1. Itu Bukan Lahir Baru

Yohanes 3 3Dari lubuk hati yang terdalam, aku percaya bahwa doktrin tentang regenerasi atau kelahiran baru merupakan salah satu doktrin yang paling penting dalam iman Kristen. Tidak ada yang namanya orang Kristen yang telah lahir baru dan orang Kristen yang belum lahir baru. Orang Kristen yang sejati adalah mereka yang telah lahir baru. Mungkin perkataan itu terdengar sangat keras namun Tuhan Yesus Kristus sendiri yang mengatakan bahwa hanya mereka yang telah lahir baru yang akan melihat Kerajaan Allah. Ia tidak mengatakan orang yang beragama, atau orang yang, religius, atau orang yang saleh, atau bahkan orang Kristen, melainkan hanya orang yang telah lahir baru, yang akan melihat Kerajaan Allah.

George Whitefield, seorang yang dianggap sebagai penginjil terbesar dalam sejarah gereja, selalu menekankan betapa pentingnya lahir baru. “Kau harus lahir baru,” itulah yang dikatakannya berulang-ulang di setiap khotbahnya. Suatu kali, seorang wanita datang kepadanya dan berkata, ”Tuan Whitefield, mengapa setiap kali Anda berkhotbah, Anda selalu mengatakan bahwa kami harus lahir baru?” Dan apakah jawaban Whitefield? Dia menjawab, “Sebab, Nona, kau harus lahir baru.”

Tuhan Yesus berkata bahwa jika seseorang tidak mengalami kelahiran baru, maka ia tidak akan dapat melihat Kerajaan Allah. Hal ini berarti dua hal. Hal pertama adalah orang yang belum lahir baru tidak akan dapat melihat Kerajaan Allah yang sebenarnya telah berdiri di dunia ini. Mereka tidak dapat melihatnya sebab untuk melihat Kerajaan itu dibutuhkan mata rohani, bukan mata jasmani, yang hanya dimiliki oleh mereka yang telah dilahirkan kembali oleh Roh.

Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah,
karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya,
sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani.
Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain.
(1 Korintus 2 : 14 – 15)

Kerajaan Allah benar-benar sudah berdiri di dunia ini. Kerajaan itu berdiri semenjak Sang Raja, yakni Tuhan kita Yesus Kristus, telah hadir dan menginjakkan kaki-Nya di dunia ini. Kerajaan itu sedang bekerja dan tidak pernah berhenti berekspansi. Namun, orang-orang yang tidak atau belum mengalami regenerasi roh tidak mampu menyadari kehadirannya maupun merasakan keberadaannya. Ketidaksadaran ini membuat mereka tidak mampu menempatkan diri di dalam pekerjaan Allah tersebut. Ketidaktahuan ini membuat mereka berjalan menurut keinginan mereka sendiri.

Hal kedua yang menjadi konsekuensi dari kondisi tidak lahir baru adalah ketidakmampuan untuk melihat Kerajaan Allah yang akan datang. Jika seseorang mati dalam keadaan tidak lahir baru, maka ia bukanlah orang yang diselamatkan oleh Allah. Orang itu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga dan akan menjalani kekekalannya dengan menanggung murka Allah yang menyala-nyala di dalam neraka.

Regenerasi atau kelahiran baru merupakan hal yang sangat penting dalam hidup setiap manusia. Berbicara mengenai kelahiran baru adalah berbicara tentang keselamatan seseorang (walau secara definisi regeneration tidak sama dengan salvation). Namun aku heran, aku sangat heran, menyadari betapa jarangnya doktrin tentang lahir baru ini diajarkan dan dijelaskan secara Alkitabiah di gereja atau di lembaga-lembaga Kristen lainnya. Aku pribadi baru pertama kali mendengar istilah “lahir baru” ketika aku masuk dunia kampus. Aku mulai familiar bahkan seringkali menggunakan istilah tersebut selama empat tahun aku melayani di sana. Namun, setelah aku lulus, aku menyadari bahwa apa yang kupahami selama ini mengenai kelahiran baru tidaklah Alkitabiah.

