk memperkenalkan seseorang kepada Allah.

Jika menurut kita,
Kita dipanggil hanya untuk menolong seseorang,
memberikan hidup ini bagi orang lain,
tanpa membagikan pengenalan akan Kristus kepada mereka,
maka sesungguhnya kita sedang melaksanakan visi yang SETENGAH-SETENGAH.

Itu bukanlah panggilan yang UTUH yang sudah Tuhan tugaskan bagi masing-masing kita.
Pertolongan-pertolongan seperti itu, maafkan aku karena berkata seperti ini,
hanyalah pertolongan yang sifatnya SEMENTARA.

Kita menolong mereka saat ini, memang benar,
tapi kita membiarkan mereka menuju kebinasaan.
Jika demikian, apakah baiknya kita?
Orang-orang dunia di luar sana bahkan bisa melakukan yang lebih berguna dibanding kita
Apakah kita berbeda?

Tuhan tidak menebus dosa kita dan mengutus kita menjadi wakil-Nya
hanya untuk melakukan perkara-perkara yang berdampak sementara
Tuhan telah mati dan menguduskan kita
Supaya kita bisa menciptakan perbedaan-perbedaan yang KEKAL

Tidak ada perbedaan kekal yang terjadi hanya dengan menjamin bisa menyekolahkan seorang anak sampai lulus dan membiayai seluruh hidupnya. Perbedaan kekal hanya terjadi ketika seseorang diperkenalkan kepada Allah yang menciptakan dirinya. Kita membuat perbedaan kekal ketika kita memberitakan Kristus kepada orang-orang.

Mungkin kau akan menyanggah aku:
“Richard, aku sungguh-sungguh terbeban untuk menolong orang-orang miskin.
Aku serius terbeban dan akan komit untuk ini walaupun aku akui aku tidak mempertimbangkan pengabaran Injil.
Tetapi setidaknya aku tulus dengan niatku menolong.
Lalu, jika aku sudah tulus seperti ini, mengapa kau mengecilkan arti panggilan hidupku?
Berani-beraninya kau menyebut panggilanku ini hanya SEMENTARA!”

Jika itu yang kau pikirkan, izinkan aku mengajukan tanggapanku:
Aku tidak mengecilkan panggilanmu, Kawan
Mungkin kau sendirilah yang mengecilkan panggilan Allah dalam hidupmu.
Mungkin kaulah yang memilah-milah tugas mana yang kau inginkan dan mana yang tidak.
Mungkin kau hanya terlalu takut untuk berbuat SESUATU YANG LEBIH BESAR LAGI.

Tuhan Yesus pernah berkata:
Aku berkata kepadamu:
Sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku,
ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan,
bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu.
~ Yohanes 14 : 12

Jangan puas hanya dengan visi yang kecil, yang setengah-setengah
Berdoalah agar Tuhan membukakan kepada kita, visi-Nya yang besar bagi setiap kita
Berdoalah agar beban dan luka hati-Nya, itu jugalah yang menjadi beban di hati kita

Berdoalah untuk beban itu
Berdoalah untuk panggilan itu
Panggilan yang besar
Panggilan yang mengguncang surga dan segala isinya

Aku berkata kepadamu: 
Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah 
karena satu orang berdosa yang bertobat.
~ Lukasi 15 : 10

Yesus peduli dengan keadaan jasmani orang-orang
Ia memberi makan kepada 5000 orang laki-laki yang sedang lapar dan sakit
Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya,
maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka
dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.
#Matius 14 : 14

Yesus peduli dengan keadaan jasmani kita,
tetapi lebih lagi Dia peduli dengan apa yang ada di dalam hati kita.
Ia ingin menyelamatkan kita
Ia ingin kita mengenal Allah
“Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau,
satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang Engkau utus.”
#Yohanes 17 : 3

Demikian juga kita
Kita hidup untuk berbagi berkat jasmani kepada orang-orang yang membutuhkan
Kita hidup untuk mengadakan perubahan yang sifatnya fisik
Kita hidup untuk membagikan hidup kita

Dan lebih lagi
Kita diutus untuk membagikan berkat rohani kepada orang-orang
Kita hidup untuk mengadakan perubahan yang kekal
Kita hidup untuk membagikan hidup Kristus kepada dunia

#Bersambung ke Penutup

  

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s