Pasti ada Cara

Bagiku, memegang teguh prinsip dan tidak mendua hati adalah hal yang sangat penting dalam hidup ini. Sebuah pertanyaan retorik, siapa yang senang dengan orang yang mendua hati atau plin plan? Tentu saja tidak satupun. Tetapi walaupun begitu, aku pribadi memiliki cara pikir yang sedikit berbeda. Aku memang punya prinsip tetapi ada beberapa prinsip yang kujalani secara kontradiktif. Di suatu saat aku akan mengatakan A tetapi di saat yang lain aku akan mengatakan B.

Setidaknya salah satu contoh dari prinsipku yang kujalani secara kontradiktif adalah ini:
“Aku tidak mau membandingkan diriku dengan orang lain.”

Itu adalah salah satu nilai yang kupegang dan aku cukup yakin ada banyak orang yang memegang nilai yang sama, termasuk mungkin engkau. Siapa yang suka dirinya dibanding-bandingkan, bukan?

Akan tetapi, walaupun memiliki prinsip yang demikian, dalam beberapa kondisi, aku justru sangat perlu membandingkan diriku dengan orang lain. Kondisi yang kumaksud adalah mengenai cara dalam memanfaatkan waktu secara bijaksana. Aku memiliki suatu cita-cita yang mengharuskanku untuk banyak belajar dan membaca. Aku harus menjadi sangat pintar. Hal ini membuatku memandang waktu-waktuku terlalu berharga jika kupakai untuk sesuatu yang lain seperti main game.

Tetapi, walau aku sangat senang belajar, akan tiba masanya di mana aku akan merasa jenuh. Akan tiba masanya pula, bahkan ini sudah terjadi dan terus terjadi, di mana kawan-kawanku di kantor mulai mengatakan “Chad, jangan belajar terus lah” atau “Chad, belajar dotA dululah sini”.

Nah, di saat-saat itulah aku perlu mengubah prinsipku yang tadi. Untuk kondisi seperti ini, aku perlu membanding-bandingkan diriku dengan orang lain. Aku perlu meneriakkan kepada hatiku bahwa aku sedang melakukan sesuatu yang lebih bijak dan jauh lebih produktif dibandingkan orang-orang itu. Aku perlu meyakinkan diriku sendiri supaya aku tidak tergoda. Kalaupun aku sudah benar-benar lelah belajar dan tidak bisa lagi melanjutkannya, aku akan sekali lagi menekankan diriku bahwa aku harus lebih bijaksana dibandingkan mereka dalam hal pemanfaatan waktu.

Dari situlah terlahir kebiasaan baru bagiku. Ketika aku jenuh dan lelah belajar, aku tetap memilih tidak akan bermain tetapi aku akan menonton biografi orang-orang penting dalam sejarah dunia. Menurutku, itu jauh lebih bermanfaat daripada bermain. Dengan demikian, aku lebih baik dari mereka. Dan karena aku lebih baik dari mereka, tentu saja aku tidak mau melakukan apa yang mereka lakukan. Tentu saja aku akan bertahan dengan apa yang kulakukan karena ini lebih baik. Nah, aku tidak tahu bagaimana caramu menjaga hatimu dari segala ajakan yang kurang membangun tetapi jika kau bertanya padaku, itulah hal yang kulakukan. Aku membanding-bandingkan diriku dengan orang lain.

Tetapi aku tidak akan panjang-lebar membahas itu. Itu hanyalah salah satu contoh untuk mengantarkan kita pada topik utama. Dan yang sebenarnya ingin kubahas dalam rangkaian halaman ini adalah ini:

Aku punya prinsip, “Orang yang benar-benar pintar akan selalu merasa dirinya tidak cukup pintar”
Aku tidak boleh mengganggap diriku pintar, aku harus rendah hati
Tetapi… ya, tetapi…
Ada masanya di mana aku HARUS meyakinkan diriku bahwa aku adalah orang pintar

Aku tidak tahu bagaimana dinamika hidupmu. Tetapi yang aku cukup yakin adalah hidupmu jauh lebih dinamis dibanding hidupku. Kalau kau tahu bagaimana aku menghabiskan waktuku, apa yang kubeli, apa yang kumakan, kubaca, kutonton, kujalani, kudengar, kulakukan, kuhidupi, aku jamin kau akan berkata, “Richard, hidupmu sangat membosankan.”

Benar, aku tahu hidupku membosankan dan cenderung statis
Which is why aku harus melakukan sesuatu dengan hal itu
Dan di saat-saat seperti itulah aku harus mengatakan pada diriku sendiri
“Richard… kamu pintar…
Richard… kamu pintar…
Dan karena kamu pintar, kamu pasti bisa mengubah keadaan ini
Kamu pasti bisa membuat ini menjadi lebih baik, lebih produktif, lebih membahagiakan
Richard… karena kamu pintar… pasti ada cara…

Aku cukup yakin bahwa hidupku adalah hidup yang membosankan jika dipandang dari kacamata orang lain. Tetapi seyakin diriku akan hal itu, lebih yakin lagi diriku bahwa aku tidak kalah bahagia dibanding orang-orang yang hidupnya jauh lebih berwarna dan dinamis dariku. Bahkan aku yakin aku jauh lebih bahagia dibanding jutaan orang di luar sana yang haus sekali akan “kebebasan”. Kuberi tahu padamu, aku sangat bahagia.

Dan sejujurnya aku tidak tahu apakah tulisan ini dan beberapa tulisan berikutnya dapat membantu hidupmu atau tidak. Akan tetapi, aku berharap ada hal yang bisa kalian, O dear friends, dapatkan dari tulisan ini dan semoga itu berguna dan menginspirasi.

Paling tidak, aku ingin mengatakan ini padamu:

Kawan, selalu ada jalan
Selalu ada cara untuk memperbaiki sesuatu
Selalu ada celah untuk memanfaatkan waktu dengan lebih baik
Selalu ada jalan untuk lebih menikmati hidup
TANPA harus lari dari apa yang baik dan benar

“Kawan, aku rasa kau adalah orang pintar
Dan karena kau pintar, ingatlah, pasti ada cara.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s