Kalimat Terakhirku

Bagi sebagian besar orang, kematian itu mengerikan

Adapun aku…
Aku tidak takut mati, aku tahu ke mana aku ‘kan pergi setelah aku mati

Tetapi bagaimanapun, tak akan kupungkiri bahwa aku sedikit gentar membayangkan kematian

  • Apakah aku akan mati karena sakit keras yang berkepanjangan?
  • Atau karena serangan jantung yang mendadak?
  • Atau karena ada orang bodoh yang meledakkan dirinya di dekatku?
  • Atau karena pesawat yang kutumpangi tiba-tiba kehabisan tenaga?
  • Atau karena truk yang menabrakku karena supirnya yang mengantuk?
  • Atau karena aku terjatuh dan kepalaku terhantuk batu?
  • Atau karena seseorang menghabisi nyawaku karena imanku?

Oh, maut betapa jarakmu begitu dekat
Membayangkan dengan cara apa aku akan mati, ah, misteri itu menggentarkanku

Tetapi ada satu hal
Satu hal yang membuatku jauh lebih siap menghadapi kematian
Dan hal itu adalah 


Menginginkannya

Jika kau menginginkan kematian, maka kematian itu tidak akan lagi menakutkan bagimu. Kini yang kau butuhkan adalah iman dan pembaharuan budi yang membuatmu menginginkan kematian itu. Kau butuh sebuah kepastian yang menyadarkanmu bahwa ada hal indah yang menantimu setelah kematian.


Keinginanku adalah meninggalkan hidup ini dan bersatu bersama Kristus karena itu jauh lebih baik
(Filipi 1:23)

Tetapi satu hal yang menjadi syaratnya. Aku boleh menginginkan kematian, jika dan hanya jika, aku sudah menyelesaikan tugasku di dunia ini.

Aku harus menyelesaikan tugasku di dunia ini
Tak ‘kan kusia-siakan detik yang kumiliki dalam hidup

Sebab semakin banyak detik yang aku sia-siakan, semakin besarlah penyesalanku di akhir nanti. Sebab setiap detik yang aku buang percuma akan menggiringku untuk menanyakan dan memohon, “Mengapa aku harus mati sekarang? Beri aku sedikit waktu lagi, Tuhan. Tolong, jangan biarkan aku mati sekarang. Aku belum selesai.” Dan aku tidak mau itu terjadi.

Tidak
Aku tidak mau kematian yang seperti itu
Yang kuinginkan adalah jika aku bisa mengatakan “sip, semua beres, syukur dah aku mati sekarang”
Dan hari-hariku akan kudedikasikan seluruhnya supaya aku bisa mengucapkannya
Mengucapkannya sebagai kalimat terakhirku


Hal yang paling mengerikan di dunia ini bukanlah kematian
Bukan pula
penyesalan
Melainkan kematian yang disertai penyesalan

 


Tuhan Yesus memberkati

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s