Itulah yang menjadi latar belakang ditulisnya artikel ini. Aku tidak ingin ada orang yang seperti aku yang dahulu, selalu berbicara tentang lahir baru, bahkan menyebut diriku atau orang lain sudah lahir baru, tetapi sebenarnya tidak paham arti dari lahir baru itu sesungguhnya. Lebih dari itu, aku juga tidak ingin, ada yang terus berbicara tentang lahir baru, namun ia sendiri sebenarnya belum mengalaminya.

 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Jadi, apakah lahir baru itu sebenarnya? Aku akan memulai dengan menyebut apa-apa saja yang sebenarnya bukan lahir baru. Lahir baru, setidaknya, bukanlah hal-hal di bawah ini:

Dibaptis atau sidi
Menerima panggilan altar call
Mengikuti doa seorang hamba Tuhan yang menuntunnya berdoa untuk kelahiran baru
Mempercayai fakta bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat
Memutuskan untuk menerima Kristus sebagai Tuhan
Mengundang Yesus untuk masuk ke dalam hatinya

Itu semua bukanlah kelahiran baru. Itu semua tidak menyebabkan terjadinya regenerasi. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa hal-hal di atas seringkali diidentikkan dengan lahir baru atau dianggap sebagai peristiwa yang memicu terjadinya kelahiran baru dalam pribadi seseorang. Bagaimana denganmu? Apakah engkau mengira bahwa dirimu telah lahir baru karena engkau telah menjalani salah satu dari poin-poin di atas? Jika iya, kusarankan padamu untuk melepaskan keyakinan itu untuk sementara waktu dan rendahkanlah hatimu untuk mempelajari apa yang sebenarnya Alkitab ajarkan mengenai kelahiran baru.

Seandainya Alkitab memberikan konfirmasi bahwa engkau telah memiliki tanda-tanda seorang yang telah lahir baru, maka berbahagialah sebab keyakinanmu atas keselamatanmu akan semakin teguh. Namun, jika Alkitab ternyata berkata bahwa kau belum lahir baru, sebab tidak ditemui tanda-tanda regenerasi dalam hidupmu, maka kau akan memiliki kesempatan untuk segera bertobat dan berdoa agar Tuhan membawamu menuju hidup yang baru. Hal itu tentu saja jauh lebih baik dibanding apabila kau terus menerus menipu diri (dan tertipu) dengan ide bahwa engkau telah lahir baru walau sebenarnya engkau belum mengalaminya.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Sebelumnya, aku juga memiliki pemahaman yang salah mengenai konsep lahir baru. Aku yang dahulu mengira bahwa lahir baru adalah semata-mata MEYAKINI bahwa aku telah ditebus dan diselamatkan oleh darah Kristus. Jika aku yakin bahwa aku sudah diselamatkan, maka aku sudah lahir baru dan sudah diselamatkan. Sebaliknya, jika aku masih memiliki keraguan mengenai keselamatanku, walau sekecil apapun keraguan itu, maka sesungguhnya aku belum lahir baru.

Masih samar-samar teringat di dalam benakku tentang peristiwa malam itu. Pada waktu itu, kami, anak-anak baru, diberikan selembar kuosioner berisi tiga pertanyaan mengenai keselamatan. Mungkin, engkau juga pernah menerima kuosioner itu atau setidaknya ditanyai hal-hal yang sama.

Pertanyaan pertama    : Jika engkau mati saat ini, kau akan pergi ke mana?
Jawabanku                     : Surga

Pertanyaan kedua         : Mengapa engkau yakin kau akan ke sana?
Jawabanku                      : Karena Kristus mengasihiku dan telah mati menebus dosaku

Pertanyaan ketiga         : Jika engkau membunuh, dan langsung mati tanpa sempat meminta ampun, apa kau tetap yakin akan masuk surga?
Jawabanku                      : Tidak (setelah aku berpikir cukup lama)

Aku rasa kita semua tidak menghadapi kesulitan berarti dalam menjawab dua pertanyaan pertama. Dua pertanyaan itu, sepertinya sudah menjadi begitu biasa kita dengar di pelayanan kita masing-masing, apalagi pelayanan kampus. Sudah terlalu biasa bagi kita untuk menjawab “aku yakin akan masuk surga” dan jika ditanya alasannya, kita akan menjawab “karena Kristus telah mati bagiku”. Tapi bagaimana dengan pertanyaan ketiga? Apakah kau bisa memberikan jawabanmu dengan lantang dan yakin?

