5. Peristiwa Lahir Baru

yaitu orang-orang yang dipilih, sesuai dengan rencana Allah, Bapa kita,
dan yang dikuduskan oleh Roh,
supaya taat kepada Yesus Kristus dan menerima percikan darah-Nya.
(1 Petrus 1:2)

Di bagian sebelumnya, kita telah membahas bahwa regenerasi atau lahir baru sama sekali tidak disebabkan oleh pekerjaan manusia melainkan sepenuhnya adalah karya Allah yang tidak bersyarat. Ketiga pribadi Allah Tritungal memiliki peran yang spesifik dalam tahapan penyelamatan manusia, termasuk dalam regenerasi. Firman Tuhan menjelaskan bahwa peran Allah Bapa adalah menetapkan segala sesuatu yang terjadi di dunia ini. Allah Bapa jugalah yang memilih orang-orang yang akan diselamatkan (1 Petrus 1:2) dan kemudian memberikannya kepada Allah Putera, yakni Tuhan kita Yesus Kristus.

Bapa mengasihi Anak dan telah menyerahkan segala sesuatu kepada-Nya.
(Yohanes 3:35)

Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku,
dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang.
(Yohanes 6:37)

Tuhan Yesus Kristus, diutus oleh Bapa-Nya ke dunia ini. Ia merendahkan hati, mengosongkan diri-Nya sendiri, mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Pengosongan diri yang Tuhan kita lakukan selama Ia hidup sebagai manusia adalah pengosongan diri yang total. Ia taat sepenuhnya pada KEHENDAK BAPA dan Ia bekerja dengan KUASA ROH KUDUS. Ia memberitakan Injil Kerajaan Allah dan menggenapi Injil tersebut melalui pengorbanan-Nya di atas kayu salib demi menjadi tebusan untuk dosa dunia.

Roh Tuhan (Roh Kudus) ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku,
untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin;
dan Ia telah mengutus Aku.
(Lukas 4:8)

Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan,
lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.
(Lukas 4:1)

Setelah menyelesaikan pelayanan-Nya di bumi, Tuhan kita naik ke sorga, kembali kepada Bapa kemudian mengutus Allah Roh Kudus kepada murid-murid-Nya supaya mereka hidup dengan kuasa untuk memberitakan Injil-Nya dan untuk menggenapi kehendak Bapa bagi dunia ini. Ia tidak meninggalkan umat-Nya sendirian. Ia memberikan mereka Roh Kudus. Dan melalui Roh Kudus itu, Allah Tritunggal mengerjakan perkara-perkara besar di dalam hidup umat pilihan-Nya, yang mana semua itu diawali dengan satu peristiwa, yakni kelahiran baru.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

1. Regenerasi merupakan Karya Allah Roh Kudus

Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya,
dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
(Kejadian 1:2)

Kitab Kejadian memberitahu pada kita bahwa Roh Kudus (yang disebut Roh Allah) terlibat dalam sejarah penciptaan alam semesta. Allah Tritunggal menciptakan jagad raya melalui kuasa Roh Kudus. Dan sama seperti Roh Kudus terlibat langsung dalam penciptaan (creation) seisi dunia, termasuk manusia, Ia juga terlibat secara langsung dalam penciptaan ulang (recreation/regeneration) manusia yang telah ditetapkan oleh Allah Bapa untuk diselamatkan. Dengan demikian, regenerasi tidak hanya dapat diartikan sebagai suatu proses kelahiran kembali atau kebangkitan rohani, tetapi yang lebih ekstrem daripada itu, regenerasi merupakan karya Allah melalui Roh Kudus, yang MENCIPTAKAN KEMBALI manusia yang telah jatuh ke dalam dosa menjadi manusia yang baru.

dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui
untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya;
(Kolose 3:10)

Ciptaan Baru

Sama seperti Paulus benar-benar serius saat mengatakan bahwa manusia telah MATI di dalam dosa (Efesus 2:1), ia juga tidak sedang berpuisi, atau menggunakan kiasan, atau menggunakan majas hiperbola ketika mengatakan “ciptaan baru” dan “manusia baru”. Jika Allah mengatakan bahwa di dalam Kristus manusia berdosa dijadikan baru, maka orang itu sungguh-sungguh menjadi BARU secara rohani sekalipun secara jasmani ia tidak berubah sama sekali.

