12. Tujuan Hidup

Hal itu
Sesuatu yang istimewa itu

Ada yang menyebutnya sebagai panggilan hidup
Ada yang menggunakan istilah visi hidup
Ada yang mengatakan beban hati
Dan tentu saja, ada yang menamakannya cita-cita

Ada yang mengejarnya demi sang Pencipta
Ada yang mengejarnya demi melestarikan alam
Ada yang mengejarnya untuk kebaikan orang-orang
Ada yang mengejarnya untuk dirinya sendiri
Bahkan, ada yang mengejarnya karena dia tidak tahu hal lain apa untuk dikejar

Terserah bagaimana kita hendak menamakan hal itu atau melakukannya untuk siapa.
Yang jelas hal itu adalah tujuan ultimat yang hendak dicapai oleh seseorang dalam hidupnya.
Dan demi kenyamanan bersama, kita akan menyebutnya tujuan hidup.

Memang benar bahwa hal ketiga ini relatif jarang dijadikan label untuk mengenal seseorang. Biasanya hal pertama dan kedua lebih mudah dipakai untuk menjadi tanda pengenal seseorang. Aku akan lebih mudah mengenal dia sebagai seorang maniak manga (kesukaannya) dan aku akan lebih cepat mengenal dia sebagai seorang yang penuh semangat (sifatnya). Tetapi mungkin tidak secepat dan semudah itu bagi kita untuk mengenal dia sebagai seorang yang sangat ingin menjadi seorang dokter (tujuan hidupnya).

Tidak jarang kita salah menilai seseorang. Ada seseorang yang kesukaannya bersenang-senang atau yang sifatnya nyantai tetapi ternyata setelah lulus S1 langsung berangkat aja tuh ke luar negeri untuk S2 dan bahkan S3. Kita terkadang kaget dan tidak pernah menyangka bahwa seseorang seperti dia ternyata punya cita-cita setinggi itu yang selama ini tidak kasat mata oleh kita.

Kebanyakan kita mengenal orang lain berdasarkan kesukaan atau sifat dari orang itu.
Tetapi, ini opiniku yah, kita cenderung mengenal diri sendiri berdasarkan tujuan hidup kita.
Itulah mengapa seseorang yang belum punya tujuan hidup yang jelas akan mengalami kelabilan, baik dalam hal kesukaan, sifat, dan tentu saja tujuan hidup itu sendiri.
Seseorang yang belum punya tujuan hidup akan kesulitan mengenal dirinya sendiri.

Aku akui, aku belum memiliki tujuan hidup yang sejelas dan sekokoh gunung batu. Tetapi walaupun begitu, tetap saja bagiku tujuan hidup jauh lebih mempengaruhi hidupku dibanding sifat maupun hal-hal yang kusukai. Ketika aku memiliki suatu tujuan, motivasi di dalam diriku bangkit, dan itu memberikanku kekuatan yang cukup untuk mengubah sifat-sifatku apalagi hal-hal yang kusukai.
Ketika aku memiliki suatu tujuan yang jelas dan pasti, aku semakin mengenal siapa diriku.

Aku tahu aku bukan orang jahat, tetapi dulu ya dulu, aku siap mengubah sifat baikku menjadi kelicikan hanya demi mempertahankan rangking 1. Dan aku juga bukan seorang yang suka olahraga atau makan sayur, tetapi ketika aku mempunyai tujuan untuk menjadi kurus (okelah, bukan itu alasan langsungnya), maka aku siap mengabaikan sosok diri yang selama ini kukenal sebagai diriku. Ya, tujuan hidupku mengubah segala-galanya.

Kita pasti setuju, “cinta mengubah seseorang”
Tetapi bagaimana jika tujuan hidup atau cita-cita itu menjadi PUSAT dari cinta seseorang?

Yup, itulah alasan mengapa tujuan hidup sangat mampu mengubah seseorang,
yakni karena di dalam tujuan hidup itu, ada cinta yang ditanamkan.
Dan tidak jarang, cinta kepada tujuan hidup itu justru lebih besar dibanding cinta yang dia miliki untuk seseorang.

Seseorang bisa melupakan cintanya kepada keluarga karena dia lebih mencintai pekerjaannya.
Malin Kundang melupakan cintanya pada ibunya karena harta adalah tujuan hidupnya.
Tidak jarang orang makan teman karena ingin punya karir yang lebih tinggi.
Tidak jarang hubungan pacaran putus karena cita-cita.

Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang.
Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman
dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka
# 1 Timotius 6 : 10

Tujuan hidup memiliki kekuatan yang sedemikian besar
Tujuan hidup mampu mengubah seseorang
Tujuan hidup menjadi alasan seseorang ingin tetap bertahan hidup
Tujuan hidup menjadi pusat dari kehidupan seseorang
Tujuan hidup membuat seseorang mengenal dirinya
Tujuan hidup menjadi identitas diri seseorang (walau orang lain tidak menyadarinya)

Dengan demikian,
Tujuan hidup adalah gerbang untuk kita mengenal diri kita
Oh, betapa indahnya hidup dengan tujuan hidup yang jelas 

Untuk mengenal diri kita secara utuh, kita harus tahu tujuan hidup kita
Tetapi untuk mengetahui tujuan hidup kita, kita harus mengenal diri kita
Ya, upaya mengenal diri memang merupakan suatu proses siklik dan iteratif dan bukan proses yang straight forward.

Lalu pertanyaan yang kemudian timbul adalah:
Apakah salah menanamkan cinta di dalam tujuan hidup?

Tentu saja tidak salah
Justru karena ada cintalah maka tujuan hidup itu memiliki kemampuan untuk mengubahkan
Justru cintalah yang membuatnya mungkin untuk dicapai
Justru karena cinta maka itu menjadi tujuan hidup

Memberi hati atau cinta kepada tujuan hidup tidaklah salah
Yang salah adalah apa atau siapa PUSAT dari cinta tersebut

Dan bagiku, tujuan hidup yang benar tidak boleh didasari oleh cinta kepada sesuatu melainkan cinta kepada jiwa-jiwa.
Bukan cinta kepada materi, melainkan kepada Pribadi.

Sebab walaupun keduanya memiliki kekuatan untuk mengubah diri sendiri,
Hanya tujuan hidup dengan cinta kepada Pribadi-lah yang memiliki kekuatan untuk mengubahkan hidup orang lain

#Bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s