Fokusku di sini tidak untuk membahas apa jawaban yang Alkitabiah untuk pertanyaan yang ketiga itu. Yang ingin aku garis bawahi adalah apa yang abang seniorku katakan ketika mendengar jawabanku yang tidak yakin akan keselamatanku berdasarkan pertanyaan ketiga tersebut. Perhatikan baik-baik apa yang ia katakan:

“Kalau kamu masih ragu bahwa kamu sudah diselamatkan,
itu berarti kamu belum lahir baru, kamu belum diselamatkan.”

Semenjak saat itu, aku menyamakan regenerasi atau kelahiran baru dengan kepastian keselamatan. Aku mengira bahwa untuk lahir baru yang dibutuhkan adalah percaya 100% bahwa aku pasti SUDAH diselamatkan. Tidak peduli kehidupan macam apa yang kuhidupi, tidak peduli dosa sebesar apa yang kulakukan setiap hari, tidak peduli adakah perubahan dalam hidupku atau tidak, tidak peduli apakah sebelum mati aku membunuh atau tidak, asalkan aku percaya 100% bahwa aku sudah diselamatkan, maka aku pasti sudah lahir baru. Alhasil, aku hidup dengan terus “memaksa” diriku untuk percaya bahwa aku sudah diselamatkan. Pertobatan, kekudusan hidup, hati yang menggebu-gebu untuk kemuliaan Allah tidak menjadi penting bagiku. Yang penting aku percaya bahwa aku sudah diselamatkan.

Itulah doktrin lahir baru versi Richard Arnold yang dahulu. Oh betapa bodoh dan malangnya aku saat itu. Semoga saat ini engkau tidak memiliki pemahaman yang salah sepertiku.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Francis Chan, penulis buku Crazy Love, pernah berkata:

“Aku tidak ingin ada orang di ruangan ini yang sebenarnya telah diselamatkan, untuk meragukan keselamatannya.”

Francis melanjutkan,

“Dan aku juga ingin ada orang di ruangan ini, yang sebenarnya belum diselamatkan, yang sebenarnya masih mati dalam dosa-dosanya, untuk meyakini bahwa mereka telah diselamatkan.

Aku sepenuhnya setuju dengan apa yang dikatakan oleh Francis. Jika seseorang belum lahir baru, maka baiklah ia segera menyadarinya. Semakin lama ia menipu diri (dan tertipu) dengan menyangka bahwa ia sudah lahir baru, semakin lama pula ia menghambat pertobatan hidupnya. Ia masih dikalahkan oleh dosa, masih hidup dalam kubangan dosa, masih menyukai dosa dan bersahabat dengan dunia, namun mengira diri telah lahir baru hanya karena ia tidak paham apa yang Alkitab katakan tentang lahir baru. Itu merupakan tipuan yang sangat berbahaya.

Dalam khotbah-Nya yang terkenal dengan sebutan Khotbah di Bukit, Tuhan kita mengatakan hal ini:

Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga?

Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata:
Aku tidak pernah mengenal kamu!
Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!
(Matius 7 : 21 – 22)

Ayat itu merupakan ayat yang benar-benar menggetarkan hati. Perhatikan bahwa yang disebut dalam ayat ini bukanlah orang-orang yang tidak percaya. Mereka adalah orang-orang Kristen yang yakin bahwa dirinya akan diselamatkan. Lebih dari itu, Yesus memberikan bocoran bahwa mereka ini adalah orang-orang yang aktif dalam pelayanan. Namun, mengapa pada akhirnya mereka ditolak oleh Kristus? Mengapa Yesus berkata bahwa Ia tidak mengenal mereka? Mengapa Tuhan kita berkata bahwa mereka adalah pembuat kejahatan? Bukankah mereka ini orang-orang Kristen?

Jawabannya tentu saja, tidak, mereka bukan orang Kristen yang sejati. Sebab jika mereka sungguh-sungguh orang Kristen, keselamatan mereka telah dijamin oleh Kristus dan Ia tidak akan pernah membuang mereka. Mereka ditolak oleh Kristus sebab pada dasarnya mereka bukan orang Kristen. Mereka tidak lahir dari Allah. Mereka tidak lahir baru.

7343_10152667124208115_6293791892854794685_n

#Bersambung ke “2. Apa itu Kematian Rohani?”

Advertisements

2 thoughts on “1. Itu Bukan Lahir Baru

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s