0. Mengenal dan Dikenal

Do-I-know-you

Suatu hari orang tuaku menelpon
Yang pertama-tama berbicara adalah bapakku
Topik yang sebentar lagi kami bicarakan sebenarnya kurang aku suka

Bapakku pun berkata:
“Bang, ngapain kamu di kamar terus? Keluarlah jalan-jalan!
Masa masih muda kerjaannya di kamar aja?”

Di satu sisi, aku agak risih karena aku rasa aku diperlakukan seperti anak kecil kembali
Tetapi di sisi lain, aku senang karena aku tahu maksud bapakku yang sebenarnya
Aku kenal bapak dan bapak adalah orang yang terkadang terlalu mencemaskan anaknya
Maksud bapak menyuruhkan jalan-jalan adalah agar aku tidak kesepian

Dan ternyata dugaanku benar
Setelah selesai dengan bapak, kini giliran mama yang berbicara:

M : Bang, kau ga mau kah keluar jalan-jalan? Gada temanmu rupanya di sana?
R  : Ah, Mak. Aku malas jalan-jalan. Cuman mall semua di sini. Aku nyaman kok di kamar, Mak.
M : Bapakmu itu nah. Bapakmu pikir nanti kau kesepian di kamar terus.
Makanya disuruh mama biar nyuruh kau jalan-jalan

R  : Aku ga kesepian lah Mak. Enak kok di sini.
M :
Itulah Bapakmu kan, kerjaannya cemas terus.
Sudah mama bilang, Abang itu orangnya ga suka jalan-jalan. 
Abang itu suka di rumah. Ga akan kesepian dia di kosan, tapi bapakmu ga percaya.
Aku kenal anakku bagaimana.

Ketika mamaku berkata “Aku kenal anakku bagaimana“,
Ahh, perasaan luar biasa mengalir dari telinga sampai ke hati, sungguh-sungguh luar biasa
Perasaan bangga menyelimutiku, karena mamaku ternyata benar-benar mengenal sifatku
Dan tentu saja, aku senangnya minta ampun luar biasa

Merasa benar-benar-dikenal oleh seseorang, ternyata sensasinya sangat berbeda
Aku belum pernah merasakan kesenangan yang jenisnya seperti ini
Dan setelah kupikir-pikir, benar juga, aku rasa belum ada orang yang cukup mengenalku sedalam ini
Dan sebaliknya, aku juga belum pernah membahagiakan seseorang dengan benar-benar mengenalnya

Dan setelah memikirkannya lebih jauh
Kini semuanya tampak semakin masuk akal ketika Allah berkata:
“Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, 
dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran. (Hosea 6:6)

tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut: 
bahwa ia memahami dan mengenal Aku
sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN.” (Yeremia 9 : 24)

Sama seperti aku yang tersanjung luar biasa setelah mengetahui mama sangat mengenalku. Sama seperti para ayah yang bangga luar biasa ketika anaknya yang baru berusia sekian bulan pertama kali menunjuknya dengan jari jempol kecil dan lucu mereka dan berkata “bpa bpa (baca: papa)”. Aku rasa Allah pasti akan sangat tersanjung luar biasa ketika umat-Nya mengenal-Nya. Ketika umat-Nya mengenal-Nya, Allah akan sangat bangga telah menjadi Allah mereka. Mungkin Allah akan berkata kepada para malaikat:
“Kalian lihat? Kalian lihat barusan?
Huaaaa…. Richard, anakku mengenal-Ku. Richard, mengenal-Ku!!!
Ha ha ha, that’s My boy out there.”

Dan sepertinya aku mulai bisa memahami betapa hancurnya hati Allah saat Dia berkata:
“Lembu mengenal pemiliknya, tetapi Israel tidak; 
keledai mengenal palungan yang disediakan tuannya, tetapi umat-Ku tidak memahaminya.”
~Yesaya 1 : 3

Bagaimana jika mamaku, orang yang paling dekat denganku, ternyata tidak cukup mengenalku?
Aku tidak berani sama sekali membayangkan itu.
Bagaimana denganmu? Tidakkah akan hancur hatimu ketika kau tahu ternyata orangtua atau orang yang terdekat denganmu ternyata tidak cukup kenal padamu?

Bagaimana?
Bukankah kau akan senang luar biasa saat mamamu berkata:
“Ini mama buatkan masakan kesukaanmu (dan ternyata itu benar-benar masakan kesukaanmu).”

Tidakkah kau akan terharu ketika kau mengalami hal yang mirip denganku, saat orangtuamu berkata:
Mama kenal sama sifat anak mama. Dari kecil kan kamu seperti itu.

Bukankah kau akan bangga luar biasa memiliki seorang teman terdekat yang berkata:
“Ya elah Bro/Sis, kayak gw orang lain aja. Gw kenal sapa lo. Gw kenal baek dan jelek lo.”

Sekarang mari kita selidiki hati kita masing-masing! Siapapun kita, betapapun kita orang berdosa, aku yakin pasti ada keinginan terdalam dari hati kita untuk menyenangkan hati Allah dan membuat-Nya bangga. Sebenarnya, kita sangat ingin bisa memberikan surprise kepada Allah dan melihat-Nya tersenyum bangga. Akan tetapi, sering kali kita diterpa oleh pikiran yang muluk-muluk tentang menyenangkan Tuhan harus begini harus begitu. Ide-ide menyenangkan Tuhan yang semakin banyak dan semakin kompleks membuat kita pesimis bahwa kita bisa menyenangkan Tuhan.

