1. Who am I?

Who am I?

Dikenal, adalah suatu hal yang luar biasa
Pada saat yang sama, kita akan merasakan sukacita dan bangga
karena telah memiliki seseorang yang benar-benar mengenal diri kita
Tidak hanya penampilan luar kita, tetapi juga apa yang ada di dalam hati kita
Tidak hanya bagian baiknya, tetapi juga bagian yang buruk dari diri kita

Dikenal… itu jauh lebih indah dibandingkan menjadi terkenal
Apalah artinya jika seseorang menjadi terkenal tetapi dia sendiri tidak benar-benar dikenal
Kalau dia tidak dikenal, lalu siapa orang yang terkenal itu?
Orang yang terkenal itu bukanlah dia karena orang yang terkenal itu adalah dia-dengan-topeng
Dan “dia-dengan-topeng” bukanlah “dia

Allah sangat ingin umat-Nya mengenal-Nya. Tidak sekadar memandang-Nya terkenal karena Diapun sudah terkenal di kalangan Iblis. Allah ingin agar Dia benar-benar dikenal secara pribadi oleh orang-orang yang dikasihi-Nya. Allah akan bersorak sorai ketika satu dari domba-Nya mengenal Dia. Begitu pula hal yang pernah kurasakan. Aku begitu bangga ketika mamaku menunjukkan bahwa ia benar-benar mengenalku.

Aku berbahagia karena aku tahu Allah-ku mengenalku
Aku bersukacita karena aku tahu seseorang mengenalku
Pengenalan membawa sukacita

Bagaimana sejauh ini? Apakah hanya sampai di sana saja? Bukan maksudku mengatakan bahwa Allah saja tidak cukup, tetapi tidakkah menurutmu ada satu pribadi yang belum disebut-disebut di sini? Tidakkah kau rasa ada satu lagi pribadi yang seharusnya mengenalmu luar dan dalam, baik dan buruk? Siapakah dia?

Dirimu…
Ya… dirimu sendiri…

Apakah kau mengenalmu?

#Bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s