Love – The First Love

Love - The First Love

Apakah cinta itu? Apa kasih itu?
Apakah syarat kasih itu ada?
Apakah kasih itu diciptakan?

Jika kasih diciptakan, berarti pada mulanya kasih itu tidak ada
Jika kasih diciptakan, berari pada mulanya Sang Pencipta kasihpun tidak memiliki kasih
Dan jika Dia tidak memiliki kasih dari semula, mengapa Dia ingin menciptakan kasih?
Tidak mungkin Pribadi yang tidak memiliki kasih ingin menciptakan kasih

Oh, kini aku mengerti, kasih itu tidak diciptakan

Kasih itu tidak diciptakan
Kasih itu sudah ada bahkan sebelum segala sesuatu ada
Kasih itu ada bersama-sama Sang Pencipta sejak dari semula
Sebab tidak mungkin Sang Pencipta ingin menciptakan apapun jika Dia belum memiliki kasih

Dengan demikian, Sang Pencipta adalah sumber dari kasih itu
Dia-lah Sang Pengasih paling pertama di seluruh dunia ini

Lalu, apa syarat sesuatu bisa disebut sebagai kasih?
Yang aku yakini, syarat mutlak dari kasih adalah adanya PIHAK LAIN

Orang yang hidup sendiri sepanjang hidupnya, tidak mungkin memiliki kasih
Sebab ada atau tidaknya kasih pada dirinya hanya bisa dibuktikan jika ada orang lain
Kalaupun dia mengasihi diri sendiri, itu juga bukanlah tindakan kasih yang sejati
Orang yang hanya mengasihi diri sendiri justru adalah orang yang jauh dari kasih

Oh, dengan demikian, pastilah sejak dari semula, Pencipta TIDAK SENDIRIAN

Pencipta tidak mungkin sendirian
Karena jika Dia sendirian, bagaimana mungkin Dia memiliki kasih?

Lalu, siapa yang bersama dengan Pencipta itu?
Apakah dia malaikat? Apakah dia manusia?

Tidak mungkin dia malaikat atau manusia, sebab jika demikian, berarti dia diciptakan
Dan pada mulanya, Pencipta tidak bersama ciptaan sebab ciptaan itu sendiri belum diciptakan

Oh aku mengerti sekarang, berarti yang bersama Sang Pencipta pastilah Sang Pencipta juga

Tapi… tapi…
Bukankah firman yang Sang Pencipta sampaikan, berkata:
TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu ESA!
(Ulangan 6 : 4)

Ohhhh, tunggu tunggu, aku bisa menjawabnya sendiri sekarang

Satu hari bagiku, tidaklah sama dengan satu hari di mata Sang Pencipta
Jauh dan dekat bagiku, tidaklah sama dengan jauh dan dekat di hadapan Sang Pencipta
Banyak dan sedikit bagiku, tidaklah sama dengan takaran yang dipakai Sang Pencipta

Jarak, massa, jumlah, bahkan waktu sekalipun, hanyalah besaran yang dipakai oleh manusia
Tidak mungkin ukuran manusia bisa dipakai untuk mengukur Dia, Sang Pencipta

Kesimpulannya:
Esa, yang aku mengerti, tidaklah sama dengan Esa yang Dia maksud

Sejak semula, kasih sudah ada bersama-sama Sang Pencipta
Sejak semula, Sang Pencipta tidaklah sendirian, Dia bersama Sang Pencipta (Pribadi yang lain)
Dan seperti firman-Nya, Sang Pencipta dan Sang Pencipta (yang lain) adalah Esa
Dengan demikian, aku akan menerima ke-Esa-an Sang Pencipta sebagaimana adanya Diri-Nya

Aneh aku melihat umat manusia
Mereka bisa menerima kebenaran bahwa Allah ada dengan sendirinya, tidak diciptakan
Mereka bisa menerima kebenaran bahwa Allah tidak bisa dibatasi oleh waktu
Mereka bisa menerima kebenaran bahwa Allah bisa hadir di mana saja pada waktu yang bersamaan

Tetapi mengapa mereka tidak bisa menerima kebenaran bahwa :
Allah adalah Allah Tritunggal?

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Bagi siapapun yang membaca ini
Dengan ketulusan hati aku mengajakmu untuk mengenal siapa Allah yang sesungguhnya

Aku tidak peduli apa agamamu atau apa agamamu kelak
Aku tidak berbicara mengenai agama di sini
Aku hanya ingin engkau mengenal Allah sebagaimana Dia yang sebenarnya
Dia sangat mengasihimu, siapapun dirimu, sehingga Dia ingin engkau mengenal-Nya dengan benar

Jangan batasi Dia dengan nalarmu
Jangan kecilkan Dia hanya sebesar akalmu yang terbatas
Pertimbangkanlah apa yang aku bagikan ini dengan sungguh-sungguh dan hati yang tenang

Dia tidak terbatas, Kawanku yang terkasih
Dia tidak dibatasi oleh ukuran bahasa, waktu, massa, jumlah, dan waktu yang kau mengerti
Dia lebih dari semua itu
Dan untuk mengenal-Nya, engkau tidak boleh bergantung sepenuhnya pada akalmu yang terlalu terbatas

Dia ingin engkau mengenal-Nya dengan benar, sebagaimana adanya Dia yang sebenarnya
Sebab jika engkau salah mengenal Dia, apalah arti semua usaha dan ibadahmu?
Sebab jika engkau salah mengenal Dia, lalu siapa Allah yang selama ini engkau layani?

Dan camkan ini
Kalau kau sudah mendengar tentang siapa Yesus Kristus
Kalau kau sudah pernah mendengar tentang Bapa, Putra, dan Roh Kudus
Percayalah pada-Nya, atau setidaknya, mulailah untuk mencari tahu dengan motivasi yang tulus murni

Dan aku berdoa, supaya suatu saat engkau akan mengetahui kebenarannya, yakni bahwa
Allah Bapa dan Putra dan Roh Kudus, ketiga-nyalah Allah yang Esa itu

Salam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s