Upah Oriented (5), “Bertahan”

Mungkin tidak ada kisah lain dalam Alkitab yang lebih kuat dalam menggambarkan “pengharapan akan upah” seperti Paulus membahasakannya. Aku mengajak kita semua merenungkan firman Tuhan berikut ini dengan lebih serius agar kita benar-benar bisa memahami bagaimana sesungguhnya memiliki pengharapan akan upah itu. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, jika kita memiliki cara pandang akan upah dengan benar dan tidak mengabaikannya, niscaya kita akan mendapatkan kekuatan yang luar biasa untuk menjalani kehidupan yang penuh tantangan ini.

Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya.

Tiap-tiap orang yang turut mengambil bagian dalam pertandingan,
menguasai dirinya dalam segala hal.
Mereka berbuat demikian untuk memperoleh suatu mahkota yang fana,
tetapi kita untuk memperoleh suatu mahkota yang abadi.

Sebab itu aku tidak berlari tanpa tujuan dan aku bukan petinju yang sembarangan saja memukul

Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya,
supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.
~ 1 Korintus 9 : 25-27


Dalam ayat ini Paulus menyampaikan setidaknya dua poin yang sangat tajam dan sangat perlu untuk kita camkan. Yang pertama, Paulus menegaskan: 
“aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya”

Dengan ini kita memahami bahwa iman seseorang tidak dibuktikan dengan seberapa lantang seseorang itu mengaku percaya, melainkan oleh bagaimana seseorang itu melatih dan menguasai dirinya untuk tetap berada di jalan Allah. Kita bisa saja mengaku percaya kepada Kristus tetapi sebelum hal itu terungkap dalam bentuk perbuatan dan pengendalian diri, tidak ada yang bisa membuktikan apakah iman yang kita miliki adalah iman yang menyelamatkan atau tidak.  Seperti kata Yakobus, iblis-pun percaya kepada Kristus tetapi walaupun percaya dia tetap tidak taat. Dari sini kita bisa memastikan bahwa iman yang tidak dinyatakan dalam ketaatan bukanlah iman yang benar.

Kita tahu bersama bahwa Paulus mengalami penderitaan yang luar biasa semenjak dia memutuskan untuk menjadi orang percaya dan memberitakan Injil. Dia bolak-balik masuk penjara, lima kali dicambuk, tiga kali didera (dipukul dengan tongkat), satu kali dilempari batu, tiga kali mengalami kapal karam, sehari semalam terkatung-katung di tengah laut, dan tidak hanya itu, dia kerap kali difitnah bahkan oleh sesama rekan pekerja. Pertanyaannya, dari mana orang ini bisa mendapatkan kekuatan yang sebesar itu untuk tetap bertahan, tetap bisa mengasihi, dan tetap bisa menjaga kekudusan hidupnya? Dan itulah yang menjadi poin kedua yang Paulus tegaskan:

“Segala sesuatu ini aku lakukan karena Injil, supaya aku mendapat bagian dalamnya.
…. supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.”

Mungkin akan ada yang menggugat bahwa Paulus melakukan semua hanya karena dia ingin masuk surga, jika demikian Paulus pamrih dalam semua motivasinya. Mungkin ada banyak orang yang meyakini bahwa motivasi yang murni seharusnya hanya didasarkan pada kasih, dan bukan kepada upah. Aku juga berpikir demikian di masa yang lalu tetapi aku membaharui akal budiku setelah aku memahami bahwa kasih dan iman yang benar kepada Allah tidak boleh terlepas dari pengharapan akan upah yang sudah Ia sediakan.

Ketika seseorang memiliki kasih dan iman yang murni kepada Allah
dan mengharapkan upah yang jelas-jelas Tuhan sudah janjikan
maka orang itu akan memiliki kekuatan yang luar biasa untuk bertahan dan menguasai dirinya

Bagaimana, apakah engkau mulai sependapat denganku? Jika engkau adalah orang yang dalam kesadaran penuh membuka blog ini (bukan dengan tidak sengaja) maka aku cukup percaya bahwa engkau adalah orang yang mengasihi dan beriman kepada Kristus atau setidaknya sedang ingin belajar untuk mengenal Dia. Kukatakan padamu, O dear friends, kau punya upah, upah yang besar di surga sana. Jangan rela menukarkan mahkota kehidupan, upah yang mulia itu, hanya dengan kenikmatan-kenikmatan semu dan sementara yang disajikan oleh dunia ini. Jangan mau seperti Esau yang hanya karena rasa laparnya rela melepaskan hak kesulungan yang menentukan sejarah dunia ini.

Jika penderitaan melandamu, bertahanlah, ingatlah bahwa semua ini hanya sementar dan kau punya upah yang menantimu di surga kelak. Jika dosa merayu dan menggodamu, kuasai dirimu, katakan dengan keras pada hatimu bahwa kau adalah anak Allah, seorang yang kelak akan beroleh mahkota kehidupan. Ketika kau tergoda akan dosa seksual dan segala manifestasinya, ingatkan dirimu, Tuhan sudah punya upah bagimu, seorang teman hidup yang mencintaimu. Dosa menawarkan kenikmatan, tetapi oh apalah artinya kenikmatan itu dibanding upah yang Dia sediakan?

Kasihilah Tuhan Allah-mu dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatanmu
Bertekunlah
Taatlah
Latihlah dirimu dan kuasai seluruhnya


Sebab itu janganlah kamu melepaskan kepercayaanmu,
karena besar upah yang menantinya.

Sebab kamu memerlukan ketekunan,
supaya sesudah kamu melakukan kehendak Allah, kamu memperoleh apa yang dijanjikan itu.

30172
~Ibrani 10 : 35 – 38~

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s