2) Pintu yang Tertutup, Mungkinkah Keselamatan Hilang?

4) Pintu Bahtera tersebut DITUTUP oleh TUHAN

Dan yang masuk itu adalah jantan dan betina dari segala yang hidup,
seperti yang diperintahkan Allah kepada Nuh;
lalu TUHAN menutup pintu bahtera itu di belakang Nuh.
(Kejadian 7:16)

Tidak ada satupun perkataan di dalam firman Allah yang sia-sia atau tidak bermakna. Jika kita merasa bahwa ada beberapa bagian dari firman-Nya yang tidak memiliki signifikansi, itu bukan karena bagian tersebut memang tidak penting, melainkan karena kita adalah orang berdosa sehingga kita tidak mengerti apa yang Allah maksud. Pada ayat ini, diceritakan bahwa yang menutup pintu bahtera setelah seluruh keluarga Nuh dan hewan-hewan itu masuk bukanlah Nuh, melainkan Allah sendiri. Apa yang menjadi maksud tersembunyi Allah di balik detail cerita ini? Aku percaya, dengan segenap hatiku, bahwa di dalam ayat ini Allah sekali lagi menyatakan seperti apakah keselamatan yang Ia anugerahkan kepada anak-anak-Nya.

Sejak semula, Allah telah membuka pintu bagi Nuh, keluarganya, dan segala binatang yang telah Ia tetapkan untuk diselamatkan. Ia berjanji akan menyelamatkan mereka dan Ia PASTI akan menepati janji-Nya itu. Jika Ia mau, Ia bisa saja “melanggar” hukum-hukum alam semesta yang Ia ciptakan, misalnya hukum fisika, untuk menunjukkan kuasa-Nya, seperti yang berulang-ulang kali Ia tunjukkan di dalam hidup Musa, Elia, Tuhan Yesus, dan para rasul. Namun, aku percaya bahwa Ia tidak pernah dan tidak akan pernah membatalkan satupun dari janji-Nya yang ada di Alkitab. Ia adalah Allah yang memegang kata-kata-Nya. Pintu yang Allah buka bagi Nuh itu tidak akan dapat ditutup oleh siapapun dan apapun, termasuk oleh iblis dan maut sekalipun, sebab Allah telah mengatakannya. Janji Tuhan KitaDan kita tahu bahwa untuk membangun bahtera tersebut pasti dibutuhkan waktu yang sangat lama. Dibutuhkan puluhan tahun bahkan mungkin lebih dari seratus tahun untuk menyelesaikan pembangunan bahtera itu (beberapa ahli mengestimasi dibutuhkan antara 55-75 tahun). Apabila kita memandang kisah ini dengan kacamata dunia, kita pasti akan menduga bahwa di dalam rentang waktu yang sangat lama tersebut, Nuh bisa saja menjadi kecewa dan meninggalkan imannya kepada Allah, memberontak dan tidak mau melanjutkan pembangunan bahtera, atau salah seorang dari keluarga Nuh bisa saja pergi meninggalkan Nuh atau bahkan mungkin meninggal dunia sehingga janji Allah untuk membawa mereka BER-DELAPAN untuk masuk ke dalam bahtera tersebut menjadi tidak tergenapi.

Tetapi bukanlah itu yang terjadi. Allah telah berjanji akan membawa mereka semua masuk, Ia pasti akan membawa mereka masuk. Lalu, bagaimanakah Allah menepati janji-Nya? Allah menepati janji-Nya dengan menjaga hati mereka sehingga iblis tidak dapat menghancurkan iman mereka atau menyesatkan mereka sehingga mereka pun tetap setia menanti waktu penggenapan janji Allah itu. Allah menepati janji-Nya dengan menjaga keberlangsungan hidup mereka sehingga maut tidak dapat membunuh mereka dan mereka pun dapat hidup hingga tiba masanya di mana Allah menggenapi semua yang Ia janjikan. Dan yang pasti, Allah menepati janji-Nya dengan memampukan Nuh untuk membangun bahtera tersebut.

Bahtera itupun akhirnya rampung dan Allah mengundang mereka untuk masuk. Setelah mereka masuk, Ia MENUTUP pintu bahtera tersebut sehingga tidak ada satupun dari mereka yang dapat keluar dan tidak ada satupun orang dari luar yang dapat membuka pintu tersebut untuk menarik mereka kembali. Jika Ia Membuka, Jika Ia Menutup Itulah keselamatan yang Ia kerjakan dengan tangan-Nya sendiri. Sama seperti Allah menutup pintu bahtera itu dan memastikan bahwa tidak ada satupun yang dapat keluar dan terhilang, Ia juga memastikan bahwa tidak ada satupun orang yang telah berada di dalam Kristus untuk terlepas dari genggaman-Nya. Ya, keselamatan orang percaya tidak akan hilangsebab Allah telah mengatakannya. Ia tidak Akan Aku Buang

Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku,
yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku
jangan ada yang hilang,
tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman.
(Yohanes 6:37 & 39)

Allah menjaga keselamatan umat-Nya. Allah memastikan keselamatan domba-domba-Nya. Ia menjamin, bahkan dengan diri-Nya sendiri, bahwa Ia tidak akan membiarkan anak-anak-Nya terhilang kembali. Tuhan kita berkata:

Tidak akan Melepaskan MerekaBapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku,
lebih besar dari pada siapapun, dan
seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.
(Yohanes 10:29)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

quote_5Allah adalah kasih (1 Yohanes 4:16) dan kasih itu tidak berkesudahan (1 Korintus 13:8). Ia adalah Allah yang mengasihi anak-anak-Nya dengan kasih yang KEKAL (Yeremia 31:3). Setinggi langit di atas bumi, demikianlah besarnya kasih setia-Nya atas orang-orang yang takut akan Dia (Mazmur 103:11). Sekali Ia mengasihi domba-Nya, Ia akan mengasihinya selama-lamanya.

Suatu kali, anak-Nya mungkin akan membangkang seperti Yunus. Ia mungkin akan jatuh dan jatuh lagi seperti Simson. Ia mungkin akan ketakutan dan bertindak layaknya orang yang tidak beriman, seperti Elia ketika ia diancam akan dibunuh oleh Izebel. Ia mungkin akan meniduri isteri orang lain dan membunuh suami dari wanita itu, seperti Daud. Ia bahkan mungkin akan menyangkal Yesus di muka umum, bukan sekali, bukan dua kali, tetapi tiga kali, seperti Petrus. Ia mungkin akan gagal menjaga kekudusan hidupnya, jatuh dari ketaatan, bahkan seperti kehilangan iman dan meragukan keselamatannya.

Kau mungkin berpikir dalam hatimu, “Bagaimana mungkin orang yang sudah berada di dalam Tuhan masih bisa  terjatuh seperti itu?” Jawaban untuk pertanyaan itu, tentu saja, karena ia adalah manusia. Ia adalah orang yang telah terlahir kembali, tetapi ia bukan orang yang sempurna. Hatinya telah diregenerasi oleh Roh Kudus namun tubuh dan memorinya masihlah yang lama. Dan selama ia masih berada di dalam kemah tubuhnya yang fana itu, ia masih akan terus dicobai oleh iblis dan tidak mustahil ia akan terjatuh dalam beberapa pertempuran rohani.

Apabila itu terjadi, apakah Allah akan kecewa? Ya, aku rasa Allah akan kecewa. Namun, Allah tetaplah Allah. Ia tidaklah sama seperti manusia yang tidak konsisten. Tidak seperti kasih dan kesetiaan manusia yang tidak seberapa dan mudah terguncang, kasih dan setia Allah kepada umat-Nya tidak pernah berubah dan tidak berkesudahan. Sekali Ia mengasihi domba-Nya, Ia akan mengasihinya selama-lamanya.
Tak BerkesudahanIa adalah Allah yang melihat semua kegagalan anak-anak-Nya. Ia adalah Allah yang mengerti. Ia adalah Allah yang peduli. Dan tidak hanya itu, Ia adalah Allah yang memegang kendali penuh atas apapun yang terjadi di dunia ini. Mungkin Allah, suatu kali, akan membiarkan anak-Nya terjatuh. Namun, Allah tidak akan pernah membiarkan anak-Nya terhilang kembali. Pada waktu yang telah Allah tetapkan, Ia akan menolong anak-Nya itu dan membawanya kembali kepada-Nya. Allah akan kembali bersama-sama dengan dia dan ia akan kembali bersama-sama dengan-Nya, dan ia menikmati pengenalan akan Allah yang lebih dalam dibanding apa yang sebelumnya ia mengerti.

Lalu, bagaimanakah dengan mereka yang murtad? Bukankah mereka kehilangan keselamatan mereka? Jawabannya adalah TIDAK. Mereka tidak kehilangan keselamatan mereka. Mengapa? Sebab sesungguhnya mereka tidak pernah menerima keselamatan tersebut. Rasul Yohanes mengatakan demikian mengenai orang-orang yang murtad, yang meninggalkan “iman”-nya dari Kristus, dan yang akhirnya menjadi antikristus.

