Menemukan Yesus dalam Kisah : Adam dan Hawa (II)

Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang
untuk manusia dan untuk isterinya itu, 
lalu mengenakannya kepada mereka.
(Kejadian 3:21)

Sebelum manusia jatuh ke dalam dosa, manusia tidak malu dengan ketelanjangannya. Namun setelah Adam dan Hawa memakan buah yang dilarang oleh Allah untuk mereka makan, mata mereka terbuka, dan hal paling pertama yang mereka sadari adalah ketelanjangan mereka. Mereka kemudian mengambil daun-daun dari pohon ara, merangkaikannya, dan menjadikannya pakaian.

Allah yang tentunya tahu bahwa manusia telah mengabaikan perintah-Nya kemudian datang menghampiri mereka. Dia bertanya, “Di manakah engkau?”. Allah tahu di mana Adam dan Hawa bersembunyi tetapi Ia tetap menanyakan di mana mereka. Ia tidak mau tiba-tiba datang di hadapan mereka seperti seorang penyergap yang memergoki penjahat yang sedang bersembunyi. Allah bertanya sebab Ia menghendaki manusia itu meresponi pertanyaan-Nya. Sekalipun manusia telah jatuh ke dalam dosa, Ia masih ingin berbicara kepada mereka.

Allah ingin manusia mengerti bahwa Dialah yang mencari manusia dan bukan manusia yang mencari Dia. Sebelum manusia berpikir untuk datang kepada Allah, Allah-lah yang terlebih dahulu berinisiatif untuk mencari mereka. Dan bagaimanakah tanggapan manusia ketika Ia bertanya di mana mereka berada? Manusia itu menjawab:

Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi TAKUT,
karena aku TELANJANG; sebab itu aku BERSEMBUNYI.”
(Kejadian 3:10, dengan penekanan)

Manusia tahu bahwa ketelanjangannya merupakan hal yang memalukan. Dengan kesadaran itu, manusia berusaha untuk menyembunyikan diri sebab mereka tidak ingin Allah melihat mereka dalam keadaan yang demikian. Inilah yang dilakukan dosa terhadap manusia. Dosa membuat manusia menjauhkan diri dan bersembunyi dari Allah yang menciptakan mereka. Namun apa yang Tuhan lakukan? Lihatlah, Dia membuat pakaian dari kulit binatang untuk Adam dan Hawa lalu mengenakannya kepada mereka.

Ini merupakan momen yang sangat menggetarkan hati bagiku. Aku tidak bisa membayangkan apa yang Allah rasakan saat itu. Pastilah Ia sedih, kecewa, dan murka terhadap manusia. Namun, pada saat yang sama Ia pasti memiliki kasih sayang dan perasaan  iba yang luar biasa terhadap mereka. Bagaimana tidak, Ia membuatkan mereka pakaian bahkan mengenakannya kepada mereka. Cobalah kita ingat kisah-kisah dongeng masa kecil di mana ada seorang ibu yang membuatkan pakaian untuk anaknya kemudian memakaikan pakaian itu kepadanya untuk melihat apakah pakaian itu cocok atau tidak dengan ukuran tubuh sang anak. Bukankah pemandangan itu sangat indah?

*Membuatkan pakaian dan mengenakannya kepada sang penerima  merupakan salah satu momen yang paling intim dan paling penuh kasih yang mungkin terjalin antara kedua pihak yang saling berhubungan. Dan hubungan yang demikian telah diinisiasi oleh Allah kepada manusia yang BARU SAJA berdosa dan berusaha melarikan diri dari Dia. Sungguh, Ia adalah Allah yang penuh kasih dan sabar.

1780004_663265867042266_851663676_o

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kita tahu dan percaya bahwa peristiwa ini benar-benar pernah terjadi. Adam dan Hawa benar-benar pernah hidup dan menginjakkan kakinya di atas muka bumi. Mereka benar-benar tertipu oleh iblis. Mereka sungguh-sungguh dikutuk oleh Allah. Dan mereka benar-benar menerima pakaian yang dibuat langsung oleh Allah. Ini bukan dongeng. Ini bukan perumpamaan. Ini adalah sejarah yang nyata. Namun, di dalam tuntunan Roh Kudus, kita dapat memandang kisah ini bukan saja sebagai sejarah, tetapi juga sebagai sebuah ilustrasi. Dan apa yang diilustrasikan dalam kisah ini, tidak lain dan tidak bukan, adalah Tuhan kita, Yesus Kristus.

