11. Akan-Pasti-Harus-Bisa Berubah

Manusia berubah
Ketika dia anak-anak
Ketika dia beranjak dewasa
Ketika dia merasa dia sudah dewasa
Ketika dia benar-benar dewasa
Ketika dia menyukai seseorang
Ketika dia menjadi seorang ayah atau ibu
Ketika dia sakit
Ketika dia lapar
Ketika dia lelah
Ketika dia sibuk
Ketika dia takut
Ketika dia terancam
Ketika dia baru bangun tidur
Ketika dia (hanya wanita) senang “berhalangan”
Ketika dia sendirian dan tak ada yang mengawasi
Ketika seluruh mata tertuju pada dia
Ketika dia bersama teman-teman
Ketika dia bersama orang rumah
Ketika dia tahu dia akan segera mati

Semua hal itu membuat sifat manusia berubah
Waktu, kondisi tubuh, keuangan, kesempatan, lingkungan, harta, apapun
Semuanya merubah manusia

Jadi katakanlah sekali lagi padaku
Siapakah “aku” saat kau berkata “aku kenal siapa aku, sifatku memang seperti ini
Siapakah “diriku” saat kau berkata “aku ingin mengenal diriku dulu

Apakah kau bisa menjamin bahwa “aku saat ini” akan sama dengan “aku di masa depan” ?
Tidakkah kau lelah terus menerus merevisi pengenalan dirimu?
Sudah berapa banyak orang kau kecewakan hanya karena kau enggan berubah?

Kita akan berubah
Kita pasti berubah
Kita harus berubah
Kita bisa berubah

Oleh sebab itu,
Adalah suatu keanehan ketika kita sudah mengetahui bahwa kecenderungan sifat-sifat kita adalah senantiasa berubah,
tetapi kita tetap saja mendasarkan pengenalan diri kita berdasarkan sifat-sifat yang sifatnya sementara itu

Dan kalau kita tahu bahwa sifat kita harus-bisa-pasti-akan berubah
Dan kalau kita tahu perubahan sifat ke arah mana yang benar
Mengapa kita masih menunda-nunda perubahan itu?

Dibandingkan terus menerus menunda perubahan itu
Dibandingkan terus menerus menyamankan diri dengan pengenalan diri semu saat ini
Dibandingkan terus menerus menyakiti orang lain karena keengganan berkorban dan mengalah
Dibandingkan terus menerus mengatakan “gua memang orangnya begini
Dibandinkan terus mengharapkan orang lain untuk mengerti diri kita terlebih dahulu
Dibandingkan terus menerus memiliki kapasitas di bawah yang seharusnya
Mengapa tidak kita mulai saja project perubahan itu sekarang?

Manusia berubah
Dan manusia tahu benar akan hal itu
Kau dan akupun mengakuinya

Tetapi aku rasa untuk yang satu ini kau akan berkata “oh iya juga yah
Hanya dua hal yang mampu mengubah seseorang:
Cinta atau Takut

Seorang pemalas menjadi luar biasa rajin demi universitas yang dia inginkan
Bisa jadi karena dia sangat cinta akan kampus impiannya
Bisa jadi karena dia sangat cinta pada orangtuanya dan ingin membahagiakan mereka
Bisa jadi karena dia takut tidak memiliki masa depan yang membanggakan

Seorang perokok berat yang terkena serangan jantung kini meninggalkan rokoknya selamanya
Bisa jadi karena dia sangat cinta pada keluarganya
Bisa jadi karena dia sangat cinta pada dirinya sendiri
Bisa jadi karena dia takut mati

Seorang pendosa akan berusaha meninggalkan sifat-sifat lamanya
Bisa jadi karena dia sangat cinta kepada Penciptanya
Bisa jadi karena dia takut masuk neraka

Kita tahu bahwa diri ini, lengkap dengan sifat-sifatnya, cepat atau lambat akan berubah
Kita tidak bisa menghindari hal itu
Tetapi satu hal, kita bisa memutuskan alasan apa yang membuat kita berubah
Cinta atau takut?

Tetapi mengapa harus mendasarkan perubahan karena rasa takut?
Hanya satu hal terindah di dalam hidup ini: Dicintai
Dan menurutku, hanya satu hal yang bisa menyamainya: Mencintai

Walaupun seringkali mencintai itu menjadi sangat melelahkan dan menyiksa
Tetap saja, mencintai adalah hal paling indah yang bisa lahir dari hati dan dirasakan oleh hati

for love is as strong as death
~ Song of Solomon 8 :6

There is no fear in love. But perfect love drives out fear
~ 1 John 4 : 18

And now these three remain: faith, hope and love.
But the greatest of these is love.
~ 1 Corinthians 13 : 13

Above all, love each other deeply,
because love covers over a multitude of sins.
~ 1 Peter 4 : 8

Beloved, let us love one another, for love is of God;
and everyone who loves is born of God and knows God.
~ 1 John 4 : 7

Love never fails
~ 1 Corinthians 13 : 8


This is how we know what love is:

Jesus Christ laid down his life for us
.
~ 1 John 3 : 16

Dibandingkan terus menerus berkata “aku tahu siapa aku
Yang ujung-ujungnya akan direvisi dengan berkata “tapi aku sudah berubah, kini inilah aku
Dan pada akhirnya, lagi-lagi akan berubah lagi

Lebih baik jadikan kasih sebagai permulaan dari segala perubahan hidup kita
Lebih baik jadikan kasih sebagai identitas kita

untitled

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Cinta mampu menumbangkan pengenalan diri kita yang lama
Cinta mampu mengubah kita menjadi seseorang yang benar-benar berbeda

Cinta mampu membuat kita mengorbankan “bla bla bla KESUKAAN-ku”
Lebih luar biasa dari itu, cinta bahkan mampu membuat kita membatalkan “aku tahu siapa aku, SIFAT-ku memang seperti ini”

Tetapi, menurutku, dibanding mengorbankan kesukaan dan sifat-sifatku
Nampaknya lebih sulit bagiku untuk mengorbankan cita-citaku

So, kita akan lihat di bagian selanjutnya
Dapatkah cinta mengalahkan “kutahu yang kumau”

#Bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s