3) Yesus Kristus, Sang Bahtera Keselamatan

5) Bahtera itu DIHANTAM badai dan air bah murka Allah

Ketika air itu makin bertambah-tambah dan naik dengan hebatnya di atas bumi,
terapung-apunglah bahtera itu di muka air.
(Kejadian 7:18)

Ketika Allah menyelamatkan Nuh, keluarganya, dan semua binatang itu, Ia tidak melakukannya dengan mengangkat mereka ke sorga atau memindahkan mereka ke suatu tempat di bumi yang sama sekali tidak terkena terpaan badai dan air bah tersebut. Apa yang Allah lakukan justru adalah kebalikannya. Ia menempatkan mereka semua di tengah-tengah murka-Nya yang menyala-nyala itu. Hanya saja, Ia tidak membiarkan mereka binasa melainkan memastikan keselamatan mereka di dalam bahtera yang melindungi mereka dan yang harus berhadapan langsung dengan dahsyatnya penghakiman-Nya itu.

My Strength

Allah tidak menyelamatkan umat-Nya dengan memerintahkan mereka untuk berbuat baik dan mengumpulkan pahala sebanyak mungkin lalu memberikan pengampunan bagi mereka berdasarkan jumlah pahala tersebut. Keadilan dan penghakiman Allah tidaklah serendah itu. Ia adalah Hakim yang Agung yang tidak bisa disogok dengan pahala dari orang-orang berdosa. Penghakiman Allah tetap akan dilaksanakan-Nya sebab Ia tidak pernah lalai menegakkan apa yang sudah Ia katakan.

Namun, Ia tidak hanya bertindak sebagai Hakim, Ia juga adalah Pembela, Penebus, dan Juruselamat. Itulah karakter-Nya yang seutuhnya. Itulah diri-Nya yang tidak akan pernah Ia sangkali. Lalu, bagaimanakah Ia, pada saat yang bersamaan menjadi Hakim sekaligus Juruselamat? Inilah yang Ia lakukan: Ia menebus semua kesalahan umat-Nya dengan darah-Nya sendiri dan menyelamatkan mereka dengan jalan menanggung hukuman yang seharusnya mereka tanggung sementara mereka semua berlindung dan aman di dalam Dia. Hanya dengan cara itulah, baik kasih maupun keadilan Allah, ditegakkan dan dinyatakan di hadapan seluruh umat manusia.

10314497_10152802473808385_8085139782981819208_n

Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya,
dan kesengsaraan kita yang dipikulnya,
padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah.
(Yesaya 53:4)

Itulah keselamatan yang sejati, yaitu keselamatan yang Allah kerjakan melalui Anak-Nya, Tuhan kita Yesus Kristus. Dialah Bahtera yang sejati yang dihantam oleh murka Allah untuk menebus dosa umat-Nya. Dialah yang menanggung penyakit-penyakit kita supaya kita tidak menanggungnya selama-lamanya di neraka. Dia diserahkan oleh murid-Nya sendiri supaya Allah tidak menyerahkan kita ke dalam kerajaan maut. Dia memikul kesengsaraan di dalam hati-Nya supaya kita tidak akan pernah mencicip kesengsaraan di dalam kegelapan abadi. Dia dihina, dibenci, dipukul, diludahi, dicambuk, disalibkan supaya semua itu tidak kita alami di dalam murka-Nya yang kekal. Dia terpaku di atas kayu salib supaya kita tidak terpaku di dalam kuasa iblis. Dia menderita kehausan supaya Ia menjadi mata air di dalam hati kita dan kita tidak akan pernah lagi merasakan dahaga lagi. Ia ditinggalkan oleh Bapa-Nya sendiri supaya Ia dan Bapa tidak akan pernah meninggalkan kita.

Dialah Juruselamat yang membela kita di hadapan Allah Bapa. Dialah Immanuel yang akan selalu beserta kita. Berbahagialah mereka yang menerima undangan-Nya dan berlindung di dalam-Nya.

Tidak ada Penghukuman

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

6) SEMUA yang ada di dalam bahtera itu SELAMAT

hanya Nuh yang tinggal hidup dan semua yang bersama-sama dengan dia dalam bahtera itu.
(Kejadian 7:23)

Nuh dan semua yang ada di dalam bahtera tersebut menerima keselamatan dari Allah. Mereka tidak hanya terlindung dari dahsyatnya air bah, kebutuhan jasmani mereka untuk hidup juga terpenuhi. Jika kita melihatnya dengan sudut pandang manusia, maka dilihat dari sisi manapun hal ini merupakan sesuatu yang mustahil. Bukankah di sana pasti ada binatang yang karena stress-nya bisa mati? Bukankah di sana pasti ada binatang yang akan mati jika temperatur lingkungan tidak sesuai dengan kondisi tubuhnya? Lagipula, bagaimana dengan ketersediaan makanan dan minuman mereka? Tentu ada besar sekali kemungkinan untuk setidaknya ada satu ekor binatang yang mati selama mereka berada di dalam bahtera itu. Namun, firman Tuhan tidak membenarkan pemikiran tersebut. Semua yang ada bersama-sama dengan Nuh tetap tinggal hidup sekalipun mereka harus berada di dalam bahtera itu selama beratus-ratus hari. Tidak mungkin tidak, tangan Allah yang tak terlihat pasti menjaga kelangsungan hidup mereka di dalam bahtera keselamatan yang tengah dilanda air bah tersebut.

