(3) Ketika Orang Benar Mujur

Bila orang benar mujur, beria-rialah kota…
# Amsal 11 : 10

Pedagang barang antik, Martha Rollins dari Richmond, Virginia, memberikan suatu teladan yang sangat membangun tentang bagaimana kita bisa menggunakan segala sumber daya yang kita miliki untuk melayani Allah dan sesama. Selama bertahun-tahun tokonya berulangkali dipilih sebagai Toko Barang Antik Terbaik di Richmond. Pekerjaannya diliput di majalah industri itu. Ia memiliki jejaring profesional dan sosial yang luas dan menikmati penghasilan yang sehat dari bisnisnya.

Martha bercerita, ia mulai serius dengan imannya saat ia mencapai usia paruh baya. Walaupun ia sempat tergoda dengan pemikiran untuk masuk ke seminari untuk melayani Allah secara fulltime, pendetanya dengan bijak menasehatinya untuk menemukan cara-cara untuk menggunakan bisnis, keterampilan, pengalaman, kekayaan, dan jejaring sosialnya, bagi kerajaan Allah. Jadi ia mulai berdoa dan mencari masukan dari teman-temannya tentang bagaimana ia bisa menggunakan talenta marketplace-nya untuk memerangi kemiskinan di Richmond.

Dalam waktu singkat, ia memperoleh suatu bibit ide. Bagaimana dengan merintis toko barang bekas di suatu tempat di dekat pusat kota yang membutuhkan investasi bisnis perdagangan eceran? Toko seperti itu bisa menyediakan lapangan kerja, menjual barang-barang bekas yang masih bagus dengan harga yang pantas yang bisa menolong mengulur anggaran rumah tangga yang ketat dan mungkin meniupkan nafas baru ke dalam suatu lingkungan yang tertekan secara ekonomi.

Pemikiran itu masuk akal, tetapi ia tidak tahu komunitas mana di Richmond yang akan menjadi pilihan yang bagus untuk investasi itu. Karena ia orang yang berkepribadian aktif, Martha memutuskan untuk mengendarai saja mobilnya dan mulai mencari. Tidak lama kemudian mobil putihnya menjadi pemandangan yang biasa terlihat meluncur pelan di lingkungan daerah itu.

Saat ia berkendara dan mengamati, ia juga berdoa terus menerus, meminta pimpinan Allah. Pada tahun 2001, Allah membuatnya bertemu dengan Rosa Jiggets. Rosa adalah seorang perempuan Afrika-Amerika paruh baya dari lingkungan Highland Park di Richmond, suatu lingkungan perumahan yang sulit secara ekonomi. Ia tumbuh dewasa dalam keluarga pengusaha, ayahnya mengoperasikan sebuah “minimart berjalan” selama bertahun-tahun.

Minat bisnis Rosa dan Martha yang serupa serta iman mereka yang sama menolong kedua perempuan ini untuk langsung akrab. Kemitraan mereka menyatukan berbagai jenis daya. Martha memiliki apa yang tidak dimiliki Rosa, ia punya kekayaan, jejaring sosial, serta bisnis yang sangat luas. Rosa memiliki apa yang tidak dimiliki Martha, ia tahu banyak tentang budaya di daerah itu dan dia punya reputasi yang baik di sana. Keduanya memiliki daya untuk ketajaman bisnis. Dengan mengombinasikan talenta mereka, mereka menerapkan suatu pelayanan yang membawa transformasi kepada beberapa blok kota di Highland Park.

Sejak tahun 2002, kedua perempuan ini telah mengembangkan pelayanan mereka, dinamai Boaz dan Ruth, menjadi suatu perusahaan multifaset yang memberi kehidupan. Setelah semakin mengenal daerah itu, Martha menyadari satu hal. Highland Park menerima para lelaki dan perempuan yang keluar dari penjara-penjara Virginia dalam jumlah yang tidak proporsional. Ia mendapati tingkat berulangnya kejahatan adalah sekitar 66% dan seringkali itu disebabkan karena para mantan napi itu tidak bisa menemukan pekerjaan.

Rosa mulai memperkenalkan Martha kepada beberapa lelaki dan perempuan mantan napi ini, dan Martha memiliki mata yang melihat mereka lebih dari sekadar mantan napi. Dalam lima tahun berikutnya, ia menggunakan koneksi politik, uang, jejaring bisnis, dan keahlian pemasarannya untuk meluncurkan tujuh bisnis lokal di Highland Park, yang masing-masing mempekerjakan mantan napi. Dengan berbagi kuasa dengan Rosa dan anggota-anggota komunitas lainnya, Martha telah berkontribusi terhadap terwujudnya “beria-ria penuh sukacita” dalam blok-blok kota Highland Park

Diangkat-dengan-beberapa-editan-dari : Kingdom Calling, tulisan Amy L. Sherman

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Semoga kisah yang, bagiku sungguh luar biasa ini, dapat menjadi berkat dan inspirasi bagi kita semua, yang tidak kebetulan, membaca ini.

Seperti kata penulis Amsal, apabila orang benar beroleh berkat, kebaikan, dan kemujuran di dalam hidup, somehow seakan-akan otomatis terjadi, maka “kota”-pun akan ikut beria-ria. Firman ini mengajarkan kepada kita bahwasanya seorang yang hidupnya saleh dan benar di hadapan Allah, tidak akan pernah menyimpan semua berkat untuk kepentingannya sendiri. Sebaliknya, ia akan terus menerus menyalurkan berkat itu kepada lingkungan alias “kota” tempat dia berada. Orang Kristen diberkati supaya dia bisa memberkati.

Tiga bulan lamanya tabut Tuhan itu tinggal di rumah Obed-Edom, orang Gat itu,
dan TUHAN memberkati Obed-Edom dan seisi rumahnya.
~ 2 Samuel 6 : 11

Kita, anak-anak Allah, adalah wakil Allah di dunia ini. Bayangkan apa yang akan terjadi pada suatu kota yang mana Tuhan berdiam di dalamnya. Seisi rumah Obed-Edom diberkati luar biasa oleh keberadaan tabut Tuhan. Bukankah kita adalah wujud Perjanjian Baru dari tabut Tuhan itu? Bukankah Allah sendiri yang menyatakan bahwa kita ini adalah bait-Nya? Allah tinggal di dalam kita. Keberadaan kita seharusnya membawa kehadiran Tuhan di mana kita berada. Hidup kita seharusnya memancarkan kasih dan penyediaan Allah bagi dunia ini. Kita harus menjadi berkat bagi orang-orang di sekitar kita.

Ketika [sebut namamu] mujur, beria-rialah kota…

Biarlah ini menjadi satu kepingan tak terpisahkan dalam satu keutuhan puzzle visi hidup kita. Seperti kisah hidup Martha, kita tidak harus menjadi hamba Tuhan fulltimer untuk bisa mewujudkan itu semua. Kenalilah dirimu. Pahamilah dirimu sesuai dengan apa yang Tuhan rencanakan dari semula. Kenallah dirimu. Sebab mereka yang kenal siapa dirinya, akan tahu apa yang akan dia lakukan.

Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, dari padanya akan banyak dituntut,
dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, dari padanya akan lebih banyak lagi dituntut.”
~ Lukas 12 : 48

Tuhan Yesus memberkati

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s