10. Tanda Keempat

Tanda Keempat

4. Percaya Di ayat yang lain, Yohanes menambahkan:

Siapakah yang mengalahkan dunia, selain dari pada dia yang percaya,
bahwa Yesus adalah Anak Allah?
(1 Yohanes 5:5)

Orang yang telah lahir baru percaya bahwa Yesus adalah Yang Diurapi Dari Allah dan ia mencintai-Nya. Ia percaya bahwa Yesus merupakan satu-satunya Juruselamat dunia yang di dalam-Nya manusia dapat menemukan pengampunan dosa dan keselamatan di hadapan Allah. Ia tidak percaya bahwa manusia dapat menjadi juruselamat bagi dirinya sendiri walau seberapapun kerasnya ia telah berusaha atau sebaik apapun ia telah hidup.

Ia tidak menemukan apapun dari dalam dirinya sendiri yang membuat ia berpikir bahwa ia cukup layak untuk diselamatkan. Tetapi pada saat yang sama, Ia melihat segala kepenuhan Allah tinggal di dalam pribadi Yesus Kristus dan kesempurnaan kasih Allah telah nyata dari apa yang dilakukan-Nya di atas kayu salib. Ia bersandar dan berharap hanya kepada Kristus. Ia menemukan kepastian keselamatan hanya di dalam Dia.

10418268_10152234342028520_1962489112112644895_n

Ia mencintai Yesus Kristus dengan cinta yang tidak pernah ia miliki sebelumnya. Ia menghormati Kristus dengan penghormatan yang sepenuhnya baru. Dahulu ia menyebut Yesus sebagai Allah hanya dengan ucapan bibir tetapi kali ini benar-benar berbeda. Ia memandang Kristus sebagai Harta yang paling berharga di dalam hidupnya. Kini, ia benar-benar mengerti arti dari menyebut Yesus sebagai Gurunya, Gembalanya, Tuannya, Rajanya, Sahabatnya, Penebusnya, Juruselamatnya, Tuhannya. Di dalam tahta hatinya, Yesus tidak berada di urutan keempat, ketiga, kedua, bahkan pertama. Yesus adalah satu-satunya yang bertahta di dalam hatinya. Yesus adalah segala-galanya baginya. Yesus adalah alasan baginya untuk hidup.

Ia Berharga

Tuhan Yesus berkata, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.” Itulah janji yang ia pegang dan ia jaga di dalam hatinya. Ia mencari peristirahatan, penghiburan, kelegaan, penguatan, sukacita, dan kedamaian di dalam Yesus Kristus. Ia mengerti bahwa konsekuensi dari semua itu adalah bahwa ia harus rela melepaskan semua hiburan penuh dosa sebelumnya selalu mengisi harinya. Ia tahu bahwa ia harus mulai melucuti hidupnya dari musik duniawi yang selalu berfokus pada manusia, dari tontonan yang tidak kudus, dari gosip, dari obrolan yang tidak memuliakan Tuhan, dari kemalasan, dan dari APAPUN yang dapat menjauhkannya dari persekutuan yang intim dengan Kristus. Ia sadar bahwa melepaskan semua itu bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan tetapi ia percaya bahwa Kristus akan memampukannya sebab Ia telah berjanji.

10480214_728004067264256_1504973230794070205_n

John Piper berkata, “Orang yang lahir baru akan berjuang untuk menemukan sukacita di dalam Kristus, bukan dari televisi, bukan dari seks, bukan dari uang, bukan dari kepopuleran. Itulah perjuangan iman kita. Dan kita akan berjuang setiap hari sembari kita mematikan semua keduniawian yang masih tersisa di dalam hidup kita.” Oh, tentu saja, itu merupakan pengorbanan yang besar. Namun, ia yang telah terlahir kembali akan tahu bahwa di dalam merelakan semua yang ia miliki ia akan menerima segala yang ia butuhkan sebab Kristus telah menjadi segala-galanya baginya. Ya, di dalam hatinya, ia akan berkata, “Sin looks good but Christ is ABSOLUTELY BETTER.

