Belumnya Saatnya

Maka Yesus, yang tahu semua yang akan menimpa diri-Nya, maju ke depan dan berkata kepada mereka: “Siapakah yang kamu cari?”

Jawab mereka: “Yesus dari Nazaret.” Kata-Nya kepada mereka: “Akulah Dia.” Yudas yang mengkhianati Dia berdiri juga di situ bersama-sama mereka.

Ketika Ia berkata kepada mereka: “Akulah Dia,” mundurlah mereka dan jatuh ke tanah.

Maka Ia bertanya pula: “Siapakah yang kamu cari?” Kata mereka: “Yesus dari Nazaret.”

Jawab Yesus: “Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia. Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi.”

Demikian hendaknya supaya genaplah firman yang telah dikatakan-Nya: “Dari mereka yang Engkau serahkan kepada-Ku, tidak seorangpun yang Kubiarkan binasa.”

(Yohanes 18 : 4 – 9)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Peristiwa penangkapan Yesus merupakan peristiwa yang sangat penting untuk disimak oleh setiap orang Kristen karena di balik kisah ini, Tuhan menyampaikan pesan tersirat tentang bagaimana Dia menjaga, membela, dan melindungi domba-domba-Nya.

Dari kisah ini, kita dapat menyaksikan bahwa ada empat pihak yang terlibat dalam peristiwa penangkapan Kristus, yakni Yesus Kristus sendiri, Yudas Iskariot, para prajurit, dan yang mungkin sering terabaikan, para murid. Ya, para murid juga ada di tempat itu. Hal ini berarti bahwa bukan hanya Tuhan Yesus, tetapi seluruh murid juga terancam akan ditangkap. Dan seandainya mereka semua ditangkap, tidak tertutup kemungkinan bahwa mereka juga akan turut diadili dan bahkan dijatuhi hukuman mati bersama-sama dengan Dia.

Tuhan Yesus tahu benar bahwa nyawa murid-murid-Nya sedang terancam. Dan tentu saja, Dia akan melakukan sesuatu mengenai itu. Tuhan kemudian bertanya kepada para prajurit yang hendak menangkap mereka, “Siapakah yang kamu cari?”

Para prajurit kemudian menjawab, “Yesus dari Nazaret.”

Yesuspun menjawab, “Akulah Dia”.

Mendengar jawaban Tuhan, para prajurit mundur dan terjatuh. Mereka ketakutan ketika mendengar nama-Nya. Itulah nama yang penuh kuasa, nama TUHAN sendiri, yakni “Aku-lah” atau “I AM” (Bahasa Inggris) atau “Ego (aku) Eimi (aku)” (Bahasa Yunani). Dengan nama itulah, yaitu “AKULAH AKU” (Keluaran 3:14), TUHAN memperkenalkan diri-Nya kepada Musa di gunung Horeb.

Yesus kemudian menanyakan hal yang sama kepada mereka untuk kedua kalinya dan para prajurit menjawab dengan jawaban yang sama pula, yaitu bahwa mereka mencari Yesus dari Nazaret. Mendengar jawaban para prajurit, Yesus menjawab:

“Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia.
Jika Aku yang kamu cari, biarkanlah mereka ini pergi.

Dapat kita lihat di sini bahwa Yesus sedang berusaha menarik suatu ketegasan dari para prajurit. Dua kali mereka mengatakan bahwa mereka hanya mencari Yesus. Dengan demikian, Yesus membuat para prajurit sadar oleh ucapan mulut mereka sendiri bahwa mereka tidak mempunyai hak untuk menangkap murid-murid-Nya.

Apa yang sebenarnya terjadi? Oh alangkah dahsyatnya Dia. Walau terkesan berada di pihak yang terdesak, Yesus memegang kendali penuh atas peristiwa malam itu. Dia membuat para prajurit mundur dan terjatuh. Dia membuat para prajurit terfokus hanya pada diri-Nya. Dan Dia melindungi murid-murid-Nya.

