4. Bagaimana dengan Cinta?

Wohoo… Cinta kasih, aku rasa ini adalah perasaan yang tertinggi. Mungkin akan sulit untuk menjelaskannya, tetapi aku yakin bahwa perasaan cinta tidaklah semata-mata timbul begitu saja. Perasaan cinta pastilah juga berasal dari suatu pemikiran, pemikiran yang mulia.

Mengapa kita bisa mengasihi? Dari mana datangnya kasih ini? Aku percaya bahwa kita tidak bisa dengan sendirinya mengasihi. Kasih yang tulus yang ada di dalam setiap kita adalah karya Allah yang Dia kerjakan di dalam diri kita.

Tetapi pertanyaannya, ketika Dia memunculkan rasa cinta itu, apakah Dia langsung menumbuhkan perasaan kasih dan melangkahi pikiran? Atau Dia menumbuhkan ide tentang cinta itu dulu dalam pikiran seseorang kemudian Dia juga mengubahkan pikiran orang itu sehingga dari pikirannya kemudian lahir perasaan cinta?

Aku yakin Dia tidak akan melangkahi pikiran dan langsung menumbuhkan rasa cinta. Justru Dia akan membuat manusia memahami akan cinta itu dengan pikirannya. Kemudian dari pikiran orang itu, lahirlah perasaan cinta/kasih.

Lalu mengapa kita bisa mengasihi?

1. Karena kita TAHU bahwa itulah yang Dia perintahkan

Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.
(Yohanes 15:17)

2. Karena kita BELAJAR

Tentang kasih persaudaraan tidak perlu dituliskan kepadamu,
karena kamu sendiri telah BELAJAR kasih mengasihi dari Allah.
(1 Tesalonika 4:9)

3. Karena kita KENAL akan kebenaran

Dari penatua kepada Ibu yang terpilih dan anak-anaknya yang benar-benar aku kasihi.
Bukan aku saja yang mengasihi kamu, tetapi juga semua orang yang telah mengenal kebenaran,
oleh karena kebenaran yang tetap di dalam kita dan yang akan menyertai kita sampai selama-lamanya.
(2 Yohanes 1:1-2)

4. Karena kita MENGENAL Allah

Saudara-saudaraku yang kekasih, marilah kita saling mengasihi,
sebab kasih itu berasal dari Allah;
dan setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan MENGENAL Allah.
(1 Yohanes 4:7)

5. Karena kita TAHU dan MENGALAMI bahwa Allah lebih dahulu mengasihi kita

il_570xN.366709700_shy1

Lihatkan?
Jangan kira pikiran tidak terlibat dalam tumbuhnya rasa cinta
Justru dalam pikiranlah cinta itu bermula

Cinta bertambah-tambah dari proses pembelajaran
Cinta berakar dari pengetahuan dan ketaatan akan perintah Allah
Cinta berkembang dari pengertian bahwa setiap manusia adalah ciptaan Allah
Cinta bertumbuh dari pemahaman bahwa kita lebih dulu dikasihi oleh Allah
Cinta berasal dari pengenalan akan Allah
Cinta berasal dari pikiran yang dipenuhi oleh kasih Allah

Lalu apa maksud dari semua ini? Apakah ini hanyalah sebuah pertandingan antara pikiran melawan perasaan? Well, kita akan mengakhiri semua ini di bagian selanjutnya.

~ Bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s