Memang mereka berasal dari antara kita, tetapi
mereka tidak sungguh-sungguh termasuk pada kita
;
sebab jika mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita,
niscaya mereka tetap bersama-sama dengan kita.
Tetapi hal itu terjadi, supaya menjadi nyata,
bahwa tidak semua mereka sungguh-sungguh termasuk pada kita.
(1 Yohanes 2:19)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Seperti Burung yang berkepak-kepak Saudara-saudaraku…

Sungguh, yakinlah akan hal ini: Jika kau percaya kepada Kristus dan mempercayakan seluruh hidupmu di dalam Dia, maka kau adalah umat-Nya. Dan jika kau adalah umat-Nya, maka keselamatanmu tidak akan pernah hilang. Mengapa? Sebab kasih setia-Nya kepadamu tidak bergantung pada kelayakanmu, atau pada kesempurnaan dalam kesetiaanmu, atau pada perbuatan baikmu, melainkan bergantung sepenuhnya hanya pada Dia dan Dia saja.

Keselamatan tidaklah tentang siapa dirimu, apa yang pernah kau lakukan, dan apa yang AKAN kau kerjakan dalam pertobatanmu, melainkan tentang siapa Dia, apa yang SUDAH Ia lakukan, dan apa yang SEDANG Ia kerjakan di dalam hidupmu. Itulah mengapa Injil adalah kabar baik, sebab keselamatan bukanlah tentang aku dan kau melainkan tentang Kristus, kasih-Nya, dan janji-Nya. Oleh sebab itu, dengan seluruh keberanian, kita dapat mempercayakan segala pengharapan kita akan keselamatan hanya kepada-Nya sebab hanya Ia yang MAU dan MAMPU menanggung kepercayaan itu dan mewujudkannya untuk kebaikan kita dan kemuliaan-Nya.

Object of our Faith Kasih-Nya jauh lebih besar dibanding kegagalan dan ketidaksempurnaan kita. Kau mungkin bisa gagal menjaga kekudusanmu, kau mungkin akan meragukan keselamatanmu, imanmu mungkin akan menjadi lemah di suatu waktu di dalam hidupmu. Namun, Ia tidak akan gagal menepati janji-Nya, Ia tidak akan menyesal dengan keputusan-Nya menyelamatkanmu, dan kasih-Nya kepadamu tidak akan berkurang hanya karena imanmu kepada-Nya terguncang.

Ia telah berjanji bahwa Ia tidak akan melepaskan umat-Nya. Ia tidak akan gagal menjaga keselamatan umat-Nya dari ancaman iblis. Semua orang yang telah dipilih-Nya sejak semula akan Ia bawa sampai akhir, yaitu ketika mereka dimuliakan bersama-sama dengan-Nya (Roma 8:30). Percayalah kepada janji itu.  Ia bukanlah Allah yang memulai sesuatu di dalammu kemudian meninggalkanmu di tengah jalan. Tidak. Jika Ia telah memulai sesuatu yang baik di dalam kehidupanmu, maka percayalah, Ia juga yang akan menyelesaikan semua itu hingga akhir. Ia akan menopang imanmu, terus menumbuhkan dan menguatkannya, hingga tiba saatnya kau harus meninggalkan dunia ini. PerserveranceJanganlah bergantung pada “kekuatanmu untuk beriman” sebab itu adalah berhala. Jika kita berpikir bahwa kita dapat menjaga keberlangsungan iman kita dengan cara-cara kita sendiri, kita telah salah memaknai apa yang telah Ia janjikan. Jika kita mengira bahwa kita dapat menjaga keteguhan iman kita dengan usaha kita sendiri, kita tidak akan mampu bertahan. Oleh sebab itu, janganlah berfokus pada diri kita sendiri.

Namun, aku juga tidak berkata bahwa kita dapat bermalas-malasan begitu saja karena kita berpikir bahwa Kristus telah menjamin keselamatan kita apapun yang terjadi. Hidup yang demikian sama sekali tidak menggambarkan iman yang sejati di dalam Kristus. Jika kita telah berada di dalam Kristus, maka kita harus menjaga disiplin rohani sebab itu merupakan cara Allah untuk menguatkan iman anak-anak-Nya. Kita harus benar-benar melatih diri kita untuk taat dan bersuka di dalam firman-Nya. Kita harus berjuang untuk menjaga kekudusan hidup kita. Kita harus memberikan diri kita untuk hidup di dalam doa dan memohon agar Allah menempatkan kita di dalam komunitas anak-anak Allah sehingga iman kita menjadi semakin teguh. 16088_10152732226204558_572421621756963846_n Semua itu harus kita lakukan dengan sepenuh hati dan di dalam kesadaran penuh bahwa kita tidak mengandalkan kekuatan kita sendiri, melainkan kekuatan dan anugerah Allah saja. Dan di atas semua itu, hendaklah kita berfokus hanya kepada-Nya. Bergantunglah pada kasih-Nya yang tak berkesudahan dan tak berubah itu. Ingatlah janji-Nya bagi kita, maka hati kita akan semakin dikuatkan. Temukan dan pandanglah Dia di dalam setiap firman-Nya, maka kita akan menemukan kepastian keselamatan itu kembali, hingga pada akhirnya kita dapat bersama-sama dengan Paulus berkata: Perserverance 2 #Bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s