9. Tanda Ketiga

Tanda Ketiga

3. Mengasihi

Yohanes menegaskannya:
Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah,
sebab Allah adalah kasih.
(1 Yohanes 4:8)

Dan perintah ini kita terima dari Dia:
Barangsiapa mengasihi Allah, ia harus juga mengasihi saudaranya.
(1 Yohanes 4:21)

Petrus menekankannya:
Tetapi yang terutama: kasihilah sungguh-sungguh seorang akan yang lain,
sebab kasih menutupi banyak sekali dosa.
(1 Petrus 4:8)

Paulus mengajarkannya:
Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara
dan saling mendahului dalam memberi hormat.
(Roma 12:10)

Dan di atas semua itu, Tuhan kita Yesus Kristus pun memerintahkannya secara langsung:

Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi;
sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.
(Yohanes 13:34)

10734156_777298879001441_9147494752448975735_n ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Orang yang lahir baru akan membenci apa yang Allah benci dan mencintai apa yang Allah cintai. Allah mencintai seluruh umat manusia, tidak terkecuali siapapun. Demikian pula orang yang telah lahir baru. Ia akan terus belajar untuk mengasihi sesamanya sekalipun hal itu bertentangan dengan apa yang selalu ia lakukan dahulu. Ia berdoa untuk mereka. Ia rindu mereka diselamatkan. Ia memegang perkataan Tuhan Yesus ini:

Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka
dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan,
maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi,
sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.
(Lukas 6:35)

10685392_10152809582903385_446651146193824438_n

Allah, sebagai Sang Pencipta, memang mengasihi seluruh umat manusia yang Ia ciptakan. Namun, Allah memiliki kasih yang berbeda, yang khusus, yang istimewa, dan yang kekal terhadap domba-domba-Nya yang telah Ia tetapkan untuk Ia selamatkan. Kepada mereka ini, Ia mengasihi sebagai Bapa. Hal ini terlihat dari perbedaan yang Tuhan Yesus perlihatkan ketika Ia berada di tengah-tengah orang banyak dan ketika Ia berada di tengah-tengah para murid. Tuhan Yesus merasa lebih nyaman ketika Ia sedang bersama dengan murid-murid-Nya. Itulah perasaan yang Allah miliki. Allah menjalin hubungan yang intim dan akrab dengan gereja-Nya. Ia berbicara dengan mereka. Ia berjalan bersama mereka. Ia menjaga mereka. Ia bergaul dan bergumul bersama mereka. Ia menegur mereka. Ia mendidik mereka kalau mereka salah. Ia senang bersama-sama dengan mereka.

Perasaan seperti itulah yang juga akan dirasakan oleh ia yang telah terlahir kembali oleh Roh Kudus. Ia memiliki kasih yang berbeda, yang jauh lebih hangat, dan jauh lebih menggembirakan terhadap saudara-saudaranya seiman. Ia menemukan sukacita yang istimewa setiap kali ia berada di tengah komunitas murid-murid Kristus yang sejati. Ia mencintai mereka. Ia berdoa untuk mereka.  Ia berbagi dengan mereka. Ia rindu melihat iman mereka semakin dikuatkan. Ia belajar untuk selalu mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingannya pribadi. Seperti Raja Daud, ia akan bersaksi bahwa:

Orang Kudus

Ia mengerti bahwa kekuatan orang Kristen ada di dalam persekutuan orang-orang kudus dan ia tahu bahwa iblis sangat takut akan hal tersebut. Ia paham bahwa orang Kristen tidak sepatutnya terpecah belah. Ia merasakan adanya kebutuhan untuk bersatu, saling menjaga, saling melindungi, saling mengasihi, saling menguatkan, saling menajamkan, saling mendoakan, saling percaya, dan saling memiliki di antara anak-anak Allah.

3.1 Mengasihi Ia memandang mereka lebih dari sekadar sahabat. Ia menghidupi apa yang diperintahkan oleh Gembalanya yang ketika disalibkan pernah berkata kepada ibu-Nya, “Ibu, inilah anakmu”, dan kepada Yohanes, “Inilah ibumu.” Ia menganggap semua pengikut Kristus yang setia sebagai keluarganya sendiri. Ia dengan senang hati membagikan apa yang ia miliki, tidak terkecuali hartanya, untuk menolong saudara-saudaranya dan untuk membangun gereja atau persekutuan sejati milik Tuhan.

Inilah Ibumu

Ia tidak hanya mengasihi saudara-saudara yang berada di komunitasnya. Ia mengasihi semua murid Kristus yang tersebar di seluruh dunia. Di satu sisi, ia akan sangat bersukacita mendengar kabar kebangkitan rohani yang terjadi di tempat lain. Ia berdoa kepada Tuhan agar hal itu terus terjadi di seluruh penjuru muka bumi. Di sisi lain, ia sangat berduka mendengar saudara-saudaranya di belahan bumi yang lain sedang menderita dan teraniaya karena iman mereka. Ia mengadu pada Allah untuk mereka. Ia berdoa agar Allah melindungi mereka dan menjaga agar iman mereka tidak gugur.

Dalam banyak kesempatan, ia mungkin akan merasa gentar melihat Kekristenan diserang dari segala penjuru. Namun, ia tahu bahwa semua itu memang harus terjadi. Dan ia percaya bahwa Allah memang akan membiarkan “lalang” untuk tetap bertumbuh tetapi Allah juga akan memelihara “gandum-Nya” hingga akhir. Akan hal ini ia percaya, yakni sekalipun orang Kristen ditolak, dihina, dibenci, bahkan dibunuh, Tuhan tidak akan pernah membiarkan umat-Nya musnah dari muka bumi, malahan dari semua penderitaan itu Ia akan membuat Injil-Nya tersebar lebih jauh ke seluruh pelosok dunia sehingga firman-Nya ini tergenapi:

Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa,
sesudah itu barulah tiba kesudahannya.
(Matius 24:14)

Tumbuh Bersama

Jangan salah, bukan berarti ia akan mengisolasi diri dari dunia dan menjadikan persekutuan orang-orang percaya sebagai zona nyamannya. Ia tetap akan berjuang untuk hidup di tengah-tengah dunia, sama seperi saudaranya yang lain. Namun, ia akan hidup di tengah-tengah dunia sebagai seorang anak Raja yang sedang mencari saudaranya yang sedang terhilang. Ada masa di mana ia kuat namun akan ada masa di mana ia menjadi lemah, takut, haus, dan kecewa. Pada saat itulah hatinya akan kembali ke rumahnya dan kalau ia bisa, ia akan berjuang untuk bertemu dengan saudara-saudaranya yang ia kasihi. Oh, betapa aku berharap engkau memiliki perasaan yang indah itu.

Dua Tiga Orang

 ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Itulah yang Alkitab katakan mengenai orang yang telah lahir baru.
Apakah yang Alkitab katakan tentangmu?
Apakah kau lahir baru?

1620762_10152303788801961_52709569772607847_n

#Bersambung ke “10. Tanda Keempat

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s