Quotation-Leonard-Ravenhill-joy-entertainment-Meetville-Quotes-14457

Ia menyadari bahwa tidak ada satupun dari dirinya yang patut ia megahkan di hadapan dunia sebab segala sesuatu yang baik tidak berasal dari dirinya sendiri melainkan datang dari Allah. Ia tidak bermegah di dalam dirinya sendiri. Tidak dalam kecantikannya, tidak dalam kepandaiannya, tidak dalam kemampuannya, tidak dalam kekayaannya, tidak dalam kesuksesaanya, tidak dalam pengaruhnya, tidak dalam pergaulannya, bahkan tidak di dalam kesalehan hidupnya. Baginya, alasan untuk bermegah hanyalah satu, yakni Yesus Kristus yang telah mati untuk menebus dosa-dosanya. Ia hidup dengan prinsip yang kokoh bahwa ia harus makin kecil dan Kristus harus makin besar.

tetapi siapa yang mau bermegah, baiklah bermegah karena yang berikut:
bahwa ia memahami dan mengenal Aku,
bahwa Akulah TUHAN yang menunjukkan kasih setia, keadilan dan kebenaran di bumi;
sungguh, semuanya itu Kusukai, demikianlah firman TUHAN.
(Yeremia 9:24)

Bermegah hanya dalam Salib

Ia mengabdikan diri untuk Kristus. Ia bekerja untuk-Nya, yakni untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah. Terkadang, bahkan mungkin seringkali ia merasa takut untuk memberitakan Injil. Namun, kerinduan untuk memberitakan Injil telah terukir di dalam loh hatinya. Kasih, kesetiaan, dan kerinduan untuk taat pada Kristus telah terpatri di dalam rohnya. Ia pasti akan menguatkan hatinya dan menggabungkan diri pada pekerjaan Allah untuk memberitakan Injil. Ia melihat dirinya dan memeriksa apa yang ia miliki yang dapat digunakan untuk pemberitaan Injil dan ia bersedia untuk menyerahkannya kepada Tuhan. Itu sungguh bukan merupakan hal yang mudah, terutama di zaman ini. Namun, jika ia benar-benar adalah seorang Kristen yang sejati, maka Roh Kudus akan memberinya kekuatan untuk melakukan semua itu dan ia akan setuju dengan Charles Spurgeon yang berkata:

10410704_780231608708168_8733410967724945748_n

Bukannya tidak mungkin suatu saat ia menjadi lemah dan iblis mengeruhkan pikirannya sehingga ia ragu akan keselamatannya. Namun, ia tidak akan pernah lagi ragu bahwa keselamatan hanya ada di dalam Kristus, bukan di dalam perbuatan baik, bukan di dalam agama-agama lain, melainkan hanya di dalam Yesus Kristus. Bukan pula tidak mungkin suatu saat ia akan terjatuh ke dalam dosa dan itu membuatnya mempertanyakan apakah ia sungguh-sungguh telah lahir baru atau tidak. Ia mungkin suatu saat akan bertanya pada dirnya sendiri apakah iman yang ia miliki adalah iman yang sejati atau iman yang palsu. Namun, itu semua tidak akan mampu membuatnya lupa bahwa kasih Allah di dalam Yesus Kristus jauh lebih besar dari segala dosanya.

Ia percaya bahwa Yesus adalah Allah yang melemparkan semua pelanggarannya sejauh timur dari barat. Ia percaya bahwa penebusan Kristus sanggup menyucikannya dan menjadikannya putih seperti salju sekalipun sebelumnya ia merah pekat seperti darah. Ia tidak seperti Yudas, yang berfokus pada dirinya sendiri, yang berfikir bahwa dosa-dosanya jauh lebih besar dibanding kasih dan pengampunan Kristus, yang akhirnya membunuh dirinya sendiri karena perasaan bersalah dan intimidasi si jahat. Ia seperti Petrus, yang berfokus pada Kristus, yang sadar bahwa penyangkalannya telah mendukakan hati Tuhan, tetapi yang mengerti bahwa kasih Kristus melampaui semua kejahatannya itu, dan yang akhirnya memutuskan untuk bertobat dan kembali melayani Tuhan kita.

Suatu kali ia mungkin terjatuh…
Suatu kali ia mungkin ragu…
Tetapi, kau bisa yakin akan satu hal ini, ia akan bangkit kembali

Sebab Roh Kudus telah menjadi jaminan bahwa ia adalah Anak Allah (2 Korintus 1:22)
Di dalam hatinya,  telah terukir jalan kembali kepada Allah
Ia tahu jalan untuk pulang sebab Kristus telah menjadi Tanda Penunjuk Arahnya

Hidup Bagi Allah

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Itulah yang Alkitab katakan mengenai orang yang telah lahir baru.
Apakah yang Alkitab katakan tentangmu?
Apakah kau lahir baru?

Sampai Kepada Akhir Zaman

#Bersambung ke “11. Tanda Kelima

Advertisements

2 thoughts on “10. Tanda Keempat

    • Saya tidak berkapasitas untuk membuat buku Daniel, setidaknya sampai saat ini.
      Tetapi puji Tuhan, Ia masih mengizinkan menulis di blog. Semoga Tuhan selalu memberkati dan menjauhkan saya dari error. Itu saja sudah berkat luar biasa. Terpujilah Dia. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s