3. Ketika Seorang Kuat Sombong dan Emosional

3. Ketika Seorang Kuat Sombong dan Emosional

And the story goes

Suatu ketika, tibalah saatnya Simson untuk menikahi sang wanita Filistin. Sebagaimana budaya anak muda di daerah tersebut, Simson mengadakan perjamuan. Kita perlu lebih teliti sedikit di sini. Kata “perjamuan” di sini berasal dari bahasa Ibrani ”mishteh” yang berarti “minum”. Sekarang aku memohon kepada engkau, setiap pembaca, tolong tegur dan koreksi pemikiranku sebab aku tidak bisa membayangkan jenis minuman lain yang dihidangkan di pesta itu selain ANGGUR. Dugaanku ini semakin dikuatkan oleh fakta bahwa di sekitar situ ada perkebunan anggur. Aku tidak mau terus-menerus menyalahkan Simson tapi aku terlalu curiga bahwa Simson lagi-lagi, dengan terang-terangan, melawan Allah dengan mengadakan pesta minum anggur yang mana seharusnya dia tidak melakukan hal tersebut sebab dia adalah nazir Allah.

Jadi apa yang sudah kita punya di sini? Kita punya seorang pria yang begitu luar biasa diberkati tetapi yang telah menodai dua janji nazarnya, yakni untuk tidak menyentuh bangkai dan untuk tidak meminum anggur. Perlu dicatat bahwa Simson melanggar keduanya bukan karena ada satu atau beberapa orang yang memaksanya untuk melanggar janji tersebut, Simson memilih untuk melakukan itu berdasarkan keinginannya sendiri, keinginan yang bodoh. Kini hanya tersisa satu hukum yang belum dilanggar oleh Simson. Benar, Simson masih menjaga rambutnya.

Di antara ketiga peraturan kenaziran, peraturan mengenai rambut merupakan peraturan yang paling mencolok. Tidak semua orang bisa melihat apakah Simson tidak menyentuh bangkai atau tidak. Sama dengan itu, tidak semua orang bisa menghakimi ketaatan Simson dalam hal mengonsumsi anggur. Tetapi semua orang bisa mengenal bahwa Simson adalah seorang nazir melalui rambutnya. Jika rambutnya pendek, berarti dia tidak lagi menjadi seorang nazir entah apapun alasannya, as simple as that. And guess what? Simson benar-benar menjaga rambutnya tetapi pada saat yang sama dia sebegitugampangnya melalaikan dua peraturan yang lain. Oohh, aku mencium aroma kesombongan di sini.

Simson adalah tipe orang yang lebih mengutamakan APA YANG NAMPAK DI LUAR
*Dan kita melakukan hal yang sama setiap hari!

Di dalam hawa nafsunya, Simson mengambil madu dari bangkai singa itu
Di dalam KESOMBONGANNYA, Simson mengadakan pesta minum anggur itu

Mengapa aku berani mengatakan Simson sombong? OK, mungkin akan ada beberapa dari antara kita yang membela Simson dan menganggap bahwa Simson tidak sombong melainkan hanya yakin bahwa Allah menyertai dia. Baik, anggaplah Simson tidak sombong. Tetapi kalau benar Simson tahu bahwa Allah menyertai dia dan kalau dia sadar diri bahwa dia membutuhkan penyertaan Allah, pastilah Simson tidak akan mengambil wanita itu sebagai isteri dan dia tidak akan mengadakan pesta sebagai bentuk pergaulan dengan orang-orang Filistin.

