8. Tanda Kedua

Tanda Kedua

2. Tidak Berbuat Dosa

Kita tahu, bahwa setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa;
(1 Yohanes 5:18)

Itulah tanda kedua. Orang yang lahir baru tidak berbuat dosa lagi. Mungkin ini merupakan salah satu bagian firman Tuhan yang paling kontroversial. Bagaimana mungkin seseorang bisa hidup tanpa melakukan dosa?

Maksud dari firman ini bukanlah untuk mengatakan bahwa orang yang telah lahir baru adalah orang yang telah mencapai kesempurnaan di dunia ini. Firman ini juga tidak dapat diartikan bahwa orang yang lahir baru tidak akan pernah berbuat kesalahan atau dosa lagi. Mengalami lahir baru tidak membuat seseorang seketika itu juga menjadi sempurna atau kebal terhadap dosa. Walaupun hatinya telah diubah oleh Roh Kudus, tubuh dan memorinya tidaklah berubah.

Ia masih berada di dalam kemah tubuhnya yang fana dan terkutuk. Ia belum sepenuhnya terbebas dari sifat kedagingannya. Semua ingatan, termasuk ingatan mengenai dosa-dosa yang pernah dilakukannya, masih tersimpan di dalam benaknya. Iblis yang tidak akan pernah mau meninggalkannya akan berusaha mati-matian untuk memutar kembali memori penuh dosa dan kepahitan tersebut ke dalam pikirannya sehingga sedapat mungkin ia akan terjatuh lagi. Selama ia masih berada di dalam tubuhnya, selama itu pula godaan dosa akan tetap ada dan merayu-rayu di dalam pikirannya. Ya, orang yang telah lahir baru, masih mungkin jatuh ke dalam dosa.

Rasul Yohanes sendiripun menjelaskan hal tersebut dengan mengatakan:

Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa,
maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.

Jika kita berkata, bahwa kita tidak ada berbuat dosa,
maka kita membuat Dia menjadi pendusta dan firman-Nya tidak ada di dalam kita.
(1 Yohanes 1:8 & 10)

Lalu, apa maksud Yohanes ketika ia mengatakan bahwa orang yang telah lahir dari Allah tidak dapat berbuat dosa? Maksudnya adalah ini: Orang yang lahir baru akan tetap berurusan dan bergumul dengan dosa, sama seperti semua orang yang tidak lahir baru. Namun, ada perbedaan yang SIGNIFIKAN di antara keduanya dalam hal hubungan dengan dosa.

10527600_730057250392271_750002069326445180_n

Orang-orang yang tidak lahir baru masih mati di dalam dosa-dosanya. Mereka mencintai dosa mereka. Mereka bersahabat dengan dosa mereka. Mereka melayani dosa mereka. Mereka tidak memiliki kuasa untuk mengalahkan dosa. Mereka tidak pernah menang melawan dosa. Mereka jatuh ke dalam dosa, kemudian bangkit dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi, tetapi kemudian mereka terjerumus ke dalam dosa yang sama, berusaha bangkit kembali, namun jatuh pula, terkadang bahkan jatuh lebih dalam lagi. Hal itu terus menerus terjadi di dalam hidup mereka. Mereka mengira bahwa mereka sedang berperang melawan dosa-dosa mereka. Namun, mereka tidak sadar bahwa apa yang sebenarnya terjadi adalah mereka sedang diperbudak oleh dosa-dosa mereka sendiri.

MenyalibkanTidak demikian dengan orang yang telah lahir baru. Ketika orang telah mengalami regenerasi, Tuhan  mematahkan kutuk dosa yang sebelumnya selalu membelenggu hidupnya. Tuhan juga memampukannya untuk melawan godaan dosa yang masih tersisa di dalam hatinya. Ia telah bangkit dan ia adalah manusia yang baru. Ia kini dapat berkata “tidak” terhadap dosa. Ia menolak untuk melayani dosa, seperti yang ia selalu lakukan di dalam kehidupannya yang lama. Berbeda dengan orang yang tidak lahir baru, ia benar-benar berperang melawan dosa. Peperangan itu terus berlangsung mulai dari detik di mana ia terlahir kembali sampai ia mati. Tidak tertutup kemungkinan ia akan kalah dalam beberapa duel. Namun, ia akan keluar sebagai pemenang di dalam peperangan sebab ia tidak berjuang sendirian, melainkan bersama-sama dengan Allah Roh Kudus.

