Tritunggal bagian 11 – Ekonomi Allah, Peran

Trinity-Scutum-Fidei

Di bagian terdahulu, kita sudah membahas secara singkat bahwa Bapa, Anak, dan Roh Kudus adalah tiga Pribadi yang berbeda. Bapa bukan Anak, Bapa bukan Roh Kudus, dan Anak bukan Roh Kudus tetapi Allah yang Esa adalah Bapa-Anak-Roh Kudus.

Ini memang akan sangat sulit dimengerti selama kita masih menomorsatukan pemahaman rasio kita yang terbatas di atas keberadaan Allah itu sendiri. Camkan baik, jika kita menganggap bahwa Allah itu harus bisa dimengerti oleh pikiran kita, itu berarti kita menempatkan pikiran kita lebih tinggi dibanding siapa sebenarnya Dia. Dan itu bukanlah pandangan yang benar, itu bukanlah pandangan yang membawamu kepada kebenaran.

Kamu bisa menerima bahwa Dia tidak dibatasi oleh ruang
Kamu bisa menerima bahwa Dia tidak dibatasi oleh waktu
Kamu bisa menerima bahwa Dia tidak dibatasi oleh materi
Seharusnya kamu juga bisa menerima bahwa Dia tidak dibatasi oleh nominal

Dia memang berkata bahwa Allah adalah Allah yang Esa. Dan Yesus memang seringkali menyebut bahwa Bapa-lah Allah itu. Tetapi jangan lupa bahwa firman Tuhan menjelaskan ke-Ilahi-an Yesus Kristus dan Roh Kudus. Yesus adalah Allah dan Roh Kudus adalah Allah. Dengan demikian, yang harus kita lakukan adalah merevolusi pemahaman kita akan makna kata “ESA” dan bukan mereduksi ke-Ilahi-an Yesus Kristus dan Roh Kudus. Lebih baik kita membenahi pikiran kita yang memang sangat butuh untuk dibenahi dibandingkan kita harus membenahi siapa Allah. Siapa kita sehingga kita berani membenahi Allah?

Kita selesai akan hal ini. Bapa, Anak, dan Roh Kudus merupakan tiga pribadi yang berbeda. Titik. Dan pada bagian berikut, kita akan membahas sedikit mengenai ekonomi Allah. Apa itu ekonomi Allah? Sebenarnya itu hanyalah sebuah istilah. Ekonomi berasal dari bahasa Yunani, oikonomia. Oikoj itu rumah tangga dan nomoj berarti hukum atau aturan. Mempelajari ekonomi Allah berarti mempelajari “pengaturan” seperti apa yang terjadi dalam persekutuan Bapa, Anak, dan Roh Kudus.

Ekonomi Allah itupun dapat dibagi lagi menjadi setidaknya tiga hal, yakni peranan, relasi, dan apresiasi. Peranan membahas peran dari masing-masing Pribadi. Relasi ya relasi, hubungan di antara ketiganya. Dan apresiasi adalah mengenai bagaimana pribadi yang satu memandang pribadi yang lain dalam persekutuan yang tak terpisahkan itu.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

PERANAN
Dalam Yohanes 8 : 42, Yesus berkata:

“Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah.
Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.”

Ada dua hal yang perlu dicatat di sini. Yang pertama adalah Yesus “keluar” dari Allah dan bukan “diciptakan” oleh Allah Bapa. Ini merupakan salah satu dari sekian banyak pesan Yesus yang menyiratkan bahwa Dia adalah Allah bersama-sama dengan Bapa.

Dan hal yang kedua adalah mengenai peranan yang sudah kita bahas tadi. Yesus menjelaskan bahwa Bapalah yang mengutus Dia. Secara mudah, kita dapat menganggap bahwa yang mengutus tentu saja lebih “tinggi” dibanding yang diutus. Pemahaman seperti ini tidak membahayakan bagi pemaknaan konsep Tritunggal sebab Yesuspun menambahkan pada Yohanes 14:28:

Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu.
Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku,
sebab Bapa lebih besar dari pada Aku.

Yesus sendiri menyebut bahwa Bapa lebih besar dari Diri-Nya. Sekali lagi, ini sama sekali tidak membatalkan apa yang sudah kita pahami mengenai Allah Tritunggal. Yang perlu kita lakukan bukanlah mengecilkan derajat Yesus, melainkan merevolusi pemahaman kita mengenai arti kata “besar” yang Yesus maksud. Besar apa yang dimaksud-Nya dalam hal ini?

Oke, kita simpan itu dulu, yang penting kita telah memegang poin pertama dari peranan dalam ekonomi Allah Tritunggal, yakni:
Bapa “lebih besar” daripada Anak.

