Yesus, Habel yang Sejati

Kain dan Habel

Kemudian manusia itu bersetubuh dengan Hawa, isterinya, dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Kain; maka kata perempuan itu: “Aku telah mendapat seorang anak laki-laki dengan pertolongan TUHAN.” Selanjutnya dilahirkannyalah Habel, adik Kain; dan Habel menjadi gembala kambing domba, Kain menjadi petani.

Setelah beberapa waktu lamanya, maka Kain mempersembahkan sebagian dari hasil tanah itu kepada TUHAN sebagai korban persembahan; Habel juga mempersembahkan korban persembahan dari anak sulung kambing dombanya, yakni lemak-lemaknya; maka TUHAN mengindahkan Habel dan korban persembahannya itu, tetapi Kain dan korban persembahannya tidak diindahkan-Nya. Lalu hati Kain menjadi sangat panas, dan mukanya muram.

Kata Kain kepada Habel, adiknya: “Marilah kita pergi ke padang.” Ketika mereka ada di padang, tiba-tiba Kain memukul Habel, adiknya itu, lalu membunuh dia.

Firman TUHAN kepada Kain: “Di mana Habel, adikmu itu?” Jawabnya: “Aku tidak tahu! Apakah aku penjaga adikku?”

Firman-Nya: “Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah.
(Kejadian 4 : 1 – 10)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kisah kakak beradik, Kain dan Habel, bukanlah kisah yang asing di telinga sebagian besar penduduk bumi. Setidaknya tiga agama besar, yakni Kekristenan, Yahudi, dan Islam mengenal sosok keduanya. Namun, terlepas dari bagaimana pemahaman yang dimiliki oleh agama dan kepercayan lain mengenai makna di balik kisah ini, Kekristenan memiliki pemahaman yang khusus, istimewa, dan berbeda. Perbedaan tersebut terletak pada iman Kristen yang memandang sosok Habel tidak saja sebagai Habel dalam sejarah yang juga dikenal oleh pihak lain, tetapi lebih jauh dan esensial dari itu, iman Kristen meyakini bahwa Habel merupakan gambaran dari Yesus Kristus, yang baru akan datang 4000 tahun setelah peristiwa ini. Lalu, bagaimana kita dapat melihat sosok Kristus balik peristiwa ini?

Hal pertama mengenai pribadi Habel yang menggambarkan sosok Kristus adalah pekerjannya. Habel merupakan seorang penggembala kambing domba. Aku percaya hal ini bukanlah suatu kebetulan. Tidaklah kebetulan Habel menjadi seorang gembala sementara Kain, kakaknya, menjadi seorang petani. Allah berdaulat di dalam segala sesuatu dan aku percaya bahwa dalam kedaulatan-Nya, Ia telah menetapkan bahwa Habel akan menjadi seorang gembala. Dengan cara demikian, Allah memberikan pesan tersirat kepada umat manusia mengenai Anak-Nya, Tuhan Yesus Kristus, yang pernah berkata:

 Akulah gembala yang baik
dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku
(Yohanes 10:14)

Hal kedua yang menggambarkan Kristus adalah Habel mempersembahkan anak kambing dombanya kepada Allah. Yesus adalah Gembala dan Ia juga menyebut diri-Nya sebagai Anak Domba Allah. Sama seperti Habel, si gembala, yang mempersembahkan anak kambing dombanya kepada Allah; Yesus Kristus, Sang Gembala Agung (Ibrani 13:20), mempersembahkan diri-Nya sebagai Anak Domba Allah untuk menjadi tebusan bagi penghapusan dosa dunia.

Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata:
“Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia.”
(Yohanes 1:29)

10461470_906212826072687_1184601893238579563_n

Sebab inilah darah-Ku, darah perjanjian,
yang ditumpahkan bagi banyak orang untuk pengampunan dosa.
(Matius 26:28)

Hal ketiga  adalah Habel tidak mempersembahkan sembarang anak kambing domba, tetapi ia mempersembahkan yang sulung dari kambing dombanya. Status kesulungan ini merupakan gambaran dari pribadi dan karya Kristus. Yesus menyerahkan diri-Nya sebagai korban persembahan yang mendamaikan Allah dengan umat manusia yang berdosa. Dengan darah-Nya, Kristus telah menebus orang-orang berdosa sehingga mereka tidak lagi menjadi milik neraka, melainkan milik-Nya. Tidak hanya itu, melalui pengorbanan-Nya, Yesus tidak saja menebus dosa umat-Nya tetapi juga menjadikan mereka anak-anak Allah (Yohanes 1:12). Melalui cara itu, Yesus yang adalah Sang Anak Allah, kini menjadi yang SULUNG di antara anak-anak Allah yang lain, yang telah ditebus-Nya.