Melalui regenerasi, Allah mengubah manusia lama menjadi manusia baru. Regenerasi merupakan TRANSFORMASI besar-besaran di dalam kehidupan seseorang, bukan sekadar MODIFIKASI perilaku di sana sini. Ketika seseorang mengalami kelahiran baru, kecintaannya kepada Allah berubah, kehidupan doanya berubah, kerinduannya akan firman Tuhan berubah, disiplin rohaninya berubah, hobinya berubah, sasaran hidupnya berubah, hiburan kesenangannya berubah, pikiran yang memenuhi benaknya berubah, caranya bersikap berubah, caranya memandang harga dirinya berubah, seluruh aspek spiritualnya berubah. Ia menjadi manusia yang sepenuhnya baru, yakni yang terus menerus diperbaharui untuk menjadi semakin serupa dengan Tuhan Yesus Kristus (Roma 8:29). Memang tidak semua perubahan itu akan mencolok pada saat terjadinya regenerasi. Namun, kita dapat yakin bahwa cepat atau lambat, perlahan tapi pasti, perubahan yang total dan radikal itu pasti tersingkap ke hadapan dunia.

10450139_10152238279248520_322665142783905292_n

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

2. Regenerasi terjadi oleh Kuasa Allah di dalam Injil

1779837_781406041924058_1758726648520144587_n

Kelahiran baru merupakan buah dari pekerjaan Roh Kudus. Namun, Roh Kudus tidak melakukannya dengan tangan kosong. Roh Kudus juga tidak melakukannya dengan sembarang cara. Hanya ada satu alat dan satu cara yang dengannya Roh Kudus akan meregenerasi roh seseorang, yaitu Injil Kristus.

Firman Tuhan berkata:
Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan (memperanakkan) kita
oleh FIRMAN KEBENARAN (yakni Injil),
supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya.
(Yakobus 1:18)

Tuhan kita berfirman bahwa Roh Kudus akan bersaksi tentang diri-Nya. Ini merupakan kehendak Allah Bapa yang menghendaki agar Anak-Nya dimuliakan oleh semua orang dan di atas segala ciptaan. Allah Bapa menetapkan bahwa manusia diselamatkan hanya dengan anugerah (sola gratia/by grace alone), dan anugerah itu diterima hanya melalui iman (sola fide/through faith alone), dan iman yang benar hanya di dalam Kristus (sola Christus/in Christ alone). Berdasarkan rencana agung itu, Roh Kudus tidak mengerjakan kelahiran baru terpisah dari KARYA dan PRIBADI Yesus Kristus. Dengan kata lain, Roh Kudus tidak akan meregenerasi seseorang terpisah dari Injil. Hanya mereka yang pernah mendengar, membaca, atau mengetahui kabar Injil yang dapat menerima kelahiran baru dari Roh Kudus.
#Perhatikan betapa besar peran para penginjil dalam keselamatan umat manusia!

Hal ini tidak berarti bahwa semua orang yang telah mengetahui Injil pasti mengalami lahir baru. Seperti dijelaskan sebelumnya, kabar Injil saja tidak cukup, Roh Kudus juga harus bekerja di dalam hati manusia. Ketika seseorang pertama kali menerima Injil, kabar baik itu tertanam di dalam tanah hatinya sebagai suatu benih. Tanpa Roh Kudus, benih itu tidak akan bertumbuh. Namun, ketika Roh Kudus datang dan menyiraminya, benih Injil itu tumbuh, mekar, dan akhirnya menyingkapkan kuasa penyelamatan Allah yang meregenerasi orang itu menjadi manusia yang baru.