Lalu bagaimana dengan Roh Kudus?
Ada dua perkataan Yesus yang menyinggung hal ini.

Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang,
yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa,
Ia akan bersaksi tentang Aku. (Yohanes 15:26)

Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi.
Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu,
tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia (Roh Kudus) kepadamu. (Yohanes 16:7)

Oh ya, sebagai informasi tambahan, ada banyak orang yang mengira bahwa “Penghibur” yang dijanjikan oleh Kristus pada perkataan-Nya ini adalah tentang “nabi masa depan”. Itu tidak benar. Yesus berbicara mengenai Roh Kudus dalam hal ini. Tugas Yesus sudah selesai, kematian-Nya di kayu salib sudah menghapus dosa semua manusia. Tidak perlu ada nabi masa depan yang mengajarkan hal-hal yang baru seolah-olah ajaran Yesus perlu disempurnakan. Tidak perlu ada nabi lagi. Yang perlu adalah murid-murid Yesus yang diutus untuk memberitakan siapa Kristus dan siapa Allah Tritunggal yang telah menebus dosa seisi bumi.

Kembali ke masalah peranan. Yesus jelas berkata dalam dua perkataan itu bahwa Dia, Yesus, akan mengutus Penghibur yang adalah Roh Kudus. Dan jika kita memakai pemahaman yang baru saja kita singgung, maka dapat kita simpulkan poin kedua mengenai peranan dalam ekonomi Allah, yakni bahwa:
Anak lebih “besar” daripada Roh Kudus

Dengan demikian:
Bapa adalah Pribadi yang pertama
Anak adalah Pribadi yang kedua, dan
Roh Kudus adalah Pribadi yang ketiga

Ini terdengar seperti hierarki tetapi sesungguhnya ini bukan hierarki sama sekali. Bapa Anak dan Roh Kudus sudah ada bersama sejak dari mulanya. Bapa tidak hadir lebih dahulu di antara ketiganya. Urutan ini bukanlah mengenai siapa yang ada lebih dahulu dibanding yang lain. Ini juga bukan mengenai siapa yang lebih berkuasa atau lebih mulia di antara ketiganya. Roh Kudus bukanlah Pribadi yang paling lemah atau paling inferior dibanding Bapa dan Anak.

Ini bukan mengenai apapun, selain PERAN
Itulah peran Bapa, itulah peran Anak, itulah peran Roh Kudus, and that’s it

Kamu bisa berkata bahwa peran jantung lebih penting dibanding peran kulit. Terserah padamu, aku tidak setuju. Kamu bisa berkata bahwa peran suami lebih utama dibanding peran istri. Jujur saja, sebagai lelaki aku ingin setuju, ya setidaknya menjadi pria itu lebih keren dibanding menjadi wanita (hahahhaa, canda), tetapi sebagai manusia, aku tetap tidak setuju. Kamu bisa berkata bahwa peran gubernur lebih penting dibanding peran tukang sampah. Terserah, tetapi aku jelas tidak setuju.

Banyak orang sering membuat hierarki semacam itu. Siapa yang lebih besar dan lebih penting dibanding siapa. Tetapi sudut pandang semacam itu bukanlah sudut pandang yang mutlak. Cobalah melihat dengan cara yang berbeda dan kau akan mendapatkan kesimpulan yang benar-benar berbeda. Dan inilah poinku, jika mengenai hal-hal fana saja kita tidak boleh membuat hierarki siapa lebih penting dari siapa, apalagi mengenai Allah. Ini bukanlah mengenai Bapa yang menjadi Pribadi yang lebih penting dari ketiganya. Ini mengenai dan hanya mengenai peranan dalam ekonomi Allah. Itu saja.

Bapa dan Anak dan Roh Kudus adalah satu dalam persekutuan yang utuh dan absolut. Ketiganyalah Allah Tritunggal itu. Tidak ada yang lebih tua, tidak ada yang lebih kuat. Tetapi ketika Allah hadir dalam kehidupan manusia, Allah hadir dengan ini, yakni:
Bapa mengutus Anak dan Anak mengutus Penghibur dari Bapa

Menurutku cukup mengenai bagian peranan dalam ekonomi Allah. Di bagian selanjutnya kita akan membahas mengenai relasi dan apresiasi dalam ekonomi Allah. Pembelajaran kita selesai di sini tetapi aku harap kita semua memiliki kerinduan yang semakin dalam untuk memahaminya sendiri, tentunya di dalam tuntunan Allah.

Tuhan Yesus memberkati

Advertisements

4 thoughts on “Tritunggal bagian 11 – Ekonomi Allah, Peran

  1. Berbahagialah orang yang diberkati Allah dengan hikmatNya. Terimakasih atas pencerahannya, Tuhan Yesus memberkati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s