2. Apa yang Orang Lain Pikirkan

Who-Am-I

Seorang penulis pernah berkata:
Kita bukan apa yang kita pikirkan
Kita juga bukan apa yang orang lain pikirkan
Kita adalah apa yang kita pikir orang lain pikirkan tentang kita

Huooo... ada apa? Serasa tanah yang kita pijak baru saja berguncang, bukan? Ya ya ya
Sebagian dari kita mungkin akan menyanggah perkataan itu
Tapi menurutku sangat tidak ada salahnya jika saat ini juga kita mengevaluasi diri kita sekali lagi
“Apakah aku adalah apa yang aku pikir orang lain pikirkan mengenai aku?”

Apa yang dibutuhkan pada titik ini adalah kerendahan hati. Kerendahan hati untuk menyadari dan mengakui kalau-kalau kita telah melakukan kesalahan dalam mengenal diri kita. Jikalau kita dapati bahwa kita menyerahkan sepenuhnya atau sebagian besar identitas diri kita kepada pikiran orang lain, aku rasa inilah saat yang paling cocok untuk melakukan apa yang pernah disebut oleh seorang bijak, “menertawakan diri sendiri“. Kemampuan untuk menertawakan diri sendiri adalah salah satu bentuk kebijaksanaan.

Banyak wanita yang berpakaian super sexy. Aku melihat wanita-wanita seperti ini setiap hari di lingkungan gedungku. Suatu hari, saat pergi pulang dari kantor, langkah kakiku terhenti karena aku tidak percaya pada pandanganku. “Hey hey hey, apa gadis ini sudah gila, gadis ini berkeliaran di ATM tanpa rok atau celana?“, itulah yang ada di benakku. Tidak lama aku sadar bahwa gadis itu, tentu saja memakai celana, hanya saja celana yang ia pakai amat sangat terlalu keterlaluan untuk bisa disebut celana pendek. Kiamat memang sudah sangat dekat.

Banyak wanita hari-hari ini menilai dirinya berdasarkan apa yang ia pikir orang lain pikirkan tentang dia. Mereka pikir orang lain akan berpikir bahwa mereka cantik apabila mereka mengenakan pakaian semacam itu. Menggantungkan kecantikan diri kepada pikiran orang lain, tidakkah itu terlalu menyedihkan? Bagiku pribadi itu lebih dari menyedihkan karena bagaimana mungkin keindahan hati dan wajah yang sudah Tuhan berikan, malah ditukar dengan pakaian yang dirajut dengan benang yang jumlahnya “terlalu sedikit” itu?

Kau sudah memiliki wajah yang cantik, mengapa kau menukarnya dengan make up-mu yang setebal itu?
Kau, kalau kau mau, bisa memiliki hati yang cantik, mengapa kau menukar kesempatan itu dengan celana super pendek?
Apakah kau tidak yakin dirimu cantik tanpa make up dan baju seksi itu?
Tidakkah kau sedang merendahkan dirimu sendiri?

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Seseorang menyiksa dirinya sendiri dan menjadi kesusahan untuk menemukan alasan untuk bersyukur
Karena dia pikir orang lain akan memandangnya hina, rendah, dan tidak berharga

Seseorang bekerja mati-matian dan menghabiskan banyak sekali uang untuk mengejar pengakuan orang lain
Dia baru bisa merasa sukses apabila dia sudah yakin bahwa orang lain akan berpandangan bahwa dia adalah orang sukses

Ada quote sampah yang seringkali aku dengar dan lihat
Pembuat quote ini pasti merasa dia menolong banyak orang dengan quote itu
Padahal yang terjadi adalah dia malah semakin merusak orang
Dia berkata:
“Tidak ada yang lebih menyenangkan dibandingkan membuktikan kepada seseorang yang pernah meragukan dirimu bahwa sebenarnya kau bisa”

Mengapa aku mengatakan ini sampah? Karena perkataan ini tidak menolong sama sekali. Perkataan ini malah menjerumuskan orang-orang agar berpikiran bahwa mereka harus bisa melakukan hal itu supaya mereka bisa mendapatkan pengakuan dari orang yang pernah meragukan mereka sebelumnya. Alhasil, seseorang tidak lagi digerakkan oleh hasratnya sendiri untuk melakukan sesuatu tetapi malah digerakkan oleh dahaga untuk membuktikan diri dan mendapatkan pengakuan orang lain. Itu sama saja artinya dengan dia tidak hidup pada dirinya sendiri, tetapi hidup di bawah bayang-bayang orang lain. Itu kesia-siaan. Itu kebodohan. Itu menyedihkan.

Bagaimana jika ternyata tidak ada satu orangpun yang cukup senggang untuk memikirkan apapun tentangmu?
Bagaimana jika ternyata tidak ada yang memusingkan apakah engkau cantik atau tidak, sukses atau tidak?
Bagaimana jika ternyata tidak ada yang memandangmu jelek, gemuk, atau apapun yang negatif seperti yang kau takutkan?
Bagaimana jika semua orang sibuk dengan dirinya sendiri dan tidak punya waktu berpikiran baik atau buruk tentangmu?
Bagaimana jika kau sudah mengorbankan segalanya tetapi hanya “oh, cukup tau saja” yang ada di benak mereka?
Bukankah semua usahamu akan menjadi sia-sia dan tidak berarti?

Kau pikir orang lain akan berpikiran begini begitu tentangmu. Kau pikir dengan melakukan ini orang akan memandangmu baik hati. Kau pikir dengan mengenakan ini orang lain akan memandangmu tampan/cantik. Kau pikir dengan bersikap seperti itu orang akan memandangmu bijaksana. Kau pikir orang-orang akan membenci, menolak, menjauhi, dan mengganggapmu aneh. Kau hidup dalam angan-anganmu sendiri tentang apa yang orang lain pikirkan tentangmu.

Wake up my dear friends… wake up 

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sebelum ini menjadi semakin melebar ke mana-mana, mari kita kembali:
Kita adalah apa yang kita pikir orang lain pikirkan tentang kita

Ini adalah pikiran yang sangat berbahaya
Dan tidak ada pilihan lain, kita harus pergi dari paradigma itu, sekarang juga

Setiap detik yang kita habiskan dengan pengenalan diri seperti itu, akan terus menggerogoti hidup kita.
Setiap detik, kita semakin tenggelam dalam dunia bayangan yang kita ciptakan sendiri.
Setiap detik, kita semakin kesulitan mengenal diri kita.
Perlahan tapi pasti, kita benar-benar akan kehilangan identitas kita yang sebenarnya.

Apakah kau mau dirimu yang asli terkubur selamanya tanpa ada yang mengenal, bahkan oleh dirimu sendiri?

Katakan “selamat tinggal” terhadap cara hidup yang menilai diri kita berdasarkan apa yang kita pikir orang lain pikirkan tentang kita. Sudah saatnya kita mengenal diri kita dengan benar.

#Bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s