Ya, Tuhan mengendalikan peristiwa malam itu sepenuhnya. Tuhan memegang kuasa penuh atas keamanan dan keselamatan para murid. Dan Yohanes menulis bahwa Tuhan Yesus mencegah para murid ditangkap untuk menggenapkan firman yang dikatakan-Nya, “Dari mereka yang Engkau serahkan kepada-Ku, tidak seorangpun yang Kubiarkan binasa.”

Tunggu dulu. Apa maksud perkataan Tuhan itu? Apa hubungan antara mencegah para murid ditangkap dengan tidak membiarkan para murid binasa?

Seandainya para murid ditangkap malam itu dan mereka menderita bahkan mati bersama dengan-Nya, bukankah mereka tidak akan binasa? Bukankah justru mereka akan beroleh hidup yang kekal bersama dengan Dia?

Kita mungkin akan tergoda untuk berpikir demikian. Namun, Tuhan Yesus tahu bahwa apabila para murid tertangkap malam itu, maka yang terjadi adalah sebaliknya, yakni para murid akan binasa.

Yesus mengatakan kepada para murid, “Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang,…” (Yohanes 13:33). Yesus tahu apa isi hati para murid. Yesus tahu seberapa besar iman mereka. Dan Yesus juga tahu bahwa siksaan yang akan dijatuhkan kepada Dia, dan kepada mereka seandainya mereka tertangkap, akan sangat luar biasa. Dibutuhkan iman yang luar biasa besar untuk melewati via dolorosa dan Yesus mengerti bahwa iman para murid belum cukup untuk menopang mereka dalam menanggung kesengsaraan yang sedemikian hebat.

Yesus tahu bahwa apabila para murid dibiarkan tertangkap dan diadili bersama-Nya, maka mereka semua akan melakukan apa yang Petrus lakukan, yakni menyangkal Yesus. Dan seandainya mereka tetap dihukum mati bersama dengan Dia, maka mereka akan mati sebagai seorang penyangkal Yesus. Kematian yang demikian sudah pasti akan membawa jiwa manusia kepada kebinasaan yang abadi di dalam api neraka. Namun, Tuhan Yesus tidak akan membiarkan itu terjadi.

Lalu bagaimana dengan Petrus? Bukankah Petrus menyangkal Yesus bahkan sampai tiga kali? Memang benar, Petrus menyangkal Dia. Tetapi Petrus, pada saat itu, bukanlah seorang tahanan. Setelah menyangkal Yesus, Petrus bisa melarikan diri atau lebih tepatnya, Tuhan memberikan jalan pada Petrus untuk melarikan diri. Dengan demikian, Tuhan menganugerahkan kepada Petrus kesempatan untuk bertobat dan untuk tidak akan pernah lagi menyangkal Tuhannya.

Jika Tuhan mau, Tuhan bisa saja menyerahkan Petrus, yang menyangkal Anak-Nya, untuk dihukum mati dan dengan demikian memastikan kebinasaan Petrus. Tetapi tidaklah demikian yang dilakukan-Nya. Tuhan menjaga Petrus. Tuhan memberi jalan bagi Petrus untuk melarikan diri.

Petrus berdosa ketika dia melarikan diri sebab dia melakukannya untuk menyelamatkan nyawanya sendiri. Akan tetapi, lihatlah betapa agungnya Allah, sebab Dia sanggup menggunakan kedurhakaan Petrus untuk menyelamatkan dia, untuk membuatnya melarikan diri, dan pada akhirnya, untuk menganugerahkan Petrus pertobatan. Semua itu Allah lakukan sebab Ia mengasihi Petrus. Namun hal yang sama tidak dilakukan-Nya untuk Yudas Iskariot. Tuhan membiarkan Yudas mati sebagai seorang pengkhianat Kristus.

Malam itu, Tuhan Yesus tidak hanya menyelamatkan murid-murid-Nya dari kebinasaan tubuh akibat hukuman mati tetapi yang lebih dari itu, Dia menyelamatkan mereka dari kebinasaan kekal akibat mati dalam keadaan menyangkal Yesus.