Apa yang terjadi di dalam bahtera itu merupakan gambaran dari keselamatan sejati yang dikerjakan oleh Tuhan kita. Keselamatan yang Ia anugerahkan tidaklah seperti “ruang beton” yang hanya berperan untuk melindungi umat-Nya dari murka Allah yang dahsyat. Jika Ia membebaskan umat-Nya dari hukuman kekal dan hanya sampai sebatas itu, apa gunanya Ia menyelamatkan? Apa enaknya berada di dalam ruang beton yang kosong? Tetapi puji syukur kepada Allah sebab keselamatan dari-Nya bukanlah seperti ruang beton melainkan seperti “padang rumput”. Allah tidak akan hanya melindungi dan menyelamatkan umat-Nya tetapi juga akan memberikan hidup bagi semua yang berada di dalam keselamatan-Nya.

Akulah Pintu

Allah tidak hanya menyelamatkan umat-Nya dari neraka yang kekal. Ia juga menyelamatkan umat-Nya dari hidup yang sia-sia. Ketika Ia menyelamatkan seseorang, Ia akan mencukupi kebutuhan orang itu, menguatkan imannya, menguduskannya secara progresif, menghiburnya hari demi hari, dan menyertainya senantiasa. Ia menyediakan segala sesuatu yang baik bagi anak-anak-Nya sehingga semua orang yang Ia selamatkan akan merasa benar-benar hidup sekalipun untuk sekian waktu lamanya mereka harus tetap berada dan bekerja di dunia yang jahat dan penuh dengan penderitaan, bahkan penganiayaan ini.

Inilah arti keselamatan kita, yaitu Allah akan menjadi terang, roti, mata air, HIDUP, harta yang paling berharga, mahkota, sahabat, gembala, tabib, guru, tuan, raja, ayah, dan TUHAN di dalam hidup kita. Sudahkah itu menjadi bagian di dalam kehidupan imanmu?

Sebab kasih-Mu lebih Baik dari Hidup

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

7) Bahtera itu kandas di atas GUNUNG

Dalam bulan yang ketujuh, pada hari yang ketujuh belas bulan itu,
terkandaslah bahtera itu pada pegunungan Ararat.
(Kejadian 8:14)

Setelah badai reda, bahtera tersebut masih berada di permukaan air selama seratus lima puluh hari lebih. Di antara sebegitu luasnya permukaan bumi, bahtera tersebut tentu dapat terkandas di manapun. Kita mungkin beranggapan bahwa setelah air surut, bahtera itu akan mengapung di atas permukaan laut atau terdampar di dataran rendah sebab keduanya merupakan hamparan paling luas yang mendominasi permukaan bumi. Namun, firman Tuhan mencatat bahwa bahtera Nuh tidak berhenti di atas muka air laut, dataran rendah, maupun lembah, melainkan di atas suatu pegunungan, tepatnya di Pegunungan Ararat. Hal ini merupakan detail yang tentu saja tidak dapat kita abaikan.

Terkandasnya bahtera Nuh di atas gunung merupakan gambaran dari suatu kedudukan yang tinggi. Sebagaimana bahtera tersebut ditinggikan setelah bertahan melewati air bah, Tuhan Yesus Kristus juga ditinggikan setelah Ia menanggung murka Allah di sepanjang jalan via dolorosa yang berawal dari Taman Getsemani dan berakhir di Kalvari. Namun, kita perlu ingat bahwa bukan hanya bahtera itu yang berada di atas gunung, tetapi juga semua yang ada di dalamnya. Sama dengan itu, semua orang yang berada di dalam Kristus, juga akan menerima kemuliaan dan tempat tinggi di hadapan Allah. Ketika mereka percaya dan menerima anugerah lahir baru, mereka ditransformasi dan menerima hak untuk menjadi anak-anak Allah (Yohanes 1:12). Tidak sampai di sana, akal budi mereka akan terus menerus diperbaharui dan mereka akan dituntun dalam kekudusan yang akan mencapai kesempurnaannya ketika kelak mereka menerima mahkota sorgawi dari Allah.

Dan sama seperti Nuh serta semua yang diselamatkan akhirnya keluar dari bahtera itu dan menginjakkan kaki di atas bumi yang “baru”, suatu saat kelak, mereka yang saat ini berada di dalam Tuhan Yesus Kristus, akan berada bersama-sama dengan Dia di dalam dunia yang benar-benar baru, yaitu Kerajaan Sorga.

Glorification

#Bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s