Dosa Seksual

Lalu ia (Hawa) mengambil dari buahnya dan dimakannya
dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia,
dan suaminyapun memakannya.

Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang;
lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat.
(Kejadian 3:8-9)

Aku cukup yakin ada begitu banyak orang, terutama orang Kristen, yang mengetahui kisah ini. Tetapi adalah suatu tanda tanya besar apakah mereka yang mengetahui kisah ini benar-benar memaknainya di dalam kehidupannya.

Kita tahu bahwa nenek moyang kita, Adam dan Hawa, diberikan kebebasan oleh Allah untuk memakan buah yang dihasilkan oleh semua pohon yang ada di taman Eden, kecuali satu pohon, yakni pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Allah memperingatkan Adam bahwa apabila manusia memakan buah itu, maka manusia itu akan mati. Singkat cerita, nenek moyang kita berhasil ditipu oleh iblis yang menampakkan dirinya dalam rupa ular. Mereka memakan buah itu dan voila, akhirnya mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan, yakni pengertian tentang apa yang baik dan apa yang jahat.

Aku yakin kita semua tahu akan hal itu. Akan tetapi, apa yang mungkin tidak sempat ditangkap oleh begitu banyak pembaca adalah bahwa:

Hal pertama yang disadari oleh nenek moyang kita adalah bahwa mereka telanjang
Hal pertama yang mereka pikirkan adalah bagaimana menutup ketelanjangan mereka
Hal pertama yang mereka lakukan adalah berusaha menutup ketelanjangan mereka

Ketiga hal tersebut merupakan respon pertama dari manusia yang untuk pertama kalinya bisa membedakan apa yang baik dan apa yang jahat. Apakah engkau menangkap apa yang aku maksud di sini? Dan apakah engkau sadar bahwa dunia saat ini melakukan hal yang sepenuhnya bertolak belakang dengan hal itu?

Mari kita bersama-sama menyelidiki diri kita masing-masing. Apakah kita mengerti bahwa ketelanjangan fisik orang lain bukanlah hal yang baik untuk kita lihat dan kita ‘nikmati’? Dan apabila kita mengerti, apakah hidup dan keseharian kita benar-benar MENCERMINKAN dan MEMBUKTIKAN bahwa kita mengerti ataukah hanya sekadar tahu?

Firman Tuhan berkata, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.” (Roma 12:2)

Janganlah kita serupa dengan dunia ini. Tuhan Yesus mati bukan supaya kita bisa hidup seenaknya  dan menyamakan diri dengan dunia ini sambil tetap meyakini bahwa ketika mati kita akan masuk surga. Tuhan Yesus mati supaya kita yang percaya kepada-Nya tahu bahwa ketika mati kita akan hidup bersama Dia di surga dan dengan pembaharuan budi yang demikian kita tahu bahwa harta kita yang sesungguhnya sudah ada di sana.

Ketika kita mengerti bahwa harta kita ada di sana
kita tidak akan lagi ‘mengejar’ harta dan kenikmatan dunia yang fana

Ketika kita mengerti bahwa harta kita ada di sana dan sifatnya tetap
Maka kita hidup tidak lagi untuk MENYAMAKAN diri dengan dunia
Melainkan hidup untuk MENGUBAH dunia

Janganlah kita serupa dengan dunia ini. Dunia ini hidup dalam hawa nafsu seksualnya. Dunia ini mencoreng kehormatan manusia yang (sekalipun berdosa) awalnya diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Dunia ini mencoreng kehormatan wanita yang awalnya diciptakan sebagai penolong pria dan kini menjadikan mereka sebagai ‘barang dagangan’. Dunia ini membuat manusia persis seperti binatang yang tidak malu telanjang bahkan kawin di hadapan makhluk lain.