Kesimpulanku bulat di sini:
Ooohh Kawanku, Simson benar-benar adalah seorang pria yang DIPENUHI KESOMBONGAN

Dan kau ingin tahu apa yang bisa dilakukan oleh kesombongan untuk menghancurkan hidup seseorang? Baik, kembali ke kisah Simson! Simson kemudian membuat suatu teka-teki. Jika orang-orang Filistin itu bisa memecahkan teka-teki itu dalam tujuh hari selama perjamuan itu berlangsung, maka Simson akan memberikan kepada mereka tiga puluh pakaian lenan dan tiga puluh pakaian kebesaran. Tetapi jika mereka gagal, maka merekalah yang harus memberikan tiga puluh pakaian dalam dan tiga puluh pakaian kebesaran kepada Simson. Merekapun setuju dan Simson menanyakan teka-tekinya:

Dari yang makan keluar makanan, dari yang kuat keluar manisan.

samson_bible__image_5_sjpg1037
Simson berbicara tentang madu yang ada di bangkai singa itu. Fantasi Simson terlalu tinggi mengenai prestasinya. Di alam pikiran Simson, Simson membayangkan bagaimana dia bisa membodohi orang-orang dari bangsa musuh itu. Simson sudah membayangkan bagaimana dia akan menunjukkan bangkai beserta madu itu kepada mereka dan berkata, “See? Ini bangkai dari singa yang aku bunuh dengan tanganku sendiri loch. Lihatkan bagaimana istimewanya bangkai ini, kau bahkan bisa mengambil madu darinya.”

Kita perlu lebih teliti di sini. Sebelumnya, Simson belum pernah berurusan, dalam hal adu fisik, dengan orang-orang Filistin. Itulah sebabnya mengapa Simson merasa perlu membuat teka-teki itu supaya Simson bisa menunjukkan bahwa dia adalah orang yang cukup kuat untuk menghancurkan seekor singa dengan tangan kosong. Simson ingin menegaskan kepada semua orang betapa hebat, kuat, dan berbahayanya dirinya. Simson ingin mengancam mereka dan memberi alarm, “Dude, you don’t want to get hurt!” Di benak Simson, Simson membayangkan ketiga puluh pria itu memegang kedua pipi mereka, memiringkan sedikit kepala mereka, melingkarkan bibir mereka, dan berkata, “Kyaaa, Simson kereeeen.”

Simson TERLALU BANGGA atas pencapaian-pencapaiannya
Simson ingin membangun citra dirinya di atas kesuksesan-kesuksesannya

*Dan kita melakukan hal yang sama setiap hari!

Orang-orang Filistin kesulitan memecahkan teka-teki itu. Mereka kemudian mendatangi isteri Simson dan mengancam akan membakar dia dan seisi rumahnya apabila wanita itu tidak mampu mengorek jawaban atas teka-teki itu dari Simson. Nah, jika ada salah satu konsekuensi dari kisah cinta yang terlalu buru-buru, inilah salah satunya. Wanita itu tidak kenal siapa suaminya yang sebenarnya.

Wanita itu kurang mengenal seberapa kuatnya Simson. Wanita itu tidak tahu bahwa seharusnya dia dan seluruh keluarganya akan aman bersama Simson. Tiga puluh orang itu bahkan bukan ancaman sama sekali bagi Simson. Seandainya wanita itu menceritakan ancaman mereka kepada Simson, Simson pasti akan langsung menghabisi mereka, so simple. Akan tetapi, karena wanita itu belum mengenal Simson, wanita itu ketakutan.

Simson mengambil seorang wanita menjadi isteri tanpa mengenal dia sebelumnya
*Dan banyak pernikahan hancur karena hal yang sama!

Dihantui ketakutannya, wanita itu kemudian terus merayu Simson untuk memberikan jawaban atas teka-tekinya. Capai hati mendengar rengekan isterinya, Simson akhirnya membeberkan rahasianya. Setelah mendengar jawaban tersebut, isteri Simson yang bahkan namanya tidak dicatat di Alkitab ini, memberitahu semuanya kepada orang-orang Filistin.

“Apakah yang lebih manis dari pada madu? Apakah yang lebih kuat dari pada singa?”

Kaget mendengar jawaban dari orang-orang Filistin itu, Simson sadar bahwa fantasinya untuk menerima pujian “kyaaa” dari mereka telah sirna. Tidak cuma itu, Simson merasa malu karena teka-teki besarnya bisa dipecahkan di depan semua orang. Bukankah itu menghancurkan harga diri? Akhirnya, kesombongan kecil berevolusi menjadi kemarahan besar. Di dalam hatinya, Simson berpikir:

“Jika aku tidak mendapatkan respect dari mereka dengan cara itu,
maka aku akan merebut perhatian mereka dengan cara yang lain.”

