Tuhan tak Adil?

Quotation-Charles-Spurgeon-giving-Meetville-Quotes-4021

Suatu ketika aku mengikuti car free day di Minggu pagi dan aku tersadarkan akan satu hal. Hari itu aku baru menyadari bahwa ternyata di dunia ini ada begitu banyak orang yang benar-benar melakukan sesuatu untuk tetap sehat. Awalnya, aku mengira semua orang kurang lebih sama sepertiku, malas berolahraga. Tetapi kenyataan di pagi itu memberitahuku bahwa selama ini aku telah salah.

Aku senang melihat pemandangan itu. Aku senang melihat begitu banyak orang benar-benar bertanggungjawab untuk menjaga kesehatannya. Tetapi satu hal kemudian melintas di benakku…

“Wah, orang-orang ini memiliki gaya hidup yang sehat yah, keren.
Sudah kaya, sehat pula, enak sekali mereka.”

Kalimat itu saja sudah cukup membuat langkah kakiku, yang sedang berlari, hampir terhenti. Pikiran itu tidak berhenti di sana. Pikiran kedua kemudian menyusul dengan daya hantam yang lebih besar di pikiranku.

“Aku punya beberapa teman semasa di kampus dulu, mereka bisa dibilang lahir dari keluarga yang mampu, bahkan kaya. Mereka juga hidup sehat. Tidak cuman itu, menurutku mereka cantik dan ganteng di atas rata-rata. Dan yang terutama, mereka kenal Tuhan. Jika mereka mati, pasti masuk surga. Kok enak sekali?”

Aku gemetar dengan pikiran itu. Ternyata di dunia ini, ada banyak sekali orang yang merasakan nikmat dunia dan kelak akan menikmati surga pula. Ternyata di dunia ini, ada banyak orang yang kaya, sehat, cantik, dan saleh pada saat yang sama. Astaga, mengapa ada orang yang hidupnya sesempurna itu sementara di luar sana masih ada begitu banyak orang yang, pada saat yang sama hidup miskin, sakit-sakitan, cantik di bawah rata-rata, dan yang lebih parah, tidak memiliki akses sedikitpun untuk mengenal Tuhan. Mengapa ada orang yang menikmati dunia dan surga sementara ada orang yang hanya mengecap pahitnya hidup di bumi tetapi setelah mati akan masuk neraka.

“Mengapa bisa seperti itu, ya Tuhan? Sungguh aku tidak mempertanyakan keberadaan orang yang kaya-sehat-cantik tetapi hatinya jahat. Orang seperti itu ada banyak tetapi itu tidak mengundang tanya bagiku. Menurutku, kehidupan mereka bagaimanapun nikmatnya, tidaklah istimewa. Ya Allah-ku, yang kupertanyakan adalah mengapa ada orang yang kaya-sehat-cantik dan saleh pula, hidup seenak itu, tetapi ada juga orang yang hidupnya adalah kebalikan total dari mereka? Mengapa ada orang yang miskin-sakit-jelek dan tidak mengenal-Mu? Kasihan sekali mereka. Ya Allah-ku, apakah benar kata orang-orang bahwa Engkau tidak adil?

Pikiran itu benar-benar menggelisahkanku. Saat itu, aku rasanya benar-benar membutuhkan Tuhan untuk menjawabnya dengan segera. Dan puji syukur kepada Allah, Dia menjawabnya melalui pikiran selanjutnya yang hinggap di kepalaku.

“Anakku, Engkau tahu Aku adil. Kalau ada yang tidak adil, itu pastilah manusia.

Detik itu benar-benar menjadi detik yang menyejukkan hatiku. Sungguh, Allah itu adil. Alangkah indahnya jika semua manusia menyadari hal itu dan berhenti menyalahkan Dia atas semua bentuk ketidakadilan yang nyata di dunia ini. Kalau ada pihak yang tidak adil, itu pastilah manusia. Manusialah yang menahan-nahan berkat Tuhan yang mereka rasakan. Mereka menggemgam erat berkat-berkat itu dan tidak mau membagikannya kepada orang lain.