Janganlah kita serupa dengan dunia ini. Dunia ini dengan begitu sombongnya mendefinisikan apa arti KEBEBASAN. Mereka sangka kebebasan artinya bebas melakukan segala sesuatu seenaknya sendiri. Mereka kira kebebasan artinya bebas memperlihatkan tubuh mereka yang telanjang di hadapan semua orang. Mereka kira kebebasan artinya bebas menonton film komedi romantis yang penuh dengan adegan seksual sambil terus menerus mengeraskan hati, membenarkan diri, dan meneriakkan kalimat super duper hyper optimis yang berkata “tenang saja, kamu mati tetap masuk surga kok”.

Mereka kira dengan demikian mereka adalah orang-orang bebas
Sayang sekali, Tuhan berbicara lain:

Kata Yesus kepada mereka:
“Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa,
adalah HAMBA dosa.”
(Yohanes 8:34)


Orang berdosa justru adalah orang yang paling terpenjara dalam hidupnya. Orang yang terus menerus hidup dalam keberdosaannya justru adalah budak yang paling membutuhkan kemerdekaan. Mereka tidak sadar. Mereka sama sekali tidak sadar betapa terpenjaranya mereka sebab memang mereka dilahirkan dalam keadaan berdosa sehingga mereka belum pernah mengecap apa itu kebebasan yang sesungguhnya. Kebebasan semacam itu hanya bisa dirasakan seseorang ketika Tuhan, dalam kepenuhan kuasa-Nya, hadir dalam kehidupan orang itu dan mengubah hatinya menjadi baru.

Oh ya?
Jadi, apakah selama ini kita yang berdosa tidak pernah bebas?
Jadi, apakah selama ini kita selalu terpenjara?
Jika demikian, mengapa hidup ini terasa begitu nikmat?
Mengapa kita tidak merasa terpenjara sama sekali dan justru sebaliknya?

Dan inilah jawabannya:

Apabila ia (iblis) berkata dusta,
ia berkata atas kehendaknya sendiri,
sebab ia adalah pendusta dan bapa SEGALA DUSTA.
(Yohanes 8:44)

Mengapa kita yang selalu hidup dalam dosa begitu menikmati hidup ini?
Mengapa kita tidak pernah merasa terpenjara, malahan hidup ini terasa begitu bebas?
Mengapa justru kita merasa tontonan kesukaan kita yang memang memuat banyak adegan seks malah lebih banyak mengajarkan kepada kita pesan-pesan yang sifatnya positif dan membangun, misalnya saja “Teman”, “Bagaimana aku bertemu mamamu”, “Permainan singgasana”?

Dan inilah jawabannya:

Karena kita sudah dibohongi
Karena kita mau dibohongi

Kita telah dibohongi selama ini, Kawan. Ingatlah apa yang iblis katakan kepada Hawa. Dia mengatakan hal yang baik kepada Hawa. Dia mengatakan bahwa Hawa tidak akan mati dan dia akan mendapatkan hikmat ilahi. Ingatlah apa yang iblis sampaikan ketika dia mencobai Tuhan Yesus. Dia menjanjikan hal yang luar biasa baik. Dia menjanjikan seisi dunia.

Dan itu juga yang dia janjikan pada kita. Dia menjanjikan apa yang terdengar sangat baik. Dia menunjukkan kepada kita kebebasan. Dia menyampaikan pesan-pesan persahabatan. Dia mengajarkan bagaimana mendapatkan hati seseorang yang kita sukai. Dia menghibur kita dengan kisah-kisah romantis. Dia membuat kita mencatat begitu banyak quotes. Dia membuat kita berkali-kali mengangguk-anggukan kepala kita pertanda setuju. Itu semua baik. Dan yang lebih luar biasa baik lagi adalah dia meyakinkan kita bahwa ketika mati kita akan masuk surga.

Sungguh-sungguh kebohongan yang hampir tidak bercelah
Sungguh-sungguh pendusta yang luar biasa
Lucifer gitu loch, ga mungkinlah tipuannya mudah diduga

Tetapi dia bukan mahakuasa. Dia bisa dikalahkan.
Dengan apa?

