Kudus dan Upahnya

Suci Hatinya

Lalu, bagaimana?
Apakah itu berarti bahwa kita benar-benar harus mengucapkan selamat tinggal kepada dunia hiburan selama-lamanya
Kabar baiknya, adalah TENTU TIDAK

Melepaskan semua dosa itu hanya berarti menutup sebagian pintu
Melepas semua itu tidak berarti kiamat
Percayalah, pintu-pintu baru, yang tentu saja lebih indah, akan Tuhan Yesus bukakan bagi kita

Aku percaya, jika kita melepaskan diri dari hal-hal buruk, sesungguhnya banyak hal baik sudah mengantri untuk hadir dalam kehidupan kita. Tidak hanya hal baik untuk kita nikmati. Tetapi juga hal baik untuk menjadi tugas baru yang akan dipercayakan pada kita. Ini artinya kita naik kelas. Tentu saja kita tidak mau jika harus selamanya menjadi anak kecil yang dilayani, suatu saat kita harus melayani, dan semakin lama tugas dan tanggungjawab pelayanan yang diembankan kepada kita akan semakin besar. Nah, kalau kita terus menerus hidup dengan memuaskan diri dalam dosa, bagaimana kita mau naik kelas?

Tetapi jalan orang benar itu seperti cahaya fajar,
yang kian bertambah terang sampai rembang tengah hari.
(Amsal 4:18)

Suatu hari, Petrus pernah bertanya pada Yesus mengenai upah, dia berkata:
“Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau;
jadi apakah yang akan kami peroleh?”

Dan Yesus menjawab:
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil
meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan,
ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya,

orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat:
rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang,
sekalipun disertai berbagai penganiayaan,
dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal.”

Beri penekanan pada “pada masa ini juga” dan “seratus kali lipat”. Wow, lihatkan? Ada upah yang indah yang sudah Yesus siapkan bagi mereka yang rela melepaskan semua kesenangan duniawi-nya demi Kristus. Kabar baiknya, berkat dan sukacita itu sudah siap Yesus berikan saat ini juga, dan bukan sedikit, melainkan “seratus kali” lipat. Itu berarti hiburan yang akan kita nikmati, jika kita hidup saleh dalam Kristus, akan setara dengan “seratus kali” dibanding hiburan najis yang kita nikmati selama ini. Woow, itu luar biasa teman dan itu hanya bisa diterima dengan iman dan budi yang terus-menerus dibaharui.

Aku tidak tahu hiburan baru macam apa yang sudah Tuhan siapkan bagimu.
Tetapi aku percaya itu akan membuatmu menjadi baru.
Kau akan mendapati dirimu dirombak habis-habisan oleh-Nya dan kau akan sangat bersyukur akan itu.

“Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan,
sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali.”
(Mazmur 103:5)

Jadi, tunggu apa lagi?
Mari berjuang bersama-sama, Teman?

Jangan takut hidup kita akan suram dan jauh dari hiburan
Jika kita mulai gentar dan merasa diri akan kekurangan hiburan, di mana iman kita?
Apakah kita tidak percaya bahwa Yesus mampu memuaskan hari-hari kita?

Jangan takut kita tidak lagi relevan atau update dengan era masa kini.
Orang-orang yang relevan bagi peradaban masa kini bukanlah mereka yang memiliki hiburan yang sama dengan kebanyakan orang-orang masa kini.
Justru, orang-orang yang relevan dengan masa kini dan YANG DIBUTUHKAN OLEH DUNIA adalah orang-orang yang siap melepaskan semua ketergantungannya pada kenikmatan masa kini.

Tidakkah itu terdengar istimewa?
Dunia membutuhkan orang-orang yang siap memikul salibnya.

Jangan pernah lupakan, kilasan yang satu ini:
Petrus    : Tuhan, pergilah dari padaku, karena aku ini seorang berdosa.
Yesus     : Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.
Narator : Dan sesudah mereka menghela perahu-perahunya ke darat, merekapun meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Yesus.

Catat,  merekapun meninggalkan segala sesuatu.

So, my beloved brothers and sisters
How areee youuu?
How do you feel right this time?

Apakah kau takut?
Takut akan keberdosaanmu?
Takut untuk melepaskan semua itu?
Well, Yesus berkata, Jangan takut, mulai dari sekarang engkau akan menjala manusia.”

Mari bersama-sama berjuang melawan dosa
Mari bersama-sama hidup mengejar kekudusan

Dan terakhir, untuk menjaga keseimbangan kebenaran ini:
Kita hidup saleh dan kudus bukan untuk mendapatkan keselamatan
Kita hidup saleh dan kudus karena kita sudah diselamatkan

Pengudusan diri bukanlah sesuatu yang dihasilkan dari usaha manusia
Pengudusan diri dikerjakan oleh Allah

Aku percaya usaha manusia tidak bisa menguduskan dirinya
Aku percaya bahwa Allah-lah yang dalam anugerah-Nya menguduskan manusia

Tetapi aku juga percaya
Bahwa Allah membenci dosa dan menghendaki umat-Nya untuk hidup kudus
Dan oleh karenanya, semua murid-Nya harus menjauhkan diri dari semua dosa dan yang tidak kudus

Charles Spurgeon 3

Semangat
Tuhan Yesus memberkati

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s