Roh Lebih Besar

Orang yang tidak lahir baru akan mengatakan “nobody is perfect” tanpa merasa terganggu sedikitpun. Mereka tidak merasa bersalah mengenai itu dan mereka tidak berpikir bahwa mereka perlu memohon pengampunan Tuhan atas itu. Mereka menganggap kebobrokan hati mereka sebagai sesuatu yang biasa. Tetapi tidaklah demikian dengan ia yang telah terlahir kembali. Baginya, kesempurnaan merupakan tujuan hidup sebab itulah yang Tuhan Yesus ajarkan kepada manusia (Matius 5:48). Ia menjaga kekudusan hidup dan mengejarnya dengan penuh ketekunan. Dan inilah yang akan ia temukan dalam perjalanan imannya, yakni semakin semakin ia kudus, semakin ia BERDUKA atas ketidakkudusan atau dosa yang masih tertinggal di dalam dirinya.

IMG_172096832626245

Berbeda dengan orang yang belum lahir baru, ia tidak melakukan dosa sebagai suatu kebiasaan. Dahulu, ia bersahabat dengan dosa-dosanya. Dahulu, ia mencintainya dosa-dosanya. Namun, setelah Tuhan mengubah hatinya secara supranatural, dosa merupakan hal yang paling ia benci. Dosa menjadi musuh besar baginya. Ia menjauhkan diri darinya. Ia berperang melawannya. Berbuat dosa merupakan kegagalan terbesar baginya. Sebaliknya, menjadi serupa dengan Kristus dalam kebenaran dan kekudusan, merupakan kesuksesan di dalam kamus hidupnya.

Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu,
supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang HIDUP,
yang KUDUS dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang SEJATI.
(Roma 12:1)

No Holiness No Saving FaithIa akan sangat berhati-hati dengan hidupnya. Ia akan senantiasa menjaga hatinya. Ia berjuang mengendalikan mata dan tangannya. Ia melakukan apa yang ia bisa untuk membentengi dirinya dari segala godaan dosa yang mungkin datang kepadanya. Sekalipun mungkin masih ada sedikit rasa enggan pada awalnya, ia akan memutuskan untuk membuang semua atribut dosa yang dahulu selalu menjadi batu sandungan baginya sehingga ia tidak lagi terjerumus ke dalam dosa-dosa lamanya. Ia melakukan apa yang dikatakan Rasul Paulus, yakni untuk BERLARI (sesegera dan sejauh mungkin) untuk menjauhi nafsu orang muda yang penuh dengan hawa nafsu seksual, ambisi, ego, kesombongan, keras kepala, dan pemberontakan.

Jauhilah Nafsu orang Muda

Firman Allah ada di dalam hatinya, ia tidak mau berkompromi dengan dunia. Ia tahu bahwa iblis adalah penipu dan padanya tidak ada kebenaran sama sekali. Ia mengerti bahwa semua kenikmatan yang iblis tawarkan, sekalipun untuk sementara terlihat begitu baik, adalah tipu daya yang berujung kepada dosa dan maut. Ia pun menyadari bahwa ia tidak lebih kuat dan lebih cerdik dari iblis. Ia tidak memandang remeh kuasa iblis sebab seperti kata firman Allah, “seluruh dunia berada di bawah kuasa si jahat.” (1 Yohanes 5:19). Namun, ia tidak takut sebab ia percaya bahwa Allah berjaga-jaga di dalam hatinya. Pengharapannya dan perlindungannya terletak hanya pada Allah. Allah adalah kota benteng yang teguh bagi jiwanya. Ia akan senantiasa memohon pertolongan agar Allah menjauhkannya dari godaan si jahat.

Lepaskanlah Kami dari yang Jahat

Jangan salah, ia tidak sama seperti orang-orang Farisi. Ia sangat membenci kesombongan dan ia tahu bahwa Allahpun sangat membenci hal itu. Ia sadar bahwa di dalam dirinya masih ada sisa-sisa kesombongan dari dirinya yang lama dan hal itu menjadi beban di dalam hatinya. Ia berduka setiap kali merasakan kesombongan itu mulai timbul di dalam hati dan pikirannya. Ia tidak mau “mencuri” kemuliaan Tuhannya. Ia terus berjuang untuk menekan kesombongannya. Namun, ia juga mengerti bahwa ia tidak dapat melakukannya seorang diri. Ia bergantung sepenuhnya pada kasih karunia Allah yang mampu memurnikan hatinya dari segala keangkuhan yang masih tertinggal. Ia merendahkan hatinya di hadapan Allah sebab di dalam kerendahan hati ada kebebasan untuk mengembalikan kemuliaan hanya kepada Allah.

Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan
dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.
(Lukas 14:11)

10342010_10152688990723385_2280090295092040956_n

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Itulah yang Alkitab katakan mengenai orang yang telah lahir baru.
Apakah yang Alkitab katakan tentangmu?
Apakah kau lahir baru?

Suci Hatinya#Bersambung ke “9. Tanda Ketiga”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s