Dan mereka mengalahkan dia (iblis)
oleh DARAH Anak Domba,
dan oleh perkataan KESAKSIAN mereka.
(Wahyu 12:11a)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kawan-kawanku yang terkasih…
darah Tuhan Yesus sudah tercurah dan kini aku ingin memberikan kesaksian tentang Dia. Mungkin saat ini engkau masih hidup dalam keterikatan dengan dosa-dosa seksual entah apapun itu bentuknya. Aku percaya, kalau kau diberikan kesempatan untuk memutar waktu, kau pasti akan memilih untuk tidak hidup dalam hidup yang demikian. Tetapi apa daya, kau sudah terlanjur tercebur di dalamnya dan kau mendapati hampir mustahil bagimu untuk keluar dari lumpur dosa itu. Kau ingin terlepas tetapi kau begitu terikat padanya. Kau tidak ingin menonton film itu lagi, tetapi kau merasa HARUS menontonnya.

Look, aku ada di sini tidak untuk mendakwa atau menghakimi engkau.
Aku hanya ingin mengajakmu merenungkan ini:
Percayakah engkau bahwa detik ini juga Tuhan Yesus mampu mengubah hatimu dan memberikan kekuatan yang cukup untukmu sehingga kau memiliki kuasa untuk menjauhkan diri dari lumpur dosa itu?

Think about that!
Apakah kau percaya?
Apakah kau sungguh-sungguh percaya?

Think about that!
Apakah Tuhan Yesus lebih lemah dibanding godaan dosa sehingga Dia tak sanggup menyingkirkannya dari hatimu?

Think about that!
Apakah Tuhan Yesus tidak mau membebaskanmu dari penjara dosamu?

Think about that!
Sebesar apa Tuhan Yesus yang kau sembah dan percaya selama ini?
Apakah Tuhanmu adalah Tuhan yang kecil, yang tak mau dan tak mampu memerdekakanmu?

Percayalah kepada-Nya. Dia rela membunuh hewan yang Dia ciptakan sendiri hanya untuk menutup ketelanjangan nenak moyang kita (Kejadian 3:21). Lebih dari itu, Dia rela ditelanjangi dan dijadikan tontonan publik di atas kayu salib. Dia mengasihimu. Dia mampu, bahkan saat ini juga, untuk mengubah hatimu. Dia mau, bahkan sangat siap, untuk memberikan kekuatan padamu.

Karena kuasa ilahi-Nya telah menganugerahkan kepada kita
segala sesuatu yang berguna untuk hidup yang SALEH oleh pengenalan kita akan Dia…
(2 Petrus 1:3)

Apa yang kau perlukan adalah PERCAYA dan MERESPON. Kau butuh keduanya, bukan hanya salah satu. Dan jika kau melakukannya,  aku percaya dengan segenap hatiku bahwa Tuhan akan segera menangkap dan melindungimu dari semua serangan iblis yang ingin menipumu bahkan membinasakanmu.

Dan tidak hanya itu. Aku percaya, bahkan dengan segenap hatiku, bahwa Dia akan memberikan hidup yang baru padamu yang bahkan jauh lebih indah dibanding hidup yang selama ini kau kira sebagai hidup yang indah itu.

Dia yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan,
sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada burung rajawali.
(Mazmur 103:5)

Dan lebih dari itu. Aku percaya, bahkan dengan segenap hatiku, bahwa Dia akan memberikan padamu kehormatan tertinggi yang mungkin bisa diterima oleh seorang anak manusia, yakni hidup untuk menunjukkan pada dunia betapa mulianya keindahan dan kekudusan Tuhan Yesus Kristus, Allah kita. Sekarang, take your time dan renungkan SUNGGUH-SUNGGUH ayat berikut ini.

Jika seorang menyucikan dirinya dari hal-hal yang jahat,
ia akan menjadi perabot rumah untuk maksud yang mulia,
ia dikuduskan,
dipandang layak
untuk dipakai tuannya
dan disediakan untuk setiap pekerjaan yang mulia.
(2 Timotius 2:21)

 

Dosa Seksual

 

Mari merenung
Dan mengambil keputusan

Tuhan Yesus memberkati

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s