Happiness is a State of Mind

State of Mind : Sebuah Pendahuluan

Di laptop-ku, aku memiliki satu folder yang mempunyai arti tersendiri bagiku. Folder itu kuberi nama “What am I doing with My Life“. Di dalam folder itu, aku menyimpan foto-foto yang aku crop (menggunakan snipping tool) dari momen-momen (yang kulihat di facebook) di mana teman-temanku sedang berada dalam salah satu momen paling bahagia dalam hidup mereka. Mungkin tidak semua adalah momen paling bahagia bagi mereka tetapi yang jelas, momen itu adalah momen yang membuatku merasa “iri“. Momen mereka adalah sesuatu yang membuatku bertanya dalam hati, “They are doing something great in their lives, Oou, what am I doing with my life? Ngapain aja aku selama ini?“.

Niat awalku membuat folder itu tentu saja untuk memotivasi diriku. Tetapi yang lebih banyak terjadi adalah folder itu malah menyayat hati, hahaha. Ada kalanya, ketika aku melihat isi dari folder itu aku menjadi lupa akan apa yang ada padaku saat ini dan ingin segera merasakan kebahagiaan yang mereka rasakan.

Di folder itu, aku menyimpan momen-momen misalnya, ketika beberapa teman sedang mengangkat penghargaan sebagai tanda mereka telah menjuarai sesuatu, seorang kawan yang berpotret di Tulsa University, salah satu kampus impianku, seorang teman yang mem-publish gambar dari tiket pesawatnya yang bertuliskan “Amsterdam”, seorang kawan yang sedang berpotret di tengah padang gurun Middle East, seorang adik yang membuat status yang berisi “saya pamit dulu ke Jepang“, foto Kakakku di Vietnam, foto teman-teman yang menjadi Magister atau lulus apoteker, foto adikku yang mendapat penghargaan dalam lomba arsitektur, dan foto yang baru saja aku crop yakni foto dari tiga kawanku sedang berada di depan Menara Eiffel, mereka sedang training di sana.

Gambar-gambar itu menunjukkan bahwa pada detik itu mereka sedang melakukan sesuatu yang luar biasa. Mereka sedang berbahagia dan jenis kebahagiaan yang mereka rasakan adalah jenis kebahagiaan yang membuatku “iri“. Membuatku bertanya, “kapan tiba giliranku?”

Saat ini, aku sedang berada dalam keadaan yang membuatku harus mengabdi di perusahaanku, minimal sampai 3 tahun ke depan. Jangan salah, aku sangat sangat bersyukur bisa bekerja di tempat ini. Aku bahagia ada di sini dan aku tahu bahwa inilah tempat terbaik untuk aku berada. Aku belajar sangat banyak hal di sini. Akan tetapi, keadaan ini tidak memungkinkan aku untuk training ke luar negeri, seperti beberapa temanku yang bekerja di multinational companies. Dan yang jelas, keadaan ini tidak memungkinkan aku untuk melanjutkan studi di luar negeri, setidaknya untuk 3 tahun ini, seperti yang beberapa temanku jalani saat ini.

Aku tahu bahwa masaku akan tiba. Aku tahu bahwa suatu saat aku akan (amen) ke luar negeri dan bahkan (amen to the max) melanjutkan studi hingga jenjang doktoral di luar negeri. Akan tetapi, ketika aku melihat foto-foto mereka, aku merasakan “ahhgggg, I want it now, like today”. Ya, mungkin tidaklah seharusnya aku membuat folder yang “menyiksa“-ku itu, hahaha. Tetapi tidak apa, aku tidak akan pernah membuang itu sebab semakin lama aku semakin belajar untuk menerima keadaan dan mensyukurinya.

Aku rasa aku semakin mampu bertahan dalam penantian seperti ini
Ya, aku rasa aku semakin mahir menahan rasa “iri” seperti ini
Lagipula, masaku akan tiba juga kan pada akhirnya?
🙂

Alhasil, dibanding “menyayat hatiku“, folder ini, kini melakukan fungsinya yang seharusnya, memotivasi diriku. Aku belajar mengendalikan diriku dengan melihat isi dari folder ini.

Dan tidak hanya itu….

Aku yakin aku memiliki sesuatu yang seharusnya aku syukuri di setiap tarikan nafasku. Aku yakin, sesuatu itu adalah karya Tuhan di dalam hidupku. Aku rasa Tuhan sudah berencana untuk menahan beberapa berkat dari hidupku, mungkin untuk waktu yang cukup lama, dan dengan begitu, Dia ingin mengajarku untuk bersabar hingga berkat itu aku terima. Aku yakin Tuhan tahu bahwa penantian itu menyakitkan. Dan oleh karena itulah Tuhan memberikanku “hadiah” istimewa ini, ability to discover hope and joy in the smallest thing.

