Kenyataan yang Menyakitkan [Bagiku]

Hari ini aku menemukan suatu kenyataan yang menyakitkan…

Di tahun keduaku bekerja sebagai engineer ini, aku semakin gencar untuk mencari segala informasi mengenai pendidikan magister. Sejujurnya, aku belum menemukan tujuan yang pasti mengenai bidang apa yang aku inginkan. Aku masih bimbang apakah aku akan menargetkan dunia petroleum atau dunia geothermal. Tetapi semakin ke sini, aku semakin intensif menelusuri dunia panas bumi karena aku rasa dunia, khususnya Indonesia, jauh lebih membutuhkan bibit-bibit muda yang menguasai bidang ini.

Akupun menenggelamkan diriku ke dunia maya untuk mencari handbook yang bisa aku unduh. Dengan memasukkan frasa kunci “geothermal reservoir engineering”, aku semakin mengerti betapa masih sangat minimnya ahli dan data mengenai dunia panas bumi ini.

Alih-alih mendapatkan satu saja handbook yang tidak kunjung kutemukan, aku malah menemukan headline berjudul “Senior Reservoir Engineer” dari situs linkedin. Kau tahu situs ini bukan? Aku rasa tak perlu lagi kujelaskan situs apakah itu. Akupun masuk ke situs tersebut dan seperti yang kusinggung di awal, aku menemukan kenyataan yang menyakitkan.

Ooouuuucchhhh… That’s hurt and I mean it

Itu adalah kenyataan yang menyakitkan, sangat menyakitkan. Di situs ini, aku melihat deretan profil, sangat banyak profil, dari orang-orang yang bekerja dengan title “Senior Reservoir Engineer”. Aku melihat historikal mereka, pengalaman mereka, proyek-proyek yang pernah mereka kerjakan, bidang-bidang yang mereka menjadi ahli di dalamnya, serta software-software yang mereka kuasai.

Melihat semua itu, aku terdiam. Astaga, mereka semua dewa. Astaga, betapa aku masih sangat jauh dibanding mereka semua. Ternyata aku masih, seperti yang kata abang senior di sini katakan, walau aku masih meraba-raba artinya, masih cecunguk. Aku masih belum apa-apa. Aku bahkan tidak bisa menjamin aku bisa setidaknya menyamai pencapaian mereka.

Tetapi itu bukanlah hal utama yang menyakitkan bagiku
Bagiku yang paling menyakitkan adalah kenyataan bahwa:
Mimpiku, untuk menjadi seorang, yang kusebut DEWA,
hanya akan membawaku dari kerumunan yang satu ke kerumunan yang lain

Mimpiku, untuk menjadi seorang ahli, hanya akan mengantarku dari level cecunguk reservoir engineer menjadi senior reservoir engineer. Itu saja. Tidak kurang, tidak lebih. Tidak berbeda. Tidak istimewa. Senior reservoir engineer, seperti ribuan orang di luar sana, seperti ribuan orang di masa lalu, seperti ribuan orang yang juga akan tampil di masa depan. Aku, jika benar aku mampu mencapainya, hanya akan menjadi satu dari kerumunan senior engineer. Okelah, aku ingin menjadi dosen. Tapi itu juga tidak akan menolong. Aku akan menjadi dosen, seperti jutaan orang di luar sana, di masa lalu, dan di masa yang akan datang.

Tidakkah itu menyakitkan bagimu?
Bagiku itu sangat menyakitkan
Mengetahui betapa kecilnya mimpi yang kita impikan selama ini, itu sangat ouuccchy

Lalu apa yang harus aku lakukan?
Apakah aku harus mengganti mimpiku jika demikian kasusnya?
Apakah aku harus mencari mimpi baru yang akan membuatku sebagai satu-satunya pemimpinya?

Aku rasa tidak
Aku yakin tidak
Karena aku sudah menemukan jawabannya
Jawaban agar mimpiku tidak mengantarkanku dari kerumunan ke kerumunan
Melainkan dari kerumunan ke puncak

Dan jawabannya adalah 3 hal
Tiga hal yang akan membuat mimpiku berbeda

Yang pertama, syarat mutlaknya adalah:
Kau harus mencintai apa yang kau kerjakan

Hari ini aku membaca satu buku yang menuliskan satu pesan yang sudah lama aku ketahui. Sudah lama kudengar pesan itu, tetapi somehow, pesan itu terasa sangat baru bagiku. Pesan itu adalah “kau mungkin tidak bisa melakukan hal-hal besar, tetapi kamu bisa melakukan hal-hal kecil dengan kasih yang besar.” Pada saat membaca itu, aku benar-benar merasakan kekuatan baru, sensasi aneh di hatiku. Aku tidak menyangka ternyata apa yang kubaca siang tadi itu, mengantarkanku kepada kesimpulan pertamaku malam ini.