Dan ketika Ia membawa pula Anak-Nya yang sulung ke dunia, Ia berkata:
“Semua malaikat Allah harus menyembah Dia.”
(Ibrani 1:16)

Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat.
Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati,
sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.
(Kolose 1:18)

Hal keempat adalah tentang kenyataan bahwa HANYA persembahan Habel yang diterima oleh Allah. Tentu saja akan lain ceritanya jika kedua persembahan diindahkan oleh Allah. Dan tetap akan berbeda pula ceritanya seandainya Allah menganggap persembahan Habel lebih baik tetapi tetap menerima persembahan Kain. Perlu kita camkan baik-baik, Tuhan hanya mengindahkan persembahan Habel dan Ia menolak persembahan Kain.

Mengapa Allah mengindahkan persembahan Habel? Firman Tuhan dalam Ibrani 11 ayat 4 memberikan jawabannya. Persembahan Habel diterima sebab Habel menyerahkannya dengan IMAN. Berbeda dengan Habel, Kain tidak beriman kepada Allah. Ibadah yang Kain lakukan tidaklah lebih dari ritual atau pertunjukan eksternal. Ibadah yang sama seperti ibadah Kain, yakni ibadah yang palsu, juga dilakukan oleh begitu banyak orang di segala zaman. Respon Allah terhadap ibadah-ibadah yang demikian sudah jelas, Ia akan menolak-Nya.

Semua Ini merupakan gambaran tentang pembenaran yang Allah anugerahkan kepada umat manusia. Kekristenan percaya bahwa manusia dibenarkan oleh Allah karena iman, yakni iman kepada Yesus Kristus, dan bukan karena perbuatan-perbuatan yang dilakukannya (Roma 3:28). Hal ini tidak menjadikan perbuatan dan ibadah tidak penting, justru sebaliknya, perbuatan dan ibadah sangatlah penting sebab semua itu akan menguji kemurnian iman seseorang di dalam Kristus. Dan sama seperti Allah hanya mengindahkan persembahan Habel yang diserahkannya di dalam iman; Allah hanya akan mengindahkan persembahan dan ibadah yang dikerjakan di dalam iman kepada Kristus. Di luar Kristus, tidak ada seorangpun yang benar, tetapi di dalam Kristus, ada pembenaran. Sebagaimana Kristus adalah indah dan benar di mata Allah Bapa, orang-orang percaya juga akan dipandang-Nya sebagai orang-orang benar sebab kebenaran Kristus akan dikenakan menjadi “pakaian” mereka dan hukuman atas dosa-dosa mereka telah dibayar oleh Kristus di atas kayu salib.

Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup yang kekal,
tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup,
melainkan murka Allah tetap ada di atasnya.”
(Yohanes 3:36)

Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita,
supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.
(2 Korintus 5:21)

Hal kelima adalah Habel dibenci bahkan dibunuh oleh Kain, saudaranya, karena dengki. Ini menjadi gambaran tentang apa yang akan menimpa Kristus. Di sepanjang pelayanan-Nya, Kristus dibenci oleh orang-orang Yahudi yang tidak lain adalah kaum sebangsa-Nya sendiri secara jasmani. Tidak hanya itu, penyebab utama penyaliban Yesus bukanlah Kekaisaran Roma, melainkan orang-orang Yahudi.

Kebencian dan pembunuhan yang diarahkan kepada Habel tidak hanya menjadi nubuatan tersirat mengenai penderitaan Kristus, tetapi juga mengenai penderitaan yang akan dipikul oleh setiap anggota tubuh Kristus, yakni orang-orang Kristen. Firman Tuhan berkata: Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya,.. (Roma 8:29). Rencana penyelamatan Allah tidak hanya mencakup penebusan dosa, tetapi juga penebusan karakter. Setiap orang percaya, akan dilatih dan dibentuk oleh Allah sehingga karakternya menjadi semakin serupa dengan karakter Kristus. Dan Allah akan melakukan semua itu tidak saja melalui berkat, kuasa, dan kemuliaan, tetapi juga melalui penderitaan. Sama seperti Kristus menderita di dunia ini, Tuhan telah menetapkan bahwa orang-orang Kristen juga akan menderita demi dan karena Kristus. Itulah Kekristenan yang sebenarnya. Ya, Kekristenan tanpa salib bukanlah Kekristenan sama sekali.

