Tak Terasa?

Tak Terasa?

Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana.
#Mazmur 90 : 12

Akhirnya kita tiba di penghujung tahun 2013
Sebagian dari diriku ingin berkata “sungguh, tak terasa, waktu cepat sekali berlalu”

Tetapi
Aku tidak puas jika harus menyimpulkan tahun 2013 ini sebagai tahun yang “tidak terasa yah”
Terlalu disayangkan jika tahun yang luar biasa ini harus berakhir sebagai “tahun yang berlalu tanpa terasa”

Akupun memeriksa beberapa file, folder, foto di laptopku. Data-data itu memang kusiapkan untuk saat-saat seperti ini, yakni di saat aku ingin mengingat kembali hal-hal apa saja yang sudah kulakukan, kulalui, atau kutemui. Semakin lama, jariku semakin sibuk. Aku terbang dari folder satu ke folder lain, membuka file yang satu, menutupnya, dan membuka file yang lain. Semakin banyak data yang kutelusuri, senyumanku makin mekar. Kemudian aku sampai kepada satu pertanyaan besar:
“Bagaimana mungkin aku bisa melakukan hal luar biasa sebanyak ini hanya dalam waktu satu tahun?”

Alhasil
Tahun 2013 yang hampir menjadi tahun yang “sungguh, tak terasa”,
Kini kunobatkan sebagai tahun yang “sungguh terasa banget, waktu ternyata tidak berlalu secepat itu”

Tempat-tempat baru yang kukunjungi
Buku dan jurnal yang kubaca
Hal-hal out of the box yang kulakukan
Project-project yang kukerjakan
Artikel yang kutulis
Makanan baru yang kucicip
Software-software yang kupelajari
Orang-orang baru yang kutemui yang punya arti tersendiri untuk kurun waktu tertentu
Hari-hari car free day yang selalu baru
Pemborosan yang tidak ingin kuulangi lagi
Momen-momen indah maupun menyakitkan
Momen kesuksesan maupun kugagalan

Aku mencatat semua itu pada spreadsheet di setiap penghujung hari
Aku tahu tanggal dari masing-masing peristiwa itu
Aku potret objek-objek kunci yang akan mengingatkanku kepada setiap momen itu
Dengan begini, mustahil aku mengatakan bahwa itu semua berlalu tanpa terasa
Justru sebaliknya, itu terasa bahkan hingga ke tulang
Terasa banget bahkan hingga sampai saat ini

Dan aku sadar akan satu hal. Ini adalah keputusan kita untuk menentukan apakah kita akan mengatakan “sungguh, tak terasa yah” di akhir tahun 2014 mendatang.
Atau kita akan benar-benar merasakannya,
mengabadikannya dalam gambar atau catatan,
merekam setiap detail yang penting,
dan menikmatinya kembali setiap kali kita rindu akan memori di masa lampau

Ini adalah keputusanmu untuk TIDAK mengatakan “nggak terasa yah sudah setahun” di akhir tahun 2014

Kalau aku?
Memang benar, aku tak ingin hidup dalam bayang-bayang masa lalu
Memang benar, aku hidup di saat ini

Tetapi aku tahu, aku tahu bahwa suatu saat di masa depan aku akan tersenyum karena memori-memori itu tidak saja bisa KUINGAT tetapi juga bisa KULIHAT BERKALI-KALI. Aku tahu bahwa apapun itu, entahkah itu pengalaman baik maupun pengalaman buruk, keduanya patut aku kenang sebab keduanya akan berujung pada ucapan syukur. Dan itu semua terlalu berharga untuk dilupakan dan dibiarkan begitu saja menjadi momen yang “sungguh, tak terasa”.

Bagaimana denganmu?
Selamat menyambut tahun baru untukmu 🙂

Berkat Tuhan satu-satu hitunglah,
kau niscaya kagum oleh kasihNya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s