Charles Spurgeon berkata, “Injil tanpa Roh Kudus adalah sama seperti sebuah lampu tanpa cahaya.” Jika aku harus mencari ilustrasi lain, maka aku akan mengatakan bahwa Injil adalah ibarat sebuah bom yang hanya akan meledak setelah dipicu oleh aktivator yang adalah Roh Kudus. Sebelum diaktifkan, Injil itu tidak berkuasa untuk menyelamatkan dan hanya berguna sebagai petunjuk bagaimana untuk hidup sebagai orang Kristen. Namun, ketika Roh Kudus datang dan mengaktifkannya, maka boooommm… ledakan kuasa penyelamatan Allah terjadi, orang itu lahir baru, dan ia tidak akan pernah sama lagi sebab ia telah menjadi ciptaan baru.

1959842_784435701598448_1905214187504142830_n~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Gospel Again and Again and AgainKuasa sejati dari Injil memang baru hanya akan tersingkap ketika Roh Kudus bekerja di dalam hati seseorang yang telah dipilih oleh Allah untuk diselamatkan. Namun, itu tidak berarti bahwa seorang penginjil dapat memberitakan Injil dengan sepele kemudian berpikir, “Toh semuanya bergantung pada Roh Kudus.”  Seorang penginjil harus setia pada firman Allah. Ia harus menyampaikan Injil secara bertanggungjawab dengan cara menyampaikannya secara utuh seperti apa yang Alkitab ajarkan.

Apakah Injil yang utuh itu? Injil yang utuh adalah Injil yang memberitakan PRIBADI dan KARYA Yesus Kristus serta menyerukan panggilan PERTOBATAN.

Sejak waktu itulah Yesus memberitakan:
“Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!”
(Matius 4:17)

10428217_10152538313148115_3426224692781272351_o

Ada banyak orang kini memberitakan hanya separuh dari Injil. Mereka hanya menyampaikan kasih karunia yang Allah sediakan melalui pengorbanan Kristus tetapi mereka mengecilkan, atau mungkin menghilangkan sama sekali, perintah Allah untuk bertobat dan menjaga kekudusan hidup. Mereka selalu memberitakan berkat dan pengampunan di dalam Kristus tetapi tidak pernah menyinggung tentang menyangkal diri, memikul salib, menjual segala harta dan memberikannya kepada orang miskin, dibenci karena Kristus, atau kehilangan nyawa karena Kristus. Mereka selalu berbicara tentang surga tetapi tidak pernah memperingatkan orang-orang tentang neraka. Mereka selalu mengatakan bahwa Injil merupakan kabar baik tetapi tidak mau mengungkapkan kabar buruknya terlebih dahulu, yakni bahwa semua manusia telah mati secara spiritual sehingga secara natur, semua manusia berada di bawah murka Allah. Bagaimana mungkin orang akan menganggap Injil sebagai kabar baik jika mereka tidak memahami kabar buruknya terlebih dahulu? Injil yang demikian bukanlah Injil yang sejati. Dan sayangnya, Injil seperti itulah yang paling sering diberitakan pada zaman ini.

Dangerous

Injil harus disampaikan secara utuh. Injil harus diberitakan tanpa meng-kompromi-kan beberapa bagian dari dalamnya. Injil harus disampaikan dengan berdasar pada keinginan untuk menyenangkan Allah dan bukan untuk memuaskan telinga para pendengarnya. Hanya Injil yang sejati, yang utuh, yang seturut dengan firman Tuhan, yang menjadi kekuatan Allah untuk  menyelamatkan setiap orang yang percaya.

Injil adalah Kekuatan Allah

#Bersambung ke “6. Kapan Seseorang Lahir Baru?”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s