How do you Measure Your Life?

Bagaimanakah kita akan mengukur satu tahun di dalam hidup kita?

Apakah kita akan menghitungnya dalam detik, menit, jam, hari, minggu, dan bulan?
Ataukah dalam seberapa banyak tempat yang kita kunjungi?
Apakah kita akan menghitungnya dalam banyaknya uang yang kita hasilkan?
Ataukah dalam seberapa banyak makanan baru yang akhirnya bisa kita makan?

Apakah kita menghitung satu tahun dengan seberapa banyak buku yang kita baca?
Ataukah dalam banyaknya film yang kita tonton?
Apakah dalam banyaknya materi yang bisa kita beli?
Ataukah dalam jauhnya perjalanan yang kita tempuh?
Apakah dalam setiap kesuksesan yang kita raih?

Dunia ini… Janganlah menjadi sama dengan dunia ini…

Kita hanya punya satu kehidupan saja
Satu-satunya kehidupan yang paling berharga yang diberikan oleh Allah

Kita hanya punya satu kesempatan
Kesempatan yang tidak akan pernah terulang kembali
Kesempatan untuk menjadikan hidup ini menjadi karya agung terakhir di dalam hidup kita

Apa yang akan kau lakukan ketika kau tiba di detik terakhir dalam hidupmu
Saat kau harus mempertanggungjawabkan segala sesuatu kepada-Nya
Akankah kau berkata:
“Tuhan, lihatlah mobilku!
Lihatlah berapa banyak tempat sudah kukunjungi!

Tuhan, lihat berapa uang yang kuhasilkan!
Tuhan, lihat seberapa banyak orang mengagumiku!”

Jangan sia-siakan hidup yang begitu berharga ini

Bagaimana jika kau mengukur tahun-tahunmu
Dalam kasih?

Ukurlah waktu di dalam hidupmu dengan ukuran kasih
Kenanglah kasih yang pernah kau terima
Ketahuilah bahwa kasih itu datangnya dari atas

Bagikanlah kasih, sebarkanlah kasih, berikanlah kasih
Ukurlah hidupmu dengan kasih

Seorang anak akan mirip dengan bapanya
Kita menyebut Allah sebagai Bapa kita
Apakah kita mirip dengannya?
Apakah kita mencerminkan sifat-sifat Bapa kita?

Allah, Bapa kita tidak hidup untuk diri-Nya sendiri
Dia bisa hidup, cukup dengan diri-Nya sendiri, Dia tidak membutuhkan manusia
Tetapi Dia memutuskan untuk menciptakan manusia
Supaya kasih yang Dia miliki tidak Dia pakai untuk diri-Nya sendiri
Dia selalu ingin untuk membagikan kasih-Nya, hidup-Nya untuk manusia

Dia menciptakan manusia supaya manusia bisa menikmati kasih-Nya
Memang benar, Allah menghendaki manusia untuk menyembah-Nya
Tetapi Dia tidak menginginkan manusia menyembah-Nya seolah-olah Dia kekurangan pujian
Malaikat dan makhluk surga lain jauh lebih baik dalam memuji dibanding manusia
Tetapi Allah mau manusia menyembah-Nya
Sebab Dia tahu bahwa ketika manusia menyembah-Nya,
manusia itu akan menikmati bahagia yang luar biasa

Allah ingin kita menyembah-Nya karena Dia tahu bahwa
Hanya dalam menyembah-Nya lah kita benar-benar menikmati kasih-Nya


Dan itu membuktikan bahwa Allah tidak pernah hidup untuk diri-Nya sendiri
Dan demikianlah hendaknya kita harus hidup jika kita mengaku sebagai anak-Nya

Kita hidup untuk orang lain
Kita hidup untuk membangun orang lain
Kita bernafas untuk membahagiakan orang lain
Kita hidup supaya orang lain bisa hidup
Tetapi kau tahu hidup apa yang kumaksud, “hidup yang benar-benar hidup”

Ukurlah hidupmu dalam kasih!
Sudahkah engkau mengasihi hari ini?

999079_350151908463963_1078751869_n

NB: Terinspirasi oleh lagu Seasons of Love

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s