Dan hari itu aku semakin sadar bahwa
Tuhan memberkati seseorang supaya orang itu bisa membagikan berkat itu pada orang lain

Kalau hidupmu kaya, perkayalah hidup orang lain
Rajinlah menabur dan memberi
Kalau hidupmu sehat, jadilah senang jika melihat orang lain juga sehat
Lihatlah ada begitu banyak orang miskin yang hidupnya sangat tidak sehat
Sekali lagi, berilah sesuatu kepada mereka

Kalau kau cantik atau tampan, jangan bermegah atas hal itu. Matikan segala bentuk kesombongan, sekecil apapun, yang timbul dari kenyataan bahwa kau merasa memiliki kecantikan atau ketampanan di atas rata-rata. Dan jadilah orang yang terus menguatkan orang lain.

Dan yang paling penting
Jikalau kau sudah diselamatkan dalam iman kepada Kristus
Maka kau HARUS memberitakan keselamatan itu kepada seseorang yang lain

10347479_881635211863782_6885642337759550295_n

Ada begitu banyak orang yang hidup sangat jauh dari kesejahteraan
Orang Kristen diberkati untuk membawa kesejahteraan bagi orang-orang itu
Ada begitu banyak orang yang tidak memiliki akses kepada firman Tuhan
Orang Kristen diberkati untuk siap diutus dan menjangkau mereka

Firman Tuhan berkata:
Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut,
dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.”

Satu kata yang sangat penting “dituntut
Hal itu berarti: Jika kita diberi, kita HARUS memberi

Aku rasa inilah jawaban atas ketidakadilan dunia ini. Umat manusia, terutama orang Kristen, harus berhenti mengejar kenyamanan untuk dirinya sendiri dan harus mulai berlatih untuk berbelas kasih kepada orang lain. Ketahuilah bahwa kenikmatan dunia dan surga bukanlah untuk kita seorang diri. Jika Tuhan memberkati kita dengan penghasilan yang cukup bahkan berlebih, itu bukan untuk kita semata tetapi untuk dinikmati juga oleh orang-orang miskin. Jika Tuhan menganugerahi kita dengan kasih karunia keselamatan, itu bukan supaya kita bisa hidup nyaman tanpa merasakan adanya tanggungjawab untuk memberitakan keselamatan itu kepada dunia. Setiap anak Tuhan harus berlatih untuk membagi. Kita diberi supaya kita sanggup untuk memberi. Celakalah aku jika tidak memberitakan Injil.

Jika kita gagal dalam berbelas kasih
Jika kita gagal dalam memberi
Maka kita telah gagal menjadi murid Kristus

Alangkah indahnya,
Jika manusia tidak mencari kesenangannya kepada sesuatu yang fana seperti kekayaan
Tetapi mencarinya di dalam Allah dan menemukannya di dalam memberi

Tuhan Yesus memberkati

Advertisements

2 thoughts on “Tuhan tak Adil?

  1. Tulisan Anda cukup menjawab pertanyaan yang saya ingin ketahui jawabannya sejak dulu, yaitu kenapa Tuhan ciptakan orang dengan keadaan yang berbeda-beda 😄. Selama ini saya juga sering bertanya-tanya kenapa saya dilahirkan begini, tapi setelah membaca tulisan ini saya jadi tahu bahwa bukan apa yang ada pada saya yang terpenting, tapi apa yang bisa saya bagikan untuk orang lain. Mengenai berkat duniawi dan surgawi…saya merasa tidak berhak men-judge orang lain dengan mengatakan hubungan pribadinya dengan TUHAN baik sementara berkat duniawi juga bagus…karena hanya orang itu dan Tuhan yang tahu seperti apa sebenarnya kehidupan orang itu…semua orang bisa kelihatan bagus di luar tapi belum tentu dalamnya juga begitu…yang jelas bagi saya Tuhan itu Maha-adil, dibalik tameng kesempurnaan pastilah orang itu punya kekurangannya sendiri…akhir kata, terimakasih sudah menuliskan ini, sungguh memberkati. Tuhan Yesus memberkati selalu, amen 😇😊.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s