Manusia Mati; Yesus Bangkit

Manusia Mati; Yesus Bangkit

Mengapa Yesus harus hidup sebagai manusia yang tiada dosa?
Mengapa Yesus harus mati disalib menanggung dosa semua manusia?
Kita sudah mempelajari dua hal itu secara singkat

Akan tetapi, kebenaran Kristus tidaklah hanya sedemikian. Apalah artinya jika sepak terjang Kristus harus berakhir di liang kubur? Itu hanya akan membuat-Nya tidak lebih dari nabi-nabi atau pemimpin agama lainnya.

Tetapi Tuhan Yesus Kristus berbeda dari semua manusia yang pernah ada, yang ada, dan yang akan datang. Bagi seluruh umat manusia, kematian adalah akhir dari segala-galanya. Manusia, sekuat dan sesuci apapun dia, akan takluk oleh kematian. Bagi manusia, bagaimanapun orang-orang mencoba membelanya, KEMATIAN adalah KEKALAHAN.

Namun, tidak demikian bagi Yesus Kristus.
Camkan hal ini, bagi Yesus:
KEMATIAN JUSTRU ADALAH KUNCI KEMENANGAN

Kematian justru adalah bagian dari rencana-Nya.
Sebab jika Dia tidak mati, Dia tidak akan bangkit.
Dan jika Dia tidak bangkit, Dia tidak lebih dari manusia manapun.

Justru melalui kematianlah Dia membuktikan bahwa Dia bangkit.
Dan kebangkitan itulah yang membuktikan bahwa Dia adalah Allah
Sebab hanya Allah yang mampu mengalahkan kematian

Inilah kebenaran dan kebenaran ini harus dipahami oleh semua manusia. Sekarang tinggal satu hal yang harus diselesaikan:
Bagaimana orang bisa percaya pada kebenaran ini?
Bukankah ada kemungkinan bahwa kebangkitan Yesus hanya rumor semata?

Benar, bisa saja kebangkitan Yesus hanyalah sebuah tipuan. Namun, begitu juga semua hal yang kau yakini tentang agama dan kitab sucimu. Bisa saja semua itu adalah sebuah tipuan. Anda mungkin bisa membuat diri Anda percaya bahwa kitab suci Anda ditulis langsung oleh Tuhan dan bukan manusia. Tetapi, apa buktinya? Beranikah engkau menguji kebenaran itu? Sungguh kukatakan padamu: ujilah, pertanyakanlah, jangan bela kebenaran itu sebab kebenaran yang sejati tidak perlu dibela, malahan kebenaran itu akan membela dirinya sendiri.

Ujilah segala sesuatu dan peganglah yang baik.
(1 Tesalonika 5:21)

Lalu, apa yang orang-orang harus mengerti untuk percaya bahwa Yesus benar-benar telah bangkit? Aku akan mencoba membantu mengarahkan pemahaman kita semua dengan hal-hal yang sederhana. Untuk hal-hal yang lebih kritis, silakan Anda mencarinya sendiri di internet, berdiskusi dengan rekan-rekan Kristen Anda, atau membacanya langsung di Alkitab dan referensi-referensi historikal.

Pertama:
Kubur Yesus ditemukan kosong padahal ada penjaga utusan Roma yang menjaga kubur-Nya.
Ini tidak terbantahkan.

Kedua:
Ini sangat sederhana. Yesus, secara hukum, disalibkan oleh Kekaisaran Roma. Tetapi kini Roma, yang saat ini merupakan sebuah negara bernama Vatikan, merupakan sebuah negara gerejawi.

Aku mengatakan ini bukan berarti aku membesar-besarkan Roma-Vatikan sebagai sebuah negara mayoritas Katolik. Aku juga tidak bermaksud mengatakan bahwa Kekristenan harus memimpin suatu negara secara struktural, seperti Vatikan. Yang ingin kutekankan adalah:

Jika Roma yang membunuh Yesus kini menjadi pengikut-Nya
Itu artinya Roma sendiri tidak bisa membantah kebangkitan Yesus

Roma, pada saat itu, bisa dianggap sebagai salah satu kekuatan terbesar di seluruh dunia. Roma tidak bodoh dan tidak bisa dibodohi. Kalau Yesus tidak benar-benar bangkit dan mayat-Nya diambil dan disembunyikan oleh seseorang, cepat atau lambat pastilah Roma dapat menemukannya. Saat itu, Yesus dituduh sebagai seorang pemimpin pemberontakan. Roma tentu mati-matian mencari mayat-Nya. Namun, apa yang terjadi hingga saat ini? Mereka sama sekali tidak menemukan mayat-Nya.

Roma tidak pernah menemukan bukti apapun yang memperkuat dugaan bahwa Yesus tidak bangkit dari kematian-Nya. Dan sebagai salah satu bentuk keresahan terhadap Kristus, Roma membunuh orang-orang Kristen yang dianggap mengancam keutuhan Kekaisaran Roma. Sampai akhirnya Konstantin, kaisar Roma, melihat mujizat dan percaya pada Yesus Kristus. Dan mulai dari pemerintahannya, Kekristenan menjadi keyakinan yang legal bahkan mendominasi di bangsa itu.

Proses ini tidak terjadi begitu saja, ada campur tangan Allah dibalik semua ini.

Ketiga:
Para murid Yesus pergi untuk memberitakan kebenaran Kristus.

