Pesan Natal untukku Pribadi

Sementara definisi Natal itu tidak berubah, setiap orang memiliki pemaknaan tersendiri terhadap Natal
Ada yang memaknaiknya:
Kesederhanaan
Kedamaian
Solidaritas
Bermaaf-maafan
Dekat dengan keluarga
Kerendahan hati
dan lain sebagainya

Adapun aku
Aku mencoba merangkum hidupku selama satu tahun ke belakang
Aku mengumpulkannya menjadi satu sembari berusaha menarik kesimpulan
Dan aku berharap, pesan Natal bisa menyimpulkannya bagiku

Dan akupun mendapatkannya
Pesan Natal untukku pribadi di tahun ini

Dan pesan itu adalah:
Jangan senang mengasihani diri sendiri

Dalam hidupku setahun ini,
Aku melihat begitu banyak orang yang terlarut dalam lembah mengasihani diri sendiri
Dan sayangnya, aku adalah salah satu dari orang itu

Mengapa sih orangtuaku miskin?
Mengapa sih tubuhku ga bisa kurus-kurus?
Mengapa sih gajiku cuma segini?
Mengapa sih aku jomblo?
Mengapa sih ada tugas dan mata kuliah ga penting seperti ini?
Mengapa sih aku dapatnya kerja di perusahaan ini?
Mengapa sih aku dikasih tugas ecek-ecek kayak gini?
Mengapa sih aku ga dihargai?
Mengapa sih aku belum juga bisa keluar negeri?
Mengapa sih aku ga mendapat perhatian?
Mengapa sih aku diperlakukan seperti ini?
Mengapa ini harus terjadi padaku?

Tanggapanku untukmu
Yang pertama
Aku tidak punya jawaban “karena” untuk “mengapa” yang kau ajukan

Yang kedua, aku ingin mengajakmu mengandai-andai
Bagaimana yah jika Tuhan Yesus di dalam hidup-Nya di bumi berkata:
“Mengapa sih aku harus capek-capek turun ke bumi bahkan mati di kayu salib demi manusia berdosa?”

Tetapi Allah berkorban
Bapa mengorbankan Anak-Nya
Anak mengorbankan persekutuan yang indah dengan Bapa-Nya
Anak meninggalkan status ke-Allah-an-Nya
Dia tidak menyayangkan Diri-Nya
Dia tidak mengasihani Diri-Nya sendiri

Lalu, jika Allah saja tidak menyayangkan Diri-Nya sendiri
Mengapa kita tidak hentinya mengasihani diri sendiri?

Tidak ada alasan bagi kita untuk tenggelam dalam mengasihani diri sendiri
Segala sesuatu yang kita butuhkan telah Dia sediakan bagi kita

Oleh sebab itu, berhentilah kuatir, berhentilah mengasihani diri sendiri
Dan sebagai gantinya, mulailah membalas pengorbanan Allah kita
Mulailah untuk berpikir kebaikan apa yang bisa kita berikan untuk saudara-saudara kita

Jangan sia-siakan waktu dan energi untuk menangisi diri sendiri
Tetapi berpikir, ya berpikir, betul-betul berpikirlah
Hasilkanlah ide-ide baru tentang bagaimana kau bisa menghantarkan apa yang ada padamu untuk dinikmati oleh orang lain

Kasih kepada sesama memang tidak berasal dari kita sendiri
Kemampuan untuk mengasihi adalah anugerah dari Allah
Tetapi jangan lupa, mengasihi tidak pernah otomatis

Mengasihi itu diusahakan
Mengasihi itu diupayakan
Mengasihi itu disengaja
Ada sesuatu yang harus dikorbankan ketika kita mengasihi

Orang benar tidak mengasihani dirinya sendiri
Tetapi dia akan berpikir keras bagaimana supaya berkat ilahi itu tidak berhenti di dia melainkan terus dinikmati oleh orang lain

Itulah pesan Natal untukku pribadi di tahun ini
Seperti kata firman Tuhan, “Alangkah indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik”
Semoga pemaknaan Natal ini menjadi berkat dan kabar baik bagimu

Dan jika kau memiliki kabar baik itu, bagikanlah
Bagikanlah
Karena oh, sungguh alangkah indahnya kedatangan mereka yang membawa kabar baik

Selamat malam Natal
Tuhan Yesus memberkati ^_______^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s