Aku rasa, Tuhan juga menaruh berkat, atau seperti yang kusebut tadi, “kemampuan”, ini kepada beberapa orang di antaramu. Dan kalau kau cukup yakin bahwa kau memilikinya, kau harus sangat sangat mensyukuri hal itu karena aku yakin di luar sana ada jutaan bahkan mungkin mencapai angka milyaran orang yang tidak memilikinya. Ya, ada banyak sekali manusia di bumi ini yang, entah mengapa, sulit sekali menemukan kebahagiaan atau alasan untuk bersyukur.

Aku bersyukur memiliki kemampuan ini
Kemampuan ini akan:
Menamaniku menjalani masa penantian, yang mungkin akan panjang ini
Membuatku melihat lebih banyak hal di banding apa yang orang lain bisa lihat, untuk objek yang sama
Memampuanku untuk selalu menemukan alasan untuk bersyukur
Membuatku menikmati hidup ini
Menjernihkan pandanganku untuk menemukan keindahan yang bagi orang lain tidak kasat mata

Dengan kata lain, kemampuan ini membuatku mampu mengecap kebahagiaan yang dirasakan oleh teman-temanku di sana. Wow, aku tidak perlu harus berada di luar negeri dulu untuk bisa mengecap bahagia itu, aku bisa mencicipinya sekarang, ya sekarang, detik ini juga.

Seorang bijak berkata:
Jika kau ingin menikmati hidup dengan lebih mudah, sukailah banyak hal!

Pandangan ini mungkin bisa disalahartikan tetapi yang jelas aku setuju dengan apa yang dia maksudkan dan memang itulah yang kukerjakan di dalam hidupku. Aku belajar untuk menyukai banyak hal. Aku belajar untuk menemukan keindahan di dalam awan-awan sehingga momen penerbanganku ke Palembang-Jakarta tidak lagi menjadi 45 menit yang membosankan melainkan menjadi salah satu waktu favoritku. Ya, aku sangat senang melihat awan. Aku belajar untuk menikmati keindahan gedung-gedung tinggi sehingga tiap kali aku ikut car free day atau pergi-pulang kantor, aku bisa menikmati keindahannya dan itu membuatku senang, terkadang sangat senang. Ya, aku sangat senang melihat gedung-gedung tinggi.

Aku menyukai banyak hal
Aku sangat menyukai banyak hal
Dan yang tentu saja tidak boleh tidak masuk dalam daftarku, aku menyukai makanan, berbagai jenis makanan

Aku menyenangi banyak hal
Dan karena itu, menjadi semakin mudah bagiku untuk menemukan hal yang membuatku senang

Jalan beberapa langkah, aku melihat hal yang kusenangi
Jalan beberapa langkah lagi, aku melihat hal lain yang juga kusenangi

Naik pesawat, aku melihat hal yang kusukai
Olahraga minggu pagi, lagi-lagi kutemui ada hal yang kusukai

Makan, aku memakan yang kusukai
Wooowww… betapa indahnya hidup ini…. Yang kusukai ada di mana-mana

Dan akhirnya aku menyadari satu hal:
Happiness is a state of mind
Kebahagiaanmu tidak dipengaruhi oleh keadaan
Melainkan oleh bagaimana engkau berpikir dan merasakannya

Yap, dibanding terus-menerus membiarkan diriku ngebet ingin melanjutkan studi ke luar negeri, lebih baik aku setia dan melakukan yang terbaik untuk tanggung jawabku saat ini, sambil tentu saja, menikmati segala sesuatu yang seharusnya bisa aku nikmati.

Ini luar biasa
Aku menemukan sesuatu yang seharusnya bisa kunikmati dan aku berhasil menikmatinya.
Aku menemukan sesuatu yang seharusnya bisa kusyukuri dan aku telah mensyukurinya. 

Ini adalah perjalananku. Dan aku harap kisah ini dapat memberi inspirasi bagimu, bahwasanya di dunia ini, di sekeliling kita tepatnya, ada begitu banyak hal yang seharusnya bisa kita nikmati dan syukuri. Semoga ini menjadi pesan yang membangun bagi kita semua, bahwasanya to be happy is very simple.

Ini adalah kisahku
Kisah tentang bagaimana aku dan kameraku berjuang menemukan harta-harta karun terpendam di dunia ini

Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu
~ 1 Tesalonika 5 : 18

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s