10583854_10152173188831286_3724272191113818810_n

Ketelanjangan melambangkan intimidasi yang dikerjakan oleh dosa. Intimidasi dosa membuat seseorang merasa bahwa Allah akan membenci dirinya. Hal ini akan mendorong mereka untuk menjauhkan dan menyembunyikan diri dari Allah. Semakin banyak dosa yang dia lakukan, semakin ia merasa terintimidasi. Semakin ia terintimidasi, semakin ia yakin bahwa Allah membencinya. Semakin ia yakin bahwa Allah membencinya, semakin malu ia datang kepada Tuhan untuk memohon pengampunan. Dalam keadaan yang demikian, jika Tuhan tidak menangkapnya dalam kasih-Nya, semakin hari ia akan semakin dekat dengan kebinasaan.

Untuk menutupi ketelanjangannya, Adam dan Hawa berusaha membuat pakaian dari daun pohon ara. Pakaian buatan manusia ini melambangkan perbuatan-perbuatan baik dan ibadah-ibadah yang manusia lakukan untuk menutupi perasaan bersalah atas dosa-dosa yang dilakukannya dan untuk, sedapat mungkin, menjadi tebusan atas dosa-dosanya. Ketika selesai membuat pakaian itu, Adam dan Hawa mungkin tidak lagi begitu terganggu dan merasa malu atas ketelanjangannya. Tetapi apa yang terjadi setelah mereka mendengar bahwa TUHAN akan datang? Daun pohon ara yang baru saja membangkitkan kepercayaan diri mereka, kini sama sekali tidak berguna. Ya, mereka tetap merasa takut dan malu untuk berhadapan dengan Allah sehingga mereka menyembunyikan diri.

Itulah yang kini terjadi pada umat manusia. Manusia berusaha menjalankan perintah-perintah agama karena mereka pikir dengan semua itu mereka terbebas dari dosa. Saat ini mungkin mereka bisa dengan bebas untuk berpikir seperti itu tetapi akan tiba saatnya di mana TUHAN akan datang untuk menghakimi umat manusia. Pada saat itu, ketakutan terhadap murka Allah akan melanda seluruh bumi, dan tak satu orangpun akan merasa cukup percaya diri karena ibadah-ibadah yang pernah mereka lakukan. Pada saat itu, orang yang merasa diri paling suci sekalipun akan tetap merasa takut dan tidak siap menghadap Dia, sama seperti yang terjadi pada Adam dan Hawa.

Pakaian yang manusia buat dari daun pohon ara tidak mampu menutupi ketelanjangan mereka. Dan sebagai gantinya, Tuhan mengganti pakaian itu dengan pakaian yang Ia buat sendiri. Ia mengambil binatang yang Ia ciptakan lalu mengorbankan binatang itu untuk diambil kulitnya. Kulit binatang itu kemudian dijadikan pakaian dan Allah mengenakan pakaian itu kepada Adam dan isterinya.

Aku percaya bahwa di dalam peristiwa ini, Allah sedang memberikan gambaran tentang Anak-Nya, Tuhan Yesus Kristus. Sama seperti Ia mengorbankan binatang, mengambil kulitnya, dan menjadikannya pakaian untuk menutupi ketelanjangan Adam dan Hawa, Ia juga mengorbankan Yesus Kristus dan mengenakan kesalehan dan kesempurnaan Kristus untuk menjadi “pakaian” dan menutupi dosa umat manusia yang percaya kepada-Nya.

Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus.
Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah MENGENAKAN Kristus.
(Galatia 3 : 26-27)

Dengan pakaian yang dibuat langsung oleh Allah sendiri, Adam dan Hawa tidak lagi perlu merasa malu atas ketelanjangannya di hadapan Allah. Dengan demikian, Allah-lah yang menyelesaikan masalah ketelanjangan itu bagi Adam dan Hawa melalui perantara kematian hewan yang dikorbankan. Hal ini menjadi gambaran tentang karya pengorbanan yang Kristus lakukan. Melalui pengorbanan-Nya, Kristus menjadi jalan pendamaian antara Allah dengan manusia yang berdosa sehingga di dalam persekutuan dengan Kristus, orang-orang percaya tidak perlu lagi merasa takut dan malu untuk menghadap tahta Allah. Kristus adalah solusi yang ditetapkan oleh Allah Bapa untuk berdamai dengan umat manusia. Dan lebih dari itu, melalui Kristus, kita bukan saja menjadi umat-Nya, tetapi kita juga diadopsi, untuk menjadi anak-anak Tuhan.

Kristus Yesus telah ditentukan Allah
menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya
.
(Roma 3 : 25)

Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus,
supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya,
kita beroleh keberanian percaya
dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya.
(1 Yohanes 2 : 28)

10580060_893142927366931_4859549147782662401_n

Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kita sekalian. Amin.

Bersambung ke Kain dan Habel

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s