Yang awalnya kita ingin dekat kepada Allah, yang awalnya kita ingin menyenangkan hati-Nya, kini berujung pada hubungan yang retak karena yang sampai di telinga dan hati kita adalah kabar-kabar yang menyebutkan bahwa menyenangkan Tuhan adalah sesuatu yang rumit. Kita semakin jatuh dan terpuruk, semakin sungkan dan segan, saat kita mendengar bahwa standarnya Allah itu tinggi, mustahil bisa kita menyenangkan Dia.

Nah, mari kita renungkan kembali
Allah sendiri berkata:
Aku menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran

Menyenangkan Allah bukanlah hal yang rumit
Mengenal-Nya, itulah hal yang Dia inginkan dari kita
Dan itu sederhana
Itu tidak rumit, melainkan indah dan intim

Kenallah Dia melalui firman-Nya di Alkitab.
Dan jangan berhenti di situ saja, kenallah Dia melalui pengalaman hidupmu.
Mengenal-Nya dari Alkitab berbeda dengan mengenal-Nya dari pengalaman hidup
Kedua-duanya sama-sama penting dan tidak boleh tidak ada

Melalui Alkitab, kita mengenal Dia sebagai Allah seisi dunia
Melalui Alkitab, kita tahu apa yang Dia inginkan dari umat-Nya
Tetapi melalui pengalaman hidup, kita mengenal Dia sebagai Allah-nya si Richard, Allah-nya si “isi dengan namamu”
Melalui pengalaman hidup, kita tahu apa yang Dia inginkan secara spesifik dari kita pribadi

Membaca Alkitab biasanya cukup jelas, tetapi terkadang kurang intim. Mengenal-Nya melalui pengalaman hidup, walau seringkali tidak jelas, tetapi lebih intim karena justru dalam jatuh bangun mengenal-Nya itulah kita akan memiliki hubungan yang intim nan so sweet dengan Dia. Justru melalui pengalaman hiduplah kita bisa berkata, “gw ngerti banget nih, gini nih tanda-tanda Tuhan lagi ngambek sama gw.” Justru melalui pengalaman hidup kita bisa berkata, “Tuhan so sweet bangetlah, semuanya ini ga pernah kuduga tetapi Dia rancangkan sempurna. Cinta bangetlah sama Tuhan Yesus.” Oleh sebab itu, mengenal-Nya melalui Alkitab dan pengalaman hidup tidak boleh dipisahkan.

JATUH BANGUN dalam mengenal-Nya adalah hal yang wajar. Jangan jadikan itu sebagai cikal bakal yang menghancurkan hubungan kita dengan Dia. Aku tidak selalu memberikan sedekah kepada pengemis yang kulewati. Aku ingin Tuhanlah yang memimpinku untuk memilih kepada siapa aku memberikan sedekah. Dan sedikit demi sedikit aku mulai bisa membedakan, apakah aku harus memberi sedekah kepada dia, atau kepada dia yang di sana, apakah aku harus memberikan kepada dia hari ini, atau besok saja. Beberapa orang Kristen lain mungkin akan berpendapat bahwa aku semata-mata hanya mengikuti mood hatiku dan bukan suara Tuhan. Tapi aku tidak peduli jika ada yang berpendapat seperti itu. Ini adalah hubungan kedekatanku dengan Tuhan, mengapa aku harus memikirkan pendapat orang lain? Afterall, Tuhan Yesus pernah berkata, “domba-dombaku MENGENAL suara-Ku.”

Allah ingin kita mengenal-Nya
Keinginan-Nya itu sangat tulus dan murni, setulus dan selembut engkau ingin dikenal oleh orang yang kau sayangi
Mengapa kita hendak menyalahartikan keinginan-Nya itu sebagai daftar perintah yang justru menjauhkan Dia dari kita?

Kekristenan bukanlah agama
Kekristenan bukanlah daftar perintah “boleh dan tidak boleh”

Kekristenan adalah bagaimana Allah ingin mengenal kita luar dan dalam
Kekristenan adalah usaha balik kita untuk mengenal Dia, walau itu jatuh bangun
Kekristenan adalah bagaimana kita dan Allah saling mengenal dan dikenal

Sebagaimana seorang lelaki berjuang mati-matian mendapatkan hati gadis yang dicintainya
Kekristenan adalah bagaimana Allah memenangkan hati kita dan membuat kita jatuh cinta pada-Nya
Kekristenan adalah usaha balik kita untuk mendapatkan hati Allah

Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi:
Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,

Yesus punya satu kebanggaan
Sama seperti kebanggaan orang tua adalah anak-anaknya
Kebanggaan Tuhan Yesus adalah domba-dombanya
Suatu saat di akhir zaman kelak, Yesus akan berhadapan dengan iblis dan dunia
Dan aku yakin Dia akan berkata dengan bangga-Nya:
“Hai iblis dan dunia, kalian lihat domba-dombaku?
Orang-orang yang tidak bisa kalian kalahkan.

Mereka adalah domba-dombaku, dan aku Allah mereka.”

Kau lihat betapa semangatnya bapakmu saat memperkenalkan engkau di depan keluarga?
Demikianlah, bahkan lebih lagi, Allah ingin dengan bangga bisa mengenalkan engkau ke seisi surga?
Jangan kita kecewakan kebanggaan-Nya atas kita?

Jadi
Sudahkah kau dikenal-Nya?
Sudahkah kau mengenal-Nya?

Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini, tetapi aku tidak malu; 
karena aku tahu kepada siapa aku percaya 
dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.
~ 2 Timotius 1 : 12

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s