11. Tanda Kelima

Tanda Kelima

5. Mengalahkan Dunia

Tetapi manusia rohani menilai segala sesuatu, tetapi ia sendiri tidak dinilai oleh orang lain.
Sebab: “Siapakah yang mengetahui pikiran Tuhan, sehingga ia dapat menasihati Dia?”
Tetapi kami memiliki pikiran Kristus.
(1 Korintus 2:15-16)

Orang yang lahir baru telah mengalahkan dunia. Ia adalah manusia rohani yang hidup oleh Roh. Ia tidak bergantung pada standar dunia untuk menentukan apa yang benar dan apa yang salah. Baginya, kebenaran bersifat absolut sebab Allah adalah kebenaran itu sendiri. Ia percaya bahwa Allah, yang merupakan sumber kebenaran itu, telah menyatakan diri-Nya secara literal melalui Alkitab dan secara badani melalui pribadi Yesus Kristus. Ia memandang segala sesuatu dengan sudut pandang Alkitab. Ia menilai segala sesuatu dengan pemikiran Kristus.

Overcomes the World

Ia tidak bersandar pada penilaian dunia tentang apa yang berharga dan apa yang sia-sia. Ia tahu bahwa di luar Kristus, segala sesuatu akan berakhir di dalam kesia-siaan tetapi di dalam Dia, segala sesuatu bernilai kekal dan berharga di hadapan Allah. Ia memikirkan perkara yang di atas, bukan yang di bumi (Kolose 3:2) sebab ia tahu bahwa hanya orang yang memiliki pemikiran yang benar terhadal hal-hal sorgawi yang akan berjalan seturut kehendak Allah untuk mengerjakan hal-hal yang duniawi.

Melakukan Kehendak Allah

Ia tidak menilai dirinya berdasarkan opini, perhatian, atau penerimaan orang lain. Ia tidak haus akan pengakuan orang lain sebab ia mengenal siapa dirinya sendiri. Ia tahu bahwa ia adalah orang berdosa yang layak dihukum selamanya di neraka dan sebaik apapun pandangan manusia terhadap dirinya tidak akan mengubah kenyataan bahwa ia jahat, hina, penuh dosa, dan patut binasa. Namun pada saat yang sama, ia juga percaya bahwa Yesus Kristus mengasihinya. Ia tahu bahwa Kristus telah mati bagi segala dosanya dan di dalam Dia, ia berharga di hadapan Allah. Di dalam Kristus, ia tahu bahwa ia adalah biji mata Allah dan seberapa pun besarnya kebencian dan penolakan dunia terhadap dirinya, tidak akan mengubah kenyataan bahwa ia telah diangkat menjadi anak oleh Allah Semesta Alam.

Didapati-Nya dia di suatu negeri, di padang gurun,
di tengah-tengah ketandusan dan auman padang belantara.
Dikelilingi-Nya dia dan diawasi-Nya, dijaga-Nya sebagai biji mata-Nya.
(Ulangan 32:10)

IMG_570202785931964Ia berbeda dengan dunia. Ia tidak mencintai apa yang dunia cintai. Ia tidak mengejar apa yang dunia kejar. Ia tidak takut pada apa yang dunia takuti. Ia tidak melayani dunia. Ia hanya melayani Allah. Roh Kudus telah mengubah hatinya. Ia tidak memandang segala sesuatu sebagaimana ia dahulu memandang. Ia tidak memandang segala hal sebagaimana dunia memandang. Ia tidak lagi menilai harta, cita-cita, karir, kesuksesan, ketenaran, dan kekuasaan sebagai sesuatu yang penting. Baginya, sesuatu akan menjadi penting dan bermakna kalau sesuatu itu dapat ia gunakan untuk membawa kemuliaan bagi nama Tuhan dan bukan untuk kepentingannya sendiri.

Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini,
tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu,
sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah:
apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna.
(Roma 12:2)

True ChurchDunia memandangnya miskin, ia tahu bahwa ia kaya di dalam Tuhan. Dunia memandangnya tidak berharga, ia tahu Tuhan Yesus telah mati baginya. Dunia memandangnya aneh, ia tahu memang seharusnya demikian. Dunia memandangnya fanatik, ia tahu bahwa di dalam Tuhan ia adalah garam dan terang dunia.

Terang DuniaIa telah memutuskan untuk mengikut Kristus dan telah menghitung harga yang harus ia bayar. Ia tahu bahwa ketika ia menetapkan hati untuk ikut Tuhan, mata kerajaan iblis diarahkan pada dirinya. Ia tahu bahwa iblis membencinya dan berusaha untuk menghancurkan imannya. Ia mengerti bahwa Allah memberikan izin pada iblis untuk menguasai dunia ini (1 Yohanes 5:19) sehingga ia tidak kaget kalau iblis mengarahkan dunia di sekelilingnya untuk membenci dirinya. Ia tahu bahwa ketika ia mengikut Sang Gembala, ia harus siap untuk dibenci oleh dunia, bahkan sekalipun kebencian itu sama sekali tidak beralasan.

Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya
dan kepadamu di-FITNAH-kan segala yang jahat.
(Matius 5:11)

Aku Tidak Takut Bahaya

Terkadang, mungkin saja ia merasa sangat sedih akan penolakan, penghinaan, dan apapun yang buruk yang dunia berikan kepadanya. Namun, ia percaya bahwa Allah berdaulat di atas segala sesuatu. Sama seperti Allah mengizinkan iblis untuk mencobai bahkan menyakiti Ayub, ia mengerti bahwa segala kesusahan yang ia alami tidak akan terjadi kalau Allah tidak mengizinkannya terjadi. Dan karena Allah yang merencanakan semua itu berdasarkan keputusannya yang bijaksana, ia percaya bahwa semua itu terjadi bukan untuk membinasakan jiwanya, melainkan untuk meneguhkan imannya, menguduskan hatinya, dan membuatnya semakin bergantung kepada Tuhan. Ia tidak ragu bahwa bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu, termasuk di dalam penderitaan sekalipun, untuk mendatangkan KEBAIKAN bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah (Roma 8:28).

Quotation-George-Whitefield-earth-work-Meetville-Quotes-261479Ia berdoa, “Janganlah membawa kami ke dalam pencobaan tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat.” Ia percaya bahwa Allah sanggup meluputkannya dari marabahaya. Namun, pada saat yang sama, ia meneguhkan hatinya dan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan agar Ia memampukannya untuk taat menjalani segala penderitaan sebagaimana Penebus-Nya taat bahkan taat sampai mati di atas kayu salib. Dan di dalam semua itu, ia mengalahkan dunia. Bersama dengan Kristus, ia lebih dari pemenang.
Aku Telah Mengalahkan Dunia

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Itulah lima tanda dari seseorang yang telah lahir baru berdasarkan Surat 1 Yohanes. Tidak semua orang yang telah lahir baru akan menunjukkan kedalaman yang sama dari kelima tanda tersebut. Namun, secara umum, semua orang yang lahir baru akan memiliki kelima tanda tersebut.

Aku tahu bahwa sebagian, mungkin semua, dari apa yang dipaparkan sejauh ini terlihat terlalu ekstrem, fanatik, dan cenderung mengarah ke legalisme. Awalnya, aku juga memiliki pandangan yang seperti itu sampai akhirnya aku menyadari bahwa kita telah dididik dengan budaya yang terlalu menurunkan standar dari Firman Allah. Kita menerima Injil yang telah dipangkas di sana-sini sehingga apa yang kita mengerti tentang keselamatan hanyalah cukup percaya bahwa Kristus telah mati untuk menebus dosa kita tetapi kita lupa bahwa bukti bahwa seseorang benar-benar telah diselamatkan adalah ia hidup dalam pertobatan hari demi hari dan dalam kekudusan yang kian hari kian disempurnakan.

Aku mengatakan ini dengan segala ketulusan hati:

~Kelahiran baru MUTLAK dibutuhkan dalam kehidupan iman orang percaya.
Kalau kau tidak lahir baru, maka kau belum menjadi orang Kristen,
masih mati di dalam dosa-dosamu, masih menjadi seteru Allah, dan kau belum diselamatkan.

Tidakkah itu serius bagimu?
Kau masih berada di bawah murka Allah Semesta Alam. Tidakkah itu membuatmu takut?
Aku harap itu membuatmu takut. Kau harus takut pada-Nya!

Ya, kau harus takut pada Allah, sebab Tuhan Yesus berkata:
Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti.
Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!
(Lukas 12:5)

Jangan pernah bermain-main dengan keselamatanmu
sebab kau tidak tahu kapan kau akan mati!

Jangan tunda-tunda keselamatanmu!
sebab Allah berfirman:
“Pada waktu Aku berkenan, Aku akan mendengarkan engkau,
dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau.”
Sesungguhnya, waktu ini adalah waktu perkenanan itu;
sesungguhnya, hari ini adalah hari penyelamatan itu.
(2 Korintus 6:2)

Ya, HARI INI…
Hari ini adalah hari penyelamatan itu.
Jangan berlambat-lambat datang kepada-Nya!
Jangan sia-siakan panggilan-Nya!

Lihatlah Kristus dan datanglah kepada-Nya, maka kau akan hidup!
Ia berkuasa menyelamatkanmu.
Ia bersedia menerima, mengampuni, dan mengasihimu.

Sebab Ia tidak dapat menyangkal bahwa diri-Nya adalah Gembala.
Sebab Ia tidak dapat menyangkal bahwa diri-Nya adalah kasih.~

Carilah Aku Maka Kamu akan Hidup

#Bersambung ke “12. Nama di Atas Segala Nama

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s