6. Love Changes Everything

love-changes-everything

Inilah kenyataan yang mencengangkan:
Kita berusaha keras mengenal diri kita dan mengetahui apa yang ingin kita kejar
Hanya untuk, pada akhirnya, menaklukkan semua itu di bawah apa/siapa yang paling kita cintai

Memang benar sekali apa yang Tuhan Yesus katakan:
Di mana hartamu (apa yang paling kau cintai) berada, di situ juga hatimu

Cinta membuat segala sesuatu berubah
Orang yang dahulu baik dapat berubah 180o ketika dia mulai cinta uang

Orang yang dahulu rendah hati, bisa jadi sangat sombong, ketika dia mulai cinta akan tahta

Anjali, yang tomboy, dan selalu sinis kepada gadis-gadis yang bersolek,
pada akhirnya mau berdandan begitu menor karena dia jatuh cinta kepada Rahul.

Aku yakin ini juga terjadi pada jutaan gadis di dunia nyata.

Seorang lelaki bisa mengorbankan semua cita-citanya demi gadis yang dia cintai
Seorang lelaki yang keras hati luar biasa, dapat menjadi sangat lembut ketika seorang gadis memikat hatinya

Bahkan
Tuhan Allah, rela turun ke bumi dan menjadi manusia
Karena cinta-Nya kepada umat yang Dia ciptakan

Cinta mengubah segalanya
Bahkan mampu mengubah seseorang yang merasa sudah sangat mengenal dirinya sendiri 

Menjadi seorang lain yang totally different, yang kini tidak dikenali oleh dirinya sendiri

Aku tidak sedang berkhotbah di depan mimbar. Aku sedang menulis di blog. Oleh sebab itu, aku rasa masih bisa diterima jika aku memetik suatu dialog dari sebuah film sekuler kesukaanku, The Notebook, untuk membantuku menggambarkan semua ini:
Pada saat itu, Noah melihat Ally, gadis yang memikat hatinya.
Noah menghampiri Ally dan merayunya untuk mau diajak berkencan.
Berikut sepenggal dialog mereka:

Noah: You don’t know me but I know me. And when I see something that i like, i gotta… i love it
Ally: hahahaha
Noah: I go.. I mean I go crazy for it.
Ally: Okay, what are you talking about?
Noah: Well, you
Ally: Oh, you’re good. I’m impressed. (Ally memuji kemahiran Noah menggombal)
Noah: No, you’re getting me wrong. I’m not usually like this, I’m sorry
Ally: Yes, you are

Noah:
I can be fun, if you want
Pensive, uh, smart,
Uh, superstitious, brave.
And uh… I can be light on my feet (sambil menari)
I could be whatever you want
You just tell me what you want and I’ll be that for you

Ally: You’re dumb
Noah: I could be that
#Ally tersenyum dan pergi

Bagi seseorang yang sedang jatuh cinta, nampaknya tidak ada yang lebih berharga dibanding mendapatkan dia yang dicintainya. Keberhargaan orang yang dicintai bahkan jauh melampaui keberhargaan pengenalan dirinya sendiri. Cinta membuat seseorang siap mengorbankan dirinya yang dia kenal sehingga dia rela menjadi “orang lain”, atau mungkin yang lebih tepat, rela menjadi “apapun” demi mendapatkan hati orang yang dia cintai.

Aku pernah memiliki berat badan hingga 95 kilogram. Pada saat itu, aku yakin aku sudah cukup mengenal diriku dan aku cukup yakin apa yang aku mau. Bagiku tidak ada yang lebih penting dibandingkan mendapatkan rangking satu dan berbagai piagam penghargaan. Aku tidak peduli akan hal lain, termasuk masalah percintaan. Dan itu berujung pada kebebasanku yang kelewatan dalam menyantap makanan enak. Aku menjadi sangat gendut dan aku menikmati itu.

Tetapi ketika aku melihat seorang gadis yang sangat memikat hatiku, barulah aku mengerti bagaimana rasanya menyukai seseorang. Perasaan itu membuatku gila dan tersiksa. Aku harus melakukan sesuatu terhadap perasaan yang menggalaukan itu. Aku harus mengungkapkan kalau aku menyukainya dan sebisa mungkin aku harus bisa mendapatkan gadis itu. Tetapi ada satu penghalang besar bagiku, postur tubuhku.

Dari saat itulah, aku berkomitmen untuk mengubah hidupku. Aku mengabaikan semua konsep tentang pengenalan diriku dan tentang apa yang aku kejar dalam hidup ini. Bagiku, rangking dan piagam penghargaan kini tidak lagi menjadi sedemikian penting. Aku meninggalkan semua itu. Aku siap menjadi orang lain yang berbeda.

Aku korbankan jam-jam belajarku yang dulu sangat berharga, hanya untuk bermain bola, olahraga yang selama ini kukenal sebagai olahraga yang tidak kusukai. Aku rela makan semua sayuran, makanan yang selama ini kukenal sebagai makanan yang paling kubenci. Aku meninggalkan semua makanan dan cemilan yang paling aku cintai. Aku menyiksa diriku dengan diet dan olahraga yang menjajahku. Aku siap melakukan apapun dan menjadi apapun demi mendapatkannya.

Dan hasilnya, cinta, walaupun itu cinta monyet, mampu mengubahku. Aku benar-benar berbeda. Aku bukan lagi Bang Ichi yang gendut. Kehilangan 35 kg dalam kurang dari 2 bulan aku rasa cukup untuk mengesahkan berubahnya aku menjadi orang lain.
The rest of the story is history…

Belum lama ini ada seorang adik yang membuat status di facebook-nya:
and love can change everything, even our recent plans

Aku setuju dengannya
Cinta bisa mengubah segala sesuatu,
termasuk rencana yang baru saja kita buat
termasuk cita-cita besar yang lahir dari apa yang kita sebut “kutahu yang kumau”

Cinta mengubah segalanya
Dan ketika cinta menghampirimu
Kau akan mulai mengkompromikan semua nilai dirimu
Kau mulai rela melepaskan titik-titik krusial dalam pengenalan dirimu
Kau siap menjadi orang yang berbeda
Pengenalan dirimu menjadi tidak begitu penting lagi
Karena dirimu bukan lagi menjadi hartamu
Melainkan dialah hartamu, tempat hatimu berada

Oleh sebab itu,
Hampir tidak ada gunanya jika kau berusaha mengenal dirimu sebelum kau benar-benar menemukan cinta sejati
Karena ketika cinta sejati datang, kau akan siap menjadi seorang yang lain
dan dirimu yang dulu, yang kau kira kau kenal, mungkin akan terkubur selamanya

 

Temukanlah cinta sejatimu terlebih dahulu
Setelah itu barulah kau siap merekonstruksi dirimu menjadi dirimu yang sesungguhnya
Temukanlah cinta sejatimu terlebih dahulu
Barulah kau akan benar-benar tahu apa yang hendak kau lakukan di dalam hidupmu

Kini pertanyaan besar yang menentukan hidupmu hanyalah ini:
Siapakah cinta sejatimu?

Di dalam dunia ini ada dua hal:
Apa yang perlu kita ketahui
Apa yang perlu kita lakukan

Hal terbaik untuk kita ketahui adalah: Allah mencintaiku
Hal terbaik untuk kita lakukan adalah: Balik mencintai-Nya

 

Benar sekali
Tidak ada hal paling indah di dalam hidup ini
Selain mencintai Tuhan
Sebab kasih setia-Nya lebih baik dari hidup (Mazmur 63)

#Bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s