Love : The Last Words

Love - The Last Words

Beberapa hari yang lalu sebuah ayat di Alkitab benar-benar mengguncang hatiku. Aku sudah pernah membacanya, tetapi kali ini pengaruhnya benar-benar berbeda. Inilah yang kuyakini mengenai kebenaran firman Allah, yakni firman itu akan senantiasa “terdengar baru” pada saat yang ditentukan Allah.

Firman ini kemudian membuatku bertanya-tanya, apakah nilai utama yang dipegang oleh tiap-tiap orang di dunia ini. Ketika seorang ayah atau guru diberi kesempatan untuk memberikan satu saja nasehat kepada anak-anaknya, nasehat apa yang akan dia berikan. Sebelum meninggalkan dunia ini, seandainya diberi kesempatan, pesan apa yang akan disampaikan oleh setiap orang? Apabila masing-masing orang, di segala masa dan tempat, diberi satu kesempatan untuk menyampaikan satu saja nasehat di depan mata semua orang yang ada di bumi ini, apa yang akan dia pilih untuk dia kumandangkan? Ini juga menjadi pertanyaan untukku dan untukmu, apa nasehat tunggal yang akan aku dan kamu sampaikan seandainya saja kita diberi kesempatan untuk mengatakannya di depan semua orang di dunia? Ambil waktu beberapa detik, cobalah kau merenungkannya!

Aku begitu bersyukur karena ayat itu tidak hanya membawaku kepada pertanyaan yang luar biasa itu, tetapi juga mengantarku ke suatu petualangan yang luar biasa tetapi singkat dan murah. Petualangan yang kumaksud adalah penyelidikan sederhana tentang kata-kata terakhir dari orang-orang terkenal di sepanjang sejarah. Aku pikir, jika aku bisa mengetahui kalimat terakhir dari orang-orang itu, mungkin aku bisa menangkap apa hal utama yang mereka pegang. Dan inilah beberapa pesan yang cukup menarik untuk kita baca.

Ada beberapa kalimat yang cukup memilukan karena sang tokoh tidak punya kesempatan kedua untuk menyampaikan pesan terakhir yang lebih bermakna:

  1. “I’m shot…”
    (John Lennon, ketika ia ditembak oleh salah seorang penggemarnya)
  2. “I’d like us to visit the Holy Land, we could go to Jeru…”
    (Abraham Lincoln, sebelum akhirnya ditembak oleh John Wilkes Booth)

Ada juga yang nampaknya menghiasi hari terakhirnya dengan ketidakpuasan atau penyesalan:

  1. “I’m bored with it all.”
    (Winston Churchill, PM Britania Raya yang sangat terkenal pada masa WW2. Setelah mengucapkannya, ia coma dan wafat 9 hari kemudian)
  2. “I regret that I suggested a theory, and that gullible men gobbled it up, as though it were fact. I never intended that.”
    (Charles Darwin)
  3. “I have coveted everything, found pleasure in nothing.”
    (Guy de Maupassant, penulis kenamaan asal Perancis yang sangat dipuja-puja di masanya. Kalimat itu dia ucapkan sebelumnya akhirnya dia menjadi tidak waras dan wafat di usia 42.)

Sangat disayangkan, ada juga yang masih meninggikan diri bahkan ketika kematian menjemput:

  1. “Don’t you dare ask God to help me.”
    (Joan Crawford, aktris. Pada hari terakhirnya, pelayan yang merawatnya berniat untuk mendoakan dia, tetapi itulah yang dia katakan.)
  2. “Now, now, my good man, this is no time for making enemies.”
    (Voltaire, filsuf Perancis yang sangat membenci Kekristenan. Kalimat itu diucapkannya pada seorang pendeta yang memintanya untuk meninggalkan setan sebelum akhirnya dia meninggal dunia)

Ada yang meninggalkan dunia ini dengan romansa bersama belahan hatinya:

  1. “I love you Sarah. For all eternity, I love you.”
    (James K. Polk, Presiden Amerika)
  2. “Beautiful.”
    (Elizabeth Barret Browning, penulis, saat suaminya bertanya bagaimana perasaannya)