Namun, janganlah kita takut, sebab penderitaan sementara yang kita rasakan di dunia ini sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan kemuliaan mahkota abadi yang tersedia bagi kita semua di surga kelak. Ya, janganlah kita gentar, sebab Allah berjanji bahwa Ia akan menjaga, memelihara, menguatkan, dan membawa iman kita hingga akhir, yakni hingga Hari Tuhan. Amin.

“Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya
dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat.
Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga,
sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu.”
(Matius 5:11-12)

Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia,
yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu,
akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.
(Filipi 1:6)

10559823_10204577347820124_6329060425567089000_n

Hal terakhir adalah tentang darah Habel. Firman Tuhan berkata bahwa darah Habel “berteriak” kepada Allah sekalipun ia telah mati. Kita tidak tahu persis apa yang disampaikan oleh darah Habel kepada Allah tetapi kita tahu apa yang disampaikan oleh darah Kristus kepada Allah Bapa. Dan oh hendaklah dunia mengetahuinya, sebab darah Kristus adalah darah yang menyuarakan Kabar Baik bagi orang-orang berdosa. Jika Allah mendengar teriakan darah Habel, lebih lagi Allah akan mendengar kesaksian darah Kristus, sebab seperti kata Firman Tuhan, darah Kristus berbicara lebih kuat dibanding darah Habel (Ibrani 12:24).

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Apakah pesan dari semua ini?
Percayalah kepada Yesus Kristus

10468674_784537108254194_3832375090668763530_o

Saudaraku, percayalah kepada-Nya. Datanglah kepada Dia. Dia berkata, “Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya…” Tuhan Yesus sudah mati dan kematian-Nya di atas kayu salib telah menjadi undangan terbuka bagi seluruh umat manusia, tidak terkecuali siapapun. Oh, berbahagialah mereka yang datang kepada-Nya dan tidak menolak ajakan-Nya.

Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku,
dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.
(Yohanes 6:37)

Saudaraku, aku tidak tahu seberapa besar dosamu. Tetapi aku percaya, seberapapun besarnya dosamu, kasih Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus jauh lebih besar dari pada semua itu. Dia bukanlah Tuhan dan Juruselamat yang lemah. He is mighty to save. Dia berkuasa untuk menyelamatkan. Dia berdaulat untuk memberikan pengampunan.

Marilah, baiklah kita berperkara! — firman TUHAN —
Sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju;
sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba.
(Yesaya 1:18)

10348782_10152441627488930_2235239283121789369_o

Saudaraku, aku tidak mengerti seberapa nyaring teriakan iblis dan dosa yang terus menerus mengintimidasi di dalam hatimu. Tetapi aku tahu dan aku percaya dengan segenap hatiku, bahwa darah Kristus berbicara lebih nyaring dibanding semua dakwaan si jahat. Jika engkau percaya di dalam Tuhan Yesus Kristus, maka sekalipun iblis dan dosa berteriak-teriak di benakmu untuk membuatmu meragukan kesalamatanmu, janganlah imanmu gugur melainkan percayalah bahwa darah Kristus berseru-seru di hadapan tahta Allah Bapa, dengan suara yang lebih kuat, untuk membelamu sebagai umat milik kepunyaan-Nya.

Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku
dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,
dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka
dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya
dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku.
(Yohanes 10:27-28)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Suatu kali Yesus bertanya kepada murid-murid-Nya:
“Kata orang banyak, siapakah Aku ini?”
Dan para murid menjawab: “Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan, bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.”

Lalu, apakah tanggapan Yesus? Ya, Dia bertanya kembali:

“Menurut kamu, siapakah Aku ini?”

Maka jawab Simon Petrus: “Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!”
Dan Yesus menjawab:

BERBAHAGIALAH engkau Simon bin Yunus
sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga.”

Pertanyaan yang sama ditanyakan Yesus kepada setiap kita.
Saudaraku, siapakah Yesus Kristus bagimu?

Renungkanlah pertanyaan ini baik-baik.
Sebab pertanyaan ini akan menentukan seluruh hidupmu.

Semoga engkau mengenal-Nya.
Dan semoga suatu saat nanti Dia akan mengatakan kepadamu apa yang juga dikatakan-Nya kepada Simon Petrus, yakni:

BERBAHAGIALAH engkau …..
sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu,
melainkan Bapa-Ku yang di sorga.

john14v6

Bersambung ke Nuh dan Bahteranya

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s