Dengan amarah yang merajalela, Simson pergi ke Askelon. Apa yang hendak dia lakukan di sana? Bukankah orang-orang yang membuatnya marah ada di hadapan dia saat itu? Mengapa dia pergi ke Askelon? Apakah dia merajuk seperti seorang anak kecil? TIDAK. Simson tidak sepolos itu. Malahan pria ini adalah pria liar yang terlalu berbahaya sebab dia tidak mampu menguasai dirinya. Di Askelon, Simson membunuh 30 orang yang TIDAK BERSALAH. Tidak hanya itu, dia menelanjangi mayat-mayat itu dan memberikan pakaian mereka ke tiga puluh orang Filistin yang mampu menebak teka-tekinya. Belum reda dalam murkanya, Simson kembali ke kampung halamannya, meninggalkan semua orang termasuk mempelainya. Dan karena bingung melihat sikap dan kepergian Simson di tengah-tengah pesta, ayah wanita itu akhirnya menikahkan sang wanita dengan pria lain. Disaster!

Aku sambung pertanyaanku yang sempat terputus tadi. Kau ingin tahu apa yang bisa dilakukan oleh kesombongan untuk menghancurkan hidup seseorang? Kesombongan akan membawamu pada amarah yang meledak-ledak, kesombongan akan menyeretmu untuk menyalahkan orang lain, kesombongan akan membuatmu menyakiti orang lain, kesombongan akan memaksamu meninggalkan orang-orang yang kau sayangi.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kuberitahu satu hal padamu, Kawan:

Kau hancurkan kesombonganmu
Atau kesombonganmu yang akan menghancurkan engkau

Kesombongan membuat Simson mendewakan penampilan luarnya. Bagi Simson, selama rambutnya masih panjang, berarti dia baik-baik saja. Kesombongan membuat Simson terlalu mengandalkan penampilan dan kemampuannya. Kesombongan membuat dia merasa aman di balik apa yang nampak di luar, dia bersembunyi di balik rambutnya. Kesombongan membuat Simson melupakan Allah.

Ini persis seperti setiap kita. Kita bersembunyi di balik wajah tampan/cantik kita. Selama wajah kita menarik, kita baik-baik saja. Kita bersembunyi di balik keagungan jurusan dan jaket himpunan kita. Kita merasa aman di balik prestasi kita yang setinggi langit. Kita merasa terjaga di dalam kekayaan kita. Kita menjadikan kemampuan kita sebagai tembok penyelamat kita. Kita menyerahkan nilai diri kita di balik profil picture kita yang kita pastikan sebaik mungkin. Kita membangun image kita melalui dunia maya. Pelayanan kita, karunia roh yang kita miliki, kesalehan kita, talenta kita, apapun, semuanya bisa menjadi akar dari kesombongan.

Itu semua akan berakhir sia-sia. Simson bukanlah rambutnya. Sama dengan itu, wajahmu bukan dirimu sepenuhnya apalagi profile picture-mu. Foto-foto hanyalah cetak digital dari seseorang, itu bukan dia yang sesungguhnya. Penampilanmu, prestasimu, kemampuanmu, kekayaanmu, apapun yang ada padamu bukanlah dirimu sepenuhnya. Oleh sebab itu berhentilah menggantungkan semua identitasmu kepada semua itu. Berhentilah menjadi sombong.

Kesombongan membuat Simson membuat teka-teki itu. Simson membuat teka-teki itu karena dia ingin menunjukkan kepada semua orang tentang singa yang telah dibunuhnya dan hal luar biasa apa yang ada di balik prestasinya itu. Simson haus akan pengakuan. Simson haus akan penghormatan. Simson ingin dikenal sebagaimana dia ingin dikenal. Semua kesombongan berasal dari kebutuhan untuk diakui. Dan kebutuhan untuk diakui adalah tanda dari seseorang yang insecure.