Ada yang bahkan di detik-detik terakhirnya masih sanggup mengucapkan kata-kata bijak, philospophical, dan esensial walau tidak secara langsung berniat untuk memberikan nasehat:

  1. “Get out!!! Last words are for fools who haven’t said enough.”
    (Karl Marx, saat didesak oleh pelayannya untuk mengucapkan kata-kata terakhir sehingga mereka dapat mencatat dan memberikannya pada anak cucu)
  2. “I have offended God and mankind because my work did not reach the quality it should have.”
    (Leonardo da Vinci)

Ada yang menyampaikan kalimat terakhir yang memberikan petunjuk pada kita bahwa orang ini masih memikirkan orang lain pada hari terakhirnya:

  1. “I hope I haven’t bored you.”
    (Elvis Presley)
  2. “I love you more.”
    (Michael Jackson)
  3. “It is tasteless to prolong life artificially. I have done my share, it is time to go. I will do it elegantly.”
    (Albert Einstein)

Ada yang menunjukkan patriotisme bahkan hingga ajalnya menjemput dalam hukuman mati:

  1. “If all the swords in England were pointed agains my head, your threats would not move me. I am ready to die for my Lord, that in my blood the Church may obtain liberty and peace.”
    (Thomas Becket, Archbishop di Canterbury)
  2. “I only regret that I have but one life to lose for my country.”
    (Nathan Hale, mata-mata Amerika pada masa Revolutionary War)
  3. “Long live our sacred Germany.”
    (Kolonel Stauffenberg, colonel yang memimpin misi yang terkenal “Valkyrie untuk membunuh Adolf Hitler)

Ada yang secara aktif dan jelas masih berkesempatan menyampaikan nasehat terakhirnya sebelum dirinya meninggalkan dunia ini:

  1. “Throughout life remember the sufferings of Jesus.”
    (Michaelangelo Buonarotti)
  2. “When I am gone, say nothing about Dr. Carey – speak about Dr. Carey’s God”
    (William Carey, misionaris yang menghapuskan praktek Sati dari kebudayaan India)
  3. “Work hard to gain your own salvation.”
    (Buddha)
  4. “Love one another.”
    (George Harrison, salah satu gitaris The Beatles. Lagu Here Comes The Sun dan Something adalah beberapa lagu yang dikarangnya)

Dan terakhir, ini kata-kata terakhir dari orang-orang Kristen yang memegang kepastian akan keselamatannya bersama Kristus.

  1. “See in what a peace a Christian can die.”
    (Joseph Addison, penulis)
  2. “Can this be death? Why it is better than living…”
    (Dwight L. Moody)
  3. “This may seem to be the end for me, but it is just the beginning.”
    (Dietrich Bonhoeffer, pendeta pada masa kekuasaan Nazi Jerman)

Secara umum, aku belum bisa menemukan nilai-nilai paling utama yang dipegang oleh seseorang berdasarkan kalimat terakhir yang dia ucapkan sebelum meninggalkan dunia ini. Aku tidak menyalahkan hal itu karena mungkin memang tidaklah tepat untuk menyelidiki hal itu dengan melihat hanya dari kata-kata terakhir yang dikatakannya. Lagipula, tidak semua orang berniat untuk memberikan nasehat di detik-detik terakhirnya. Kata-kata terakhir yang berhasil dicatat dari orang-orang Kristen dalam sejarahpun tidak secara langsung disampaikan dalam bentuk sebuah nasehat.

Akan tetapi, walaupun begitu, aku tidak kecewa dengan petualangan singkat ini. Pikiranku kini jauh lebih terbuka ketika aku tahu bagaimana orang-orang ini menghadapi detik-detik terakhirnya. Ada yang tinggi hati, ada yang romantis, ada yang penuh ucapan syukur, ada yang menyesal, ada yang bahagia, ada yang sedih, ada yang sempat memberikan nasehat, ada yang sempat berfilsafat, ada yang menganggap semuanya telah berakhir, dan yang jelas dari orang-orang Kristen yang percaya, bagi mereka kematian bukanlah akhir malahan sebuah awal dari hidup baru bersama Allah semesta alam.

Adapun bagiku, ini semua belum berakhir. Pencarianku akan hal utama itu, masih terus berlanjut.

~Bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s