Ketika Yesus mati, pihak yang paling kecewa dan menyesal tentunya adalah para murid. Jika Yesus mati, itu berarti mereka telah sia-sia menyerahkan segala-galanya hanya untuk mengikuti orang yang akhirnya mati. Dan Alkitab mencatat bahwa memang ada sebagian dari para murid yang akhirnya menarik diri dari perkumpulan mereka di dalam kekecewaan. Beberapa dari mereka, tentu sangat kecewa dan merasa bahwa selama ini mereka telah membuang-buang waktu untuk mengikuti Yesus Kristus.

Seandainya Yesus tidak benar-benar bangkit dan hadir di depan wajah mereka, pastilah mereka tidak akan percaya pada Yesus. Jika Yesus tidak bangkit, tidak mungkin ada Kekristenan hingga saat ini sebab para penyebar ajaran Kristus pastilah kembali ke kehidupan mereka masing-masing, seperti menjadi nelayan, pekerja, pemungut cukai, dan lain sebagainya.

Tetapi lihatlah, Kekristenan masih ada saat ini
Sebab Yesus benar-benar bangkit dan merekalah SAKSI-nya

Keempat:
Paulus dan Yakobus menjadi percaya pada Yesus.

Sejarah mencatat. Sekali lagi, sejarah (bukan Alkitab saja) mencatat bahwa Paulus (awalnya Saulus) adalah orang yang pada mulanya menjadi salah seorang yang membunuh dan menyiksa orang-orang Kristen pada saat itu. Sementara Yakobus, adalah salah seorang saudara kandung Yesus (anak Yusuf-Maria) yang pada awalnya bersifat skeptis terhadap Yesus yang menyebut Diri-Nya Anak Allah.

Kalau Yesus tidak benar-benar bangkit dan tidak hadir di depan batang hidung mereka, tidak mungkin mereka menjadi dua tokoh Kekristenan yang paling besar saat itu. Paulus, setelah bertobat, menjadi rasul yang menyebarkan Injil ke orang-orang non-Yahudi sementara Yakobus menjadi pemimpin jemaat mula-mula bersama Petrus dan Yohanes (bahkan diyakini sebagai pemimpin tertinggi di antara ketiganya).

Para murid, Paulus, dan Yakobus menjadi SAKSI kebangkitan Yesus.
Mengapa aku tebalkan kata saksi?
Karena saksi tidak boleh diabaikan dalam suatu kebenaran.
Sejarah menjadi ilmu pengetahuan karena SAKSI.
Putusan hukum menjadi valid jika ada SAKSI.

Kini, para saksi kebangkitan Yesus itu memberitakan kebenaran pada kita semua.
Jangan abaikan keterangan mereka sebab mereka adalah para saksi mata.

Mana yang lebih baik, kesaksian para saksi, atau isapan jempol yang kau dengar mengenai kesalahan-kesalahan pada Kekristenan dan Alkitab? Isapan jempol itu hanya berasal dari orang yang tidak tahu, pura-pura tahu, dan terlalu malas untuk mencari tahu dengan mempelajari sejarah.

Kelima:
Hal ini sudah dinubuatkan oleh nabi beratus-ratus tahun sebelumnya.

Dan ternyata nubuatan itu terbukti secara akurat. Ada banyak nubuatan mengenai hidup dan penderitaan Yesus yang tergenapi, silakan mencarinya jika engkau ingin tahu. Tetapi aku lebih menyoroti bagian ini hanya kepada kebangkitan Yesus. Dan itupun sudah dinubuatkan melalui peristiwa yang Nabi Yunus alami.

Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam,
demikian juga Anak Manusia (Yesus) akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam.
(Matius 12:40)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Sebagai penutup:

Yesus tidak hanya bangkit.
Tetapi Dia juga naik ke sorga sebagai Allah.

Dan suatu saat kelak, Ia akan datang untuk kedua kalinya di bumi. Dan pada saat itu, Ia akan menghakimi seisi bumi.  Ia akan menghakimi semua manusia yang pernah ada. Ia akan datang sebagai Allah yang mengadakan penghakiman.

Dan camkan ini:
Ketika Dia naik ke sorga, Dia menjanjikan Roh Kudus.
Dia akan mengutus Roh Kudus, bukan manusia, bukan nabi terakhir (beberapa orang meyakini bahwa Yesus menubuatkan kedatangan Nabi Muhammad), bukan siapapun.
Melainkan Roh Kudus, yakni Roh Allah sendiri untuk hidup dalam hati setiap manusia.

tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku,
Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu
dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.
(Yohanes 14:26)

Hal ini bisa dibahas jauh lebih panjang dari ini. Tetapi sungguh itu tidak ada artinya jika engkau memang sejak semula tidak ingin diyakinkan oleh kebenaran Kristus.

Ujilah kebenaran yang kau yakini!
Jangan memaksakan diri untuk percaya pada hal-hal yang kau ingin percayai!

Bukalah pikiranmu!
Rendahkanlah hatimu!
Dan terimalah kebenaran itu!
Sebab ketika kau menerimanya, kebenaran itu akan memerdekakanmu

Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya kamu beroleh damai sejahtera dalam Aku.
Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu,
Aku telah mengalahkan dunia. 
(Yohanes 16:33)

sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia.
Dan inilah kemenangan yang mengalahkan dunia: iman kita.

(1 Yohanes 5:4)

Akulah Kebangkitan Dan Hidup

Selamat menjelang Hari Paskah
Tuhan Yesus mengasihimu, sungguh

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s