Pride always comes from insecurity

Oleh sebab itu, jika kau merasa kau sedang butuh untuk diakui atau dikenal, cobalah selidiki dirimu. Kau perlu menemukan bagian mana dari dirimu yang sedang merasa insecure. Kau harus mencari bagian dari hatimu yang masih kosong. Dan ketahuilah, kau tidak bisa mengisi kekosongan itu dengan mengharapkan orang lain yang memenuhinya. TIDAK. Ciptaan tak akan pernah bisa memuaskanmu. Penciptamulah yang bisa melakukannya.

Newton

Kita tidak pantas atas apapun. Satu-satunya yang pantas kita terima adalah kematian dan neraka. Jangan anggap diri kita terlalu tinggi. Kita tidak layak, Teman-teman. Siapakah kita ini? Bahkan kita bisa menjadi bukan seorang pembunuh itu hanya karena kasih karunia. Kalau bukan Allah yang menangkapku dalam kasih-Nya, mungkin aku akan menjadi seorang pencuri atau pembunuh saat ini. Oleh karena itu, jika aku bisa melihat diriku diberkati seindah ini, bahkan dosaku diampuni, bahkan lebih lagi aku dikasihi Tuhan, untuk apa lagi aku mencari pemenuhan dari orang-orang lain? Apalah artinya pujian mereka dibanding kasih Tuhanku?

Kesombongan membuat Simson rentan untuk marah. Tidak cuma itu, dia menyalahkan semua orang. Merasa gagal karena tidak berhasil mendapat simpati dari bangsa Filistin, Simson menyalahkan semua orang. Dia menyalahkan isterinya dan menyebutnya “lembu betina” (ayat 18b). Dia menyalahkan 30 orang tidak bersalah di Askelon. Dia menyalahkan 30 orang licik yang mengancam isterinya. Dia menyalahkan semua orang di pesta pernikahan itu. Simson menganggap dirinya benar dan orang lainlah yang pantas disalahkan atas kegagalan dirinya. Simson terlalu buta dalam kesombongan dan amarahnya sebab seandainya saja dia cukup rendah hati, dia akan sadar kalau semua ini tidak akan terjadi KALAU DIA TIDAK BODOH.

Bodohlah yang menyatakan sakit hatinya seketika itu juga,
tetapi bijak, yang mengabaikan cemooh.
(Amsal 12:16)

Ini persis dengan kita. Terlalu mudah menemukan kesalahan pada orang lain tetapi terlalu sulit menemukan kesalahan diri sendiri. Andaikan aku memberimu 10 pertanyaan dan memintamu memberi poin 1 apabila kau merasa sombong di pertanyaan itu dan memberi poin 0 jika sebaliknya. Apakah hasil yang akan kita punya? Jika total poinmu adalah 1-10, maka kau adalah orang yang sombong. Tetapi jika poinmu 0, kau adalah orang yang SUPER SOMBONG. Bukankah begitu? Kesombongan adalah hal yang sangat sulit dideteksi, oleh sebab itu banyak orang menilai bahwa kesombongan adalah salah satu dari 7 dosa yang paling berbahaya.

Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu,
maka engkau akan melihat dengan jelas
untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu.
(Lukas 6:42)

Lalu bagaimana dengan kita? Apakah kita persis seperti Simson? Apakah kita mengutamakan apa yang nampak di luar sementara bobrok di dalam? Apakah kita terlalu haus akan pengakuan? Apakah kesombongan kita berasal dari insekuritas? Apakah kita mendapati diri kita terlalu mudah menyalahkan orang lain dan selalu menganggap diri benar? Well, apapun jawabannya, ingatlah ini baik-baik:

Capture
Jadi apakah kau ingin menjadi orang yang kuat di dalam kekuatanmu sendiri? Dan kuberi tahu padamu, iblis akan sangat senang mendengar hal tersebut. Atau kau akan memutuskan untuk mengakui kelemahan dan ketidakberdayaanmu di hadapan Allah, dan sebagai gantinya memberi dirimu dipimpin sepenuhnya oleh Dia. Itu terserah padamu.

Spurgeon

~Bersambung ke: Ketika Seorang Kuat Sakit Hati dan Mendendam

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s