Good Part – Musuh Tak Bernama

Good Part - Musuh Tak Bernama

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah kampung.
Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya.

Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria.
Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,
sedang Marta sibuk sekali melayani.

Ia mendekati Yesus dan berkata:
“Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri?
Suruhlah dia membantu aku.”

Tetapi Tuhan menjawabnya:
“Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara,
tetapi hanya satu saja yang perlu:
Maria telah memilih bagian yang terbaik, yang tidak akan diambil dari padanya.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kisah ini merupakan salah satu kisah paling singkat yang ada di Alkitab. Tetapi walaupun singkat, Tuhan berbicara sangat banyak hal dari apa yang tertulis di sini. Sosok Maria dan Marta menggambarkan apa yang terjadi pada anak-anak Tuhan di segala zaman dan tempat. Aku bahkan cukup yakin, pada suatu kurun waktu dalam hidup kita, kita pernah hidup sebagai Marta.

Di sini kita melihat, ketika Yesus datang ke rumah mereka, maka
Maria duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sementara
Marta sibuk sekali melayani

Pertanyaannya, mana yang kelihatannya lebih baik?
Jujur saja, aku sebagai manusia akan cenderung menilai sesuatu berdasarkan apa yang kulihat dengan mataku dan mataku menilai tentu saja Marta melakukan apa yang lebih baik dan dia lebih layak untuk menerima pujian. Marta terlihat lebih disiplin, lebih peduli, lebih menyangkal diri, lebih banyak berkorban, lebih tampak melakukan apa yang kita kenal dan sebut sebagai pelayanan.

Itu adalah penilaianku berdasar apa yang kulihat dengan mata. Tetapi firman Tuhan berkata:
Bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah;
manusia melihat apa yang di depan mata,
tetapi TUHAN melihat hati.
(1 Samuel 16: 7)

Ini adalah pesan yang sangat indah. Selagi Yesus sibuk berbicara kepada Maria, pada saat yang sama, Dia juga sibuk menyelidiki apa yang ada di dalam hati Marta. Yesus mengenal isi hati Marta dan Dia tahu bahwa ada yang perlu diperbaiki dari sikap hatinya. Dan tanpa berlama-lama, sejarahpun membuktikan apa yang sudah Yesus ketahui, Marta tiba-tiba datang dan meluapkan isi hatinya.

Dia mendekat kepada Yesus dan berkata:
Tuhan, tidakkah Engkau peduli……?
Suruhlah dia……

Di sini kita perlu lebih serius. Musuh yang paling berbahaya adalah musuh yang tidak kita kenali atau tidak bisa kita sebut namanya. Seringkali kita berkata dalam hati, “sepertinya adalah yang salah deh, tapi aku ga tahu itu apa.” Nah, sebelum kita bisa menandai siapa musuh kita, kita tidak akan pernah sadar bahwa dia benar-benar ada dan oleh sebab itu, kita belum bisa memberikan perlawanan balik.

Dan dua hal yang diucapkan Marta inilah dua musuh yang mulai saat ini perlu kita beri nama. Kita seringkali dilanda oleh kedua musuh ini tetapi kita tidak pernah sadar bahwa dia ada dan dia sedang menebar bom waktu dalam hati kita.

Yang pertama adalah saat Marta berkata, “tidakkah Engkau peduli….?”
Inilah musuh kita yang pertama. Ketika kita melayani Allah dengan motivasi yang salah, maka kita harus sadar bahwa musuh yang bernama “ketiadaan iman” sudah mulai menyerang. Kita mungkin belum menyadari ada yang salah, kita terus sibuk melayani sambil meyakinkan diri bahwa kita mengasihi Tuhan sebab Dia lebih dahulu mengasihi kita. Kita terus menerus melakukan itu tanpa sadar bahwa iblis sedikit demi sedikit mengikis iman kita sampai-sampai kita meragukan bahwa Allah mengasihi kita. Kita mempertanyakan bahwa jangan-jangan Allah tidak mengasihi kita dan tidak lagi peduli. Itu adalah hal yang sangat serius dan kau tahu itu.

Yang kedua adalah saat Marta berkata, “Suruhlah dia….”
Inilah musuh kita yang kedua. Kita kira kita melayani, kita merasa bahwa ada yang salah terjadi dalam hati kita, tetapi kita mengabaikannya. Kita terus sibuk melayani tanpa sadar bahwa musuh tak bernama itu sedang menggerogoti hati kita. Sekarang, mari kita beri nama padanya, “kemerosotan kasih”. Ketika kita melayani dengan motivasi yang salah, maka cepat atau lambat kasih yang ada di dalam hati kita akan menjadi dingin.

Kita akan menjadi angkuh dan tidak lagi mengasihi sesama karena di mata kita mereka selalu menjadi pihak yang salah dan malas. Dan yang lebih berbahaya lagi, kita akan merasa diri paling benar sehingga kita tidak lagi hidup dengan kasih mula-mula. Kita tak lagi hidup dengan mindset kasih karunia (orang berdosa yang semata-mata diampuni) melainkan kita mulai bergantung pada kebenaran diri sendiri. Oh, itu adalah hal yang luar biasa serius. Paulus bahkan menegaskan betapa seriusnya hal ini dengan berkata:

“Dan sekalipun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku,
bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar,
tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku.

Marta nampaknya sudah tidak tahan lagi membendung keluh kesah yang meledak-ledak di dalam hatinya. Dia tidak merasa perlu menyuruh Maria lagi tetapi justru langsung menaikkan gugatan kepada Yesus. Di mata Marta, bukan hanya Maria yang bersalah, tetapi juga Yesus. Tetapi dalam hal ini aku yakin, sebesar keinginan Marta menumpahkan seluruh isi hatinya, lebih besar lagi kerinduan hati Kristus untuk mengoreksi hati anak-Nya yang satu ini.

Aku tidak bisa membayangkan bagaimana gejolak di hati Kristus, sementara Dia berfirman kepada Maria, pasti hati-Nya juga bersedih melihat iblis terus menggerogoti Marta bahkan di dalam pelayanannya sendiri. Ini seperti kata Martin Luther, “Whenever God builds a church, the devil builds a chapel right next door.” Yesus sangat ingin Marta kembali pada sikap hati yang benar. Dia sudah menyelidiki hati Marta dan kini Dia sudah siap memaparkan pada Marta semua hasil investigasi-Nya.

Dan sebagaimana aku tidak menduga bagaimana Marta bisa mengucapkan apa yang dia barusan ucapkan, aku juga tidak menduga Kristus akan menyampaikan tanggapan balik-Nya seperti “itu”. Aku rasa, Marta-pun tidak menyangka dengan jawaban yang akan segera Kristus sampaikan pada dirinya.

~Bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s