3. The Fall of Men – The Forbidden Tree

Eden

Adapun di Taman Eden, ada 2 pohon yang berbeda dari pohon-pohon yang lainnya. Kedua pohon itu adalah Pohon Pengetahuan Baik dan Jahat serta Pohon Kehidupan. Kita akan membahas mengenai signifikansi pohon pertama pada halaman ini. Pohon Kehidupan akan kita bahas di bagian berikutnya. Sebagai bocoran, Pohon Kehidupan sangatlah istimewa dan erat hubungannya dengan hidup kekal yang manusia terima melalui Yesus Kristus.

Lalu apakah signifikansi dari Pohon Pengetahuan Baik dan Jahat?

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sesungguhnya, pohon ini bukanlah pohon yang sedemikian istimewa, setidaknya menurutku. Memang benar, pohon ini nampak elok dan buahnya begitu menggoda. Tetapi daya tarik utama pohon ini tidak berasal dari dirinya sendiri, melainkan dari TITAH TUHAN yang melindungi pohon ini. Berbicara mengenai Titah Tuhan, ada hal yang menarik. Sebelum peristiwa manusia jatuh ke dalam dosa, Alkitab hanya mencatat tiga perkataan Allah kepada manusia.

Titah yang pertama adalah apa yang kita kenal sebagai Mandat Budaya. Berdasarkan firman inilah manusia diberikan KUASA dan OTORITAS dari Allah atas bumi dan segala isinya.

Beranakcuculah dan bertambah banyak;
penuhilah bumi dan taklukkanlah itu,
berkuasalah atas ikan-ikan di laut
dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.
(Kejadian 1:28)

Titah yang kedua disebutkan tepat setelah titah yang pertama. Jika titah yang pertama berbicara tentang kuasa dan otoritas, titah yang kedua berisi tentang BERKAT yang Allah berikan kepada manusia.

“Lihatlah,
Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi
dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji;
itulah akan menjadi makananmu.
(Kejadian 1:29)

Kita akan lebih teliti mulai dari bagian ini. Jika kita melihat sekilas, Titah Pertama dan Titah Kedua belum memberikan informasi bahwa manusia memiliki kebebasan untuk memilih. Dua Titah ini tidak menjelaskan apakah Allah memberikan manusia suatu kehendak bebas atau tidak. Sebagai contoh, cobalah bandingkan titah pertama dengan dengan Kejadian 1:22, ayat ini berbicara tentang Titah Allah yang mirip dengan titah pertama, hanya saja Kejadian 1:22 ditujukan untuk burung-burung dan ikan-ikan di laut.

“Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut,
dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak.”
(Kejadian 1:22)

Jika kita membandingkannya, perintah agar manusia beranak cucu dan menaklukkan bumi akan sejajar dengan perintah Allah kepada matahari untuk bersinar, perintah Allah kepada tanah untuk menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, perintah Allah kepada air ketika Dia membentuk cakrawala, laut, dan daratan, perintah Allah kepada ikan-ikan dan burung-burung, dan perintah-perintah lain pada masa penciptaan. Air, tanah, benda-benda penerang, tumbuhan, hewan, semuanya itu tidak punya pilihan atau kehendak bebas. Sama dengan hal itu, kita bisa saja menduga bahwa manusia tidak dianugerahi kehendak bebas jika kita memandangnya hanya dari  Kejadian 1:28-29.

Akan tetapi, kita baru menyebutkan dua dari tiga Titah Tuhan. Kita masih punya satu titah lagi. Dan titah inilah yang memberikan perbedaan. Titah ketiga adalah ini:

Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas,
tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu,
JANGANLAH kaumakan buahnya,
sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.
(Kejadian 2:16-17)

Titah pertama berbicara mengenai kuasa dan otoritas, titah kedua berbicara mengenai berkat, dan titah ketiga berbicara mengenai LARANGAN. Inilah larangan pertama Allah bagi manusia. Bisa dibilang, Kejadian 2:16-17 merupakan HUKUM pertama yang Allah berikan kepada manusia. Dan hukum inilah yang membuat segalanya berbeda.

Janganlah…. Ketika kita diberikan perintah “jangan”, kita tahu bahwa sesungguhnya kita memiliki pilihan untuk melakukan yang sebaliknya. Allah seperti sedang berkata, “Hai manusia, kau sesungguhnya bisa memakan buah itu, kau akan selalu punya pilihan untuk itu, tetapi kukatakan padamu, jangan coba-coba untuk memakannya.” Dengan demikian, kita bisa menarik kesimpulan bahwa Pohon Pengetahuan Baik dan Jahat merupakan lambang dari Kehendak Bebas manusia. Tuhan bisa saja mengutus Malaikat Kerub untuk menjaga Pohon Pengetahuan Baik dan Jahat sama seperti Dia mengutus mereka untuk menjaga Pohon Kehidupan setelah manusia jatuh ke dalam dosa (Kejadian 3:24) tetapi hal itu tidak Tuhan lakukan. Mengapa? Karena melalui pohon itu sebenarnya Tuhan sedang memberikan anugerah yang begitu luar biasa, yakni KEHENDAK BEBAS kepada manusia.