Yesus memberikan kesempatan kepada mereka untuk hidup lebih lama. Bahkan Yesus memberikan kesempatan bagi Petrus untuk melarikan diri sekalipun dia menyangkal Yesus tiga kali. Yesus memberikan waktu kepada murid-murid-Nya untuk bertobat, untuk mengenal Dia lebih dalam, untuk berharap kepada-Nya lebih teguh, untuk beriman kepada-Nya lebih tulus, dan untuk mencintai-Nya lebih sungguh hingga suatu saat yang pasti, Yesus akan mengatakan bahwa tugas mereka di bumi telah selesai dan Dia akan memanggil mereka pulang kembali ke rumah Bapa-Nya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Apa yang bisa kita petik dari kisah ini?

Mungkin ketika kita melihat apa yang terjadi hari-hari ini, kita menjadi takut dan gentar. Kita bertanya-tanya apakah kita sanggup kita menjaga iman kita hingga akhir? Apabila nyawa menjadi taruhannya, sanggupkah kita setia? Semakin kita memikirkan kesukaran hidup yang mengiringi langkah orang percaya, semakin iman kita terguncang. Semakin kita memikirkannya, semakin kita ragu. Lalu kita menjadi semakin lemah, semakin terpuruk, semakin tidak damai, semakin tidak bersukacita, dan semakin lama, kita hidup semakin jauh dari apa yang Tuhan kehendaki dalam hidup kita.

Namun, apa janji Tuhan untuk kita?

Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya. (1 Korintus 10:13)

Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum, tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur. Dan engkau, jikalau engkau sudah insaf, kuatkanlah saudara-saudaramu.” (Lukas 22:31-32)

Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorangpun dari mereka yang binasa selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. (Yohanes 17:12)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kawan-kawanku yang terkasih, Yesus mengasihi murid-murid-Nya. Yesus melindungi domba-domba-Nya. Yesus memegang kendali atas hidup dan masa hidup umat-Nya. Dia berjanji bahwa Dia akan menjamin keselamatan jiwa kita. Bukan keselamatan dan kenyamanan tubuh kita yang Dia jamin, melainkan keselamatan jiwa kita.

984148_10152260602743520_649053796590702688_n

Tuhan kita berjanji dan Dia memberikan kepastian kepada kita bahwa ketika kita mati kelak, entah APAPUN yang terjadi pada kita saat itu…

Kita akan mati
sebagai orang yang tidak malu mengakui Kristus
sebagai Tuhan dan Juruselamat kita

“AMIN… AMIN… AMIN”

Oleh sebab itu, janganlah kita takut. Tuhan kita yang menjanjikan ini, percayalah pada-Nya. Berdoalah kepada Dia. Berharaplah hanya pada-Nya.

Tuhan mengerti dan memahami kita sepenuhnya. Tuhan Yesus tahu betapa lemah dan rapuhnya kekuatan kita. Tuhan Yesus tahu seberapa besar iman kita. Dia tahu kapan iman kita akan siap untuk melewati penderitaan hidup. Dan apabila di dalam penilaian-Nya iman kita belum cukup besar, maka Ia tidak akan membenci, Ia tidak akan menuntut lebih, namun Dia akan memberikan kesempatan kepada kita untuk bertobat, dan yang lebih dari itu, Dia akan bekerja melalui Roh Kudus-Nya untuk menumbuhkan dan menguatkan iman kita sehingga kita mampu melewati semua itu dengan tetap mengakui Dia dan sehingga kita mampu menggenapi firman-Nya yang berkata:

1-john-54

Tuhan menetapkan kapan “waktu” kita akan tiba.
Tuhan menetapkan dengan cara apa “waktu” itu akan menjemput kita.

Jika Dia nilai kita belum siap, maka Dia akan bekerja menguatkan iman kita. Dan jika Dia nilai kita sudah siap dan jika tugas kita sudah tunai, maka Dia akan memanggil kita pulang.

Jika engkau masih bisa membaca tulisan ini, berarti “waktu”-mu belum tiba. Oleh sebab itu, jangan takut. Tetapi bertekunlah di dalam doa agar Dia menumbuhkan iman di dalam hati setiap kita.
10557471_10152678925674558_7969515817311071554_n

Tuhan Yesus memberkati

Advertisements

2 thoughts on “Belumnya Saatnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s