Benar sekali, aku harus mencintai apa yang aku kerjakan. Aku harus menikmati saat-saat otakku diisi dengan ilmu-ilmu baru. Aku harus benar-benar merasakan sukacita, bahkan hingga masuk ke tulangku, setiap kali aku mengerjakan proyek-proyek yang menantang. Aku harus melakukan yang terbaik yang bisa kulakukan. Aku harus menanamkan hatiku pada setiap buah karyaku.

Dengan kasih yang besar
Aku yakin, aku sangat yakin, mimpiku akan sangat berbeda
Karena, seperti yang kau tahu, love never fails

Yang kedua
Kau tidak boleh melakukannya untuk dirimu sendiri

Bekerja di bidang ini, tidak bisa dibantah lagi, akan memberikanmu uang yang relatif lebih banyak dibanding apa yang akan didapat oleh sebagian besar orang. Aku melihat begitu banyak orang telah terjerumus di dalamnya. Mereka menikmati uang banyak, uang itu mengantarkan mereka dari gaya hidup yang satu, ke gaya hidup yang lebih besar. Dan seperti yang kau sudah duga, gaya hidup baru itu menjadi perangkap bagi mereka. Mereka tidak lagi bebas, untuk melanjutkan kehidupan mereka, mereka minimal harus tetap berada di level itu. Kalau mereka turun, kalau pemasukan mereka turun, mereka akan sangat sangat kesulitan menghadapi dan menikmati hidup walaupun jika di lihat dari sudut pandang orang yang lebih bersahaja, mereka tetap saja hidup dalam kelimpahan.

Ya, aku sering sekali melihat orang yang kaya tetapi selalu saja mengatakan tidak cukup. Bagaimana tidak, ada seorang yang mengatakan gaji 70 juta masih tidak cukup. Astaga, apa lagi namanya kalau bukan perangkap. Gaji besar diberikan Tuhan bukan malah untuk membawamu ke dalam perangkap, tetapi justru seharusnya membebaskanmu, membebaskanmu untuk bisa semakin banyak memberi, dan dengan pemberianmu, kamu bisa membebaskan orang lain dari kesusahannya. Itu dia.

Itulah yang kumaksud dengan aku tidak boleh menjalani semua ini hanya dengan motivasi untuk mendapatkan lebih banyak uang atau hal-hal lain yang fana. Tidak. Aku tidak mau memiliki keinginan sekecil itu. Aku bekerja supaya aku bisa membantu orang banyak. Listrik padam yang pernah kualami telah menyadarkanku betapa dunia ini sangat membutuhkan energi. Kehidupan Jakarta yang selalu kelewati juga telah menyadarkanku, betapa dunia ini juga membutuhkan uang dan makanan. Oleh sebab itu, tidak cukup bekerja karena aku mencintai pekerjaan itu, tetapi melalui pekerjaanku, aku harus bisa, melakukannya dengan kesadaran penuh, bahwa aku sedang melakukan sesuatu yang membawa kesejahteraan bagi orang banyak.

Yang ketiga, oh aku sangat suka yang satu ini
Kau harus mengajarkannya
Dan kau harus menemukan seseorang yang akan meneruskan
perjuanganmu

Seberapapun hebatnya aku kelak, seberapapun dewa-nya (walau dewa bukan kata sifat) aku nanti, itu semua tidak akan banyak berfaedah jika aku tidak mengajarkannya kepada orang-orang. Aku harus menciptakan ahli-ahli berikutnya. Aku harus mencetak mereka-mereka yang suatu saat akan mengalahkan pencapaian yang telah kubuat. Dan lebih dari itu, aku harus menemukan dan membangun, dia atau mungkin mereka, yang akan meneruskan visiku, semangatku, bagi dunia ini.

Kepandaianku, keahlianku, dan lebih dari itu, hatiku, dan lebih lagi, hati Allah, itulah yang harus aku turunkan kepada murid-muridku kelak. Itu, itu dia. Itulah yang akan membuat mimpiku menjadi mimpi yang berbeda, mimpi yang istimewa, mimpi yang mulia, dan yang lebih lagi, mimpi yang kekaaaaaaalllll…..

Oh, alangkah leganya hati ini, masih ada kemungkinan bagiku terlepas dari kerumunan
Senangnya hati ini menyadari bahwa mimpiku bisa menjadi mimpi yang besar
Semangatnya hati ini mengetahui masih ada harapan bagiku membuat perbedaan di dunia ini

Mimpiku berbeda
Mimpiku istimewa
Mimpiku mulia
Mimpiku menyentuh hati anak manusia
Mimpiku mengubahkan hidup
Mimpiku kekaaaalllll

Tidak lagi oouuucccchhh… tetapi oooouuuuooohhhh
Masih ada harapan bagiku
Bagimu juga kawan-kawanku yang terkasih

Oleh sebab itu, marilah
Mari bersama-sama denganku
Kita ubah mimpi kita menjadi kenyataan
Kita tunggang balikkan dunia yang sudah bobrok ini

Amin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s