Mengapa kukatakan itu sebagai anugerah yang luar biasa? Tentu saja itu luar biasa, sebab tanpa kehendak bebas, manusia tidak akan pernah merasakan indahnya MENGASIHI dan TAAT kepada ALLAH. Tanpa kehendak bebas, manusia sama saja seperti ciptaan lain yang tidak memiliki kehendak dan kuasa untuk membuat pilihannya sendiri, apalagi pada saat itu manusia tidak diberikan hikmat untuk membedakan apa yang baik dan apa yang jahat. Tanpa kehendak bebas, manusia memang tetap akan bisa menikmati kasih Allah, tapi manusia tidak akan bisa balik mengasihi Allah sepenuhnya. Tanpa kehendak bebas, manusia hanya akan memiliki ketaatan robot dan bukan ketaatan yang lahir dari keputusan atau kehendak yang tulus dan ikhlas untuk menundukkan diri kepada-Nya. Tuhan menciptakan segala sesuatu amat baik dan untuk tujuan yang mulia, tidak terkecuali pohon itu.

DICINTAI adalah hal terindah untuk diterima
MENCINTAI adalah hal terindah untuk dilakukan

Jadi, apakah signifikan Pohon Pengetahuan Baik dan Jahat? Pohon itu merupakan lambang dari Kasih Allah yang menganugerahkan manusia suatu kehendak bebas. Melalui pohon itu, Tuhan memberikan kepada manusia kuasa untuk bisa mengasihi Dia dan untuk memutuskan apakah mereka akan taat atau berontak. Pohon itu dan Larangan itu, merupakan salah satu bukti dari Kasih Allah.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sampai di sini kita belajar bahwa sesungguhnya manusia memiliki kehendak bebas. Kehendak bebas adalah berkat Allah. Kehendak bebas merupakan salah satu perwujuan Kasih Allah kepada manusia. Kehendak bebas adalah sungguh amat baik.

Di bagian berikutnya, kita belajar bagaimana iblis akan menghancurkan segalanya. Iblis akan menipu manusia sehingga manusia jatuh ke dalam dosa. Dan semenjak manusia berdosa, kehendak bebasnya menjadi bobrok. Kehendak bebas yang awalnya baik, justru akan menjadi “kutuk” yang membuat manusia semakin dan semakin terperosok ke dalam lumpur dosa. Tanpa adanya Kasih Allah dan penyertaan-Nya, manusia akan selalu memilih yang salah sekalipun dia tahu apa yang baik.

Apakah kehendak bebas manusia menentukan keselamatan manusia? TIDAK. Kehendak bebas manusia memang ada kaitannya dengan keselamatan (apa kaitannya? kita akan bahas itu nanti) tetapi itu sama sekali tidak menentukan apakah mereka akan diselamatkan atau ditolak oleh Allah. Penyelamatan manusia adalah sepenuhnya inisiatif dan kehendak Allah yang dinyatakan dalam pengorbanan Yesus Kristus.

Menjadikan kehendak bebas sebagai standar untuk menyelamatkan manusia adalah hal paling buruk yang mungkin Allah lakukan. Sebab jika Allah menetapkan pilihan bebas manusia sebagai patokan untuk menyelamatkan atau menolak mereka, maka Allah pasti akan menolak semua manusia sebab tak seorangpun bisa datang kepada Allah dengan kehendak bebas yang sudah terlumuri dengan dosa itu. Kehendak bebas manusia tidak menentukan keselamatan manusia. Pradestinasi Allah-lah yang menetapkannya.

Lalu apakah pradestinasi itu?
Apakah dasar Allah menetapkan pradestinasi-Nya?
Sekali lagi, jangan terburu-buru.
Kita akan membahas semua itu setelah kita selesai dalam membahas fondasi-fondasinya terlebih dahulu.

Berikutnya: The Fall of Men – Ketika Wakil Allah Jatuh ke Dalam Dosa
*Bagian ini akan sangat sangat menarik

Advertisements

4 thoughts on “3. The Fall of Men – The Forbidden Tree

  1. Terima kasih bang. Cukup menginspirasi.
    Meskipun ada yg sedikit membingungkan. Mungkin di bagian selanjutnya akan dijelaskan lagi
